Open top menu
TRAINING GRATIS FROM ZERO TO HERO BUKU TERBARU "MY NAME IS NAQOY" BUKU KARYA NANANG QOSIM YUSUF TRAINING ONE MINUTE AWARENESS UNTUK RAKER/RAKOR TRAINING PUBLIC EXECUTIVE THE7AWARENESS DAPATKAN BUKU MY NAME IS NAQOY, HUBUNGI NOMOR YANG TERTERA TRAINING THE7AWARENESS CHARACTER BUILDING THE7AWARENESS CLIENTS KARYA NANANG QOSIM YUSUF KARYA NANANG QOSIM YUSUF KARYA NANANG QOSIM YUSUF KARYA NANANG QOSIM YUSUF KARYA NANANG QOSIM YUSUF KARYA NANANG QOSIM YUSUF KARYA NANANG QOSIM YUSUF KARYA NANANG QOSIM YUSUF KARYA NANANG QOSIM YUSUF
Friday, July 30, 2021
PENGAJIAN THE7AWARENESS (AWARENESS OF SOUL), NAQOY



Yayasan Rumah Kesadaran & NAQOY CENTER INDONESIA mengadakan Pengajian Special The7Awareness bersama Coach Naqoy, Penulis buku The7Awareness & Master Trainer  yang pernah memecahkan Rekor MURI 18.000 peserta. 

Tema : "Menguatkan jiwa yang rapuh". Bagian keempat dari The7Awareness. 

Hari   : Ahad, 1 Agustus 2021

Pukul : 05.00-06.00 Wib

Biaya : FREE 

CARA BERGABUNG :

1. Like, komen san subcribe Youtube NAQOY 

2. Kirim ke WA. 087878289001

3. Gabung di telegram NAQOY CENTER https://t.me/joinchat/KMCtHhsxhUzPM5yjedithQ

Dalam The7Awareness manusia di atas rata-rata selalu bisa menjaga jiwanya agar selalu kuat dan sehat, karena pada saat jiwa berubah, semuanya akan mengikutinya.



 

Read more
Wednesday, July 28, 2021
7 SIMBOL MENJADI MANUSIA DI ATAS RATA-RATA #THE7AWRENESS, NAQOY








The7Awareness memiliki 7 kesadaran yang disimbolkan seperti gaya Coach Naqoy, adapun ketujuh kesadaran itu adalah :
1. Awareness of thinking
2. Awareness of silence
3. Awareness of success
4. Awareness of soul
5. Awareness of soul
6. Awareness of wisdom
7, Awareness of vision

Ketujuh kesadaran ini bisa didapatkan dalam training The7Awareness, Hub 087878289001

 

Read more
Sunday, July 25, 2021
Kok bisa bahagia dalam situasi Pandemi, NAQOY




Bahagia tanpa syarat (Unconditional Happiness), mungkin banyak yang bertanya? bagaimana bisa? dalam situasi pandemi kok bisa bahagia?, ini yang menarik dari hal ini, bagaimana menjaga bahagia dalam segala keadaan termasuk di situasi isoman atau bahkan terinfeksi Covid 19. Saya sendiri telah melihat beberapa teman yang terkena Covid lalu mempraktikan rahasia ini menjadi sembuh dan sehat kembali seperti sedia kala. Sebenarnya ada pertanyaan yang mendasar dan harus kta jadikan sebagai renungan kita, jika kebahagiaan itu mudah didapatkan?, lalu mengapa banyak orang sulit mendapatkan kebahagiaan tersebut. Ini yang menjadi fokus kita pada hal ini. 

Dalam buku Unconditional Happiness (2020) yang saya tulis persis ketika Covid menyerang negeri ini dijelaskan dengan detail mengapa orang sulit menemukan kebahagiaan, ternyata jawabanya adalah karena manusia semakin modern justru semakin membuat banyak syarat bahagia, semakin membuat banyak syarat semakin bahagia sulit diraih, bagaikan mengejar bayang-bayang sendiri saja. Pernahkah dibayangkan mengajar bayangan sendiri, jawabanya adalah tidak akan pernah. Semakin kita berlari secepat mungkin, justru bayangan semakin lebih cepat berlari, hal inilah yang kemudian menjadi penelitian di Naqoy Center tentang krisis manusia modern, semakin tampak sebuah bangsa modern namun sisi lainya semakin rapuh dengan apa yang diciptakanya sendiri. 

