Open top menu
Sunday, May 18, 2008


Sudah hampir 2 tahun, saya bertemu dengan banyak menejer hotel dalam rangka mengadakan training The 7 awareness, unik, beda dan hebat dari kesan terhadap setiap masing-masing hotel yang pernah bermitra dengan kami. Namun sejujurnya ada nilai lebih setelah saya bertemu dengan seorang menejer hotel Ambhara ini. Ia bernama Amigo Abu Bakar, seorang menejer yang sangat riligius, ia bukan hanya berbisnis untuk urusan dunia saja, namun ia juga sering mengingatkan rekan dan bawahanya untuk selalu ingat dengan tugasnya kelak akan dipertanggung jawabkan dengan urusan akhirat. Filosofisnya mengingatkan saya tentang buku yang ditulis oleh Prof.Dr.Komarudin Hidayat, yaitu Psikologi Kematian. Dalam buku ini bertutur, jika tidak ada kehidupan lagi setelah kematian, mungkin manusia bisa seenaknya hidup di dunia ini, berlaku sombong, congkak, menyakiti orang lain, menekan bawahan yang kalah, berlaku jahat, sex bebas dan prilaku menyimpang dan tentu didalamnya adalah kriminalitas.
Sayangnya buat manusia, hidup kita bukan akan berakhir di kematian saja, hidup kita akan berakhir di kehidupan akhirat yang justru kematian adalah rantai dari kehidupan kita yang berbeda alam saja dengan sebelumnya. Menyadari hal ini, maka setiap insan baik dalam bekerja, berkarya atau dalam menjalani kehidupan ini memiliki kesadaran penuh bahwa kematian bukan segala-galanya. Kembali dengan pa Amigo Abu Bakar, perjalanan karirnya, iapun bertutur diawali dari seorang penggali makam, pekerja kasar namun karena ia yakin terjadap prinsip ketiga dalam awareness of thinking yakni ketekunan, ia sekarang membuahkan hasil, menjadi seorang menejer hotel yang ia cita-citakan. Pertemuan saya denganya ditawasuli oleh seorang mitra / EO baru kami untuk wilayah BSD, TANGERANG DAN SERANG, Asrulsani, seorang enterepeuner muda yang gigih dan semangat, saya lihat di dalam pikiran dan hatinya terpancarkan melalui tatapan matanya memiliki keyakinan kelak ia akan menjadi apa yang ia yakini dalam hidupnya.
Pertemuan saya dengan Asrulsani, enterepeuner muda ini justru bukan dengannya langsung awalnya, april 2008, saya ada training 3 hari di hotel Clarion Makassar, setelah selesai training, saya diantar oleh Panitia untuk bertemu dengan Bunda Ati, itulah panggilan ibunya, seorang pengusaha wanita yang konsisiten dan sukses, iapun tak tanggung-tanggung membawahi payung IPWI( Ikatan Pengusaha Wanita Indonesia) Wilayah Makassar. Seperti dalam buku THO7A ( The Heart of 7 awareness), tidak ada yang namanya kebetulan, ia merespon langsung dengan baik training The7awareness dan menghubungkan kami dengan banyak orang baik di Jakarta maupun di Lokal, hingga akhirnya ia beritahu anaknya di Jakarta. Setelah saya pulang dari Makassar, pertemuan berikutnya adalah bertemu dengan saudara Asrulsani di Mall Puri Indah, untuk menguatkan silaturahmi di pertemuan itu, saya undang untuk menghadiri Lounching program talksow di radioa Smart FM, 5 Mei 2008 dengan judul ”THE7 AWARENESS LEADERSHIP SHARING WITH PERTAMINA”, sekaligus Lounching Book THE HEART OF 7 AWARENESS, buku kedua saya yang aplikatif untuk membentuk kita dari kondisi biasa menjadi manusia diatas rata-rata.
Alhamdulillah, akhirnya saudara Asrulsani, saya biasa memanggilnya Bang Asrul menjadi Mitra Kerja kami THE 7 AWARENESS, semoga perjalanan dan niat kami dimudahkan dalam rangka mewarnai Indonesia dengan warna 7 AWARENESS, sebuah warna Indonesia yang mengajak bangsa ini untuk bangkit dari tidur panjang, berdiri dan lari secepat rusa yang gesit, melewati bangsa-bangsa lain yang sudah lama berlari. Dalam buku Saya yang akan datang, berjudul OMA, untuk bangsa yang besar berlari, ada dua utama, pertama, memiliki ” Sense of urgency sebagai titik awal, sebuah alasan yang kuat mengapa anda harus berubah, dan goalsett sebagai tujuan anda berlari, selama berlari jangan pernah kehilangan fokus, karena yang tersulit dalam hidup ini adalah ketika kita kehilangan fokus”.
Hotel Ambhara dan Nusaloka BSD tampaknya menjadi benang merah kami, didua tempat inilah kami bersama mengembangkan mutiara ”the spirit of 7 awareness, setelah kami satukan visi dan jiwa, akhirnya Hotel Ambhara menjadi kantor repsentative kami, setelah kami berjabat tangan tanda setuju dengan pa Amigo, saya merenung dan bertutur ”apa nama Abu Bakar di belakang Amigo memberikan spirit of Awareness dalam kehidupanya, mungkin saja nama itu ia laqobkan dengan pemimpin besar Islam Abu Bakar Shidiq, yang komitmen memperjuangkan the spirit of awareness”. Love Hamesya. Naqoy.
Tagged
Different Themes
Written by Naqoy

Founder And Master Trainer The 7 Awareness

2 comments

  1. Asrulsani says:

    Salam hangat...
    Terima kasih atas komentar dan tulisan yang menarik hati ini...benar-benar mengena di hati dan jiwa...semoga kita bisa memperindah negeri ini dengan dimulai dari diri, keluarga, masyarakat dan akhirnya untuk negeri Indonesia tercinta...Sungguh Luar Biasa!
    Salam Sukses untuk Penutur Kesadaran Indonesia.

  2. Unknown says:

    Terima Kasih atas comments dan pujian nya,Shukor Alhamdulillah, puji shukor pada Allah Illahi, yang memberikan kita Rahmat. Inshallah kerjasama antara Hotel Ambhara dan tali Silaturahmi kita selalu di berkati Allah, Amin.

    Amigo Bakar.