Ada yang membuat syarat -syarat seperti ini dalam buku Unconditional Happiness :,

1. Coba saya kaya, pasti bahagia

2. Coba saya suskes, pasti bahagia

3. Coba saya cantik/ ganteng saya bahagia

4. Coba  saya bekerja di perusahaan besar, saya bahagia

5. Coba saya sehat saya bahagia

6. Coba saya sehat, saya bahagia


Dan masih banyak lagi persepsi bahagia yang selama ini "salah" namun terus dibiarkan menjadi "believe system" yang akhirnya membentuk mental. Ketika syarat-syarat tersebut tidak dipenuhi maka semakin mudah jiwa ini menuju kerapuhan, pada saat jiwa ini rapuh maka akan mudah menemukan jalan buntuk dalam kehidupan ini. Dalam pelatihan The7Awareness justu dilatih bagaimana para peserta memiliki perasaan bahagian tanpa syarat walau dalam keadaan sulit dan berat, seperti halnya peserta yang di Coaching 21 days to be Transhuman dengan persoalan memiliki hutang 4 Milyar. Seseorang yang terlilit hutang 4 Milyar tentu saja auranya akan tampak terlihat "aura kasihan", dalam coaching justru dilatih bagaimana memiliki aura yaitu aura kasih" seperti tersenyum, menyapa dan menyemangati diri. 

Awalnya memang berat,karena otak kirinya justru menolak bahkan protes dengan memberikan data dan fakta bahwa memang dirinya layak sakit bahkan merasa dizholimi sehingga keseluruhan hidupnya adalah derita dan derita lagi.  Dengan kesabaran dan konsistensi latihan - latihan The7awareness menyadarkan dirinya kembali akan posisi dan jati dirinya bahwa dirinya memang layak bahagia dan suksesm bahkan yang extrim adalah layak bebas hutang 4 Milyar. Setelah mengikuti panduan The7Awareness selama 1 bulan akhirnya benar-benar bisa melunasi hutangnya berjumlah 4 Milyar.  

Dalam situasi Covid seorang teman yang merupakan pejabat BNN di Pangka Pinang divonis Positif Covid 19, tampak wajahnya pasrah dan stress, terlebih ketika menghubungi keluarga di rumah yang ikut stress memikirkan keadaan suami atau ayah mereka, setelah masuk ke RS yang ditunjuk saya berusaha menghubungi dan mengatakan sebuah kalimat seperti ini bahwa sistem imun adalah hal terpenting yang harus dijaga, dan sistem imun kita semakin kuat pada saat diberikan makanan fisisk dan makanan kebahagiaan, dibuat saja ceria dan menyapa semua orang, karena pertahanan terkuat dan terkahir dari kita adalah hati yang gembira dan tenang. 

Alhamdulillah akhirnya dokter membolehkan pulang setelah 14 hari di RS menjalani berbagai pengobatan, ketika ada teman dan keluarga terkena Covid 19 tetap sampaikan hal penting ini yaitu bahagia tanpa syarat. Berikanlah hadiah Unconditional Happiness untuk mereka yang sakit agar jiwanya tersenyum penuh keyakinan dan optimisme menjalani kehidupan yang berat. Mengambil sebuah Quotes dari Ibnu Sina bahwa "Kegembiraan adalah separu dari obat".  Saya semakin senang, ketika buku Unconditional Happiness menjadi buku pegangan mereka yang sedang berjuang melewati masa kritis Covid 19 ini, karena memang kita layak bahagia seperti doa kita setiap hari"bahagia dunia dan bahagia kelak di akhirat".


Read more
Saturday, July 24, 2021
NAQOY PARENTING "RAHASIA MENDIDIK ANAK KEMBAR IDENTIK"

KEAJAIBAN DIMULAI

Hari Senin tanggal 7 Mei 2007 saya sangat bahagia, sepasang bayi dengan berat masing-masing 2 Kg  menangis ketika saya peluk sebentar, tatapanya sangat tajam seperti sedang bertanya "Terima kasih Ayah", saya bergetar dan air mata menetes deras. Perjalanan panjang yang akhirnya membuahkan hasil, sementara 2 tahun lalu tepatnya tahun 2005 adalah dua sisi kehidupan yang bagaikan mata uang, satu sisi membahagiaan dan sisi lain justru menakutkan. Kenapa saya bahagia, karena tahun itu adalah janji suci saya dan istri dalam ikatan pernikahan, sementara sisi lainya adalah ditahun yang sama justru masa kritis dimulai, ayah mertua yang tidak senang putrinya menikah dengan menantu yang miskin, belum memiliki kepastian dan susah semakin menambah alasan ketidaksenangan dirinya kepada menantunya. 

Dalam Novel My Name is Naqoy, diceritakan tentang kesulitan yang dialami diawal pernikahan, dari mulai pindah-pindah kontrakan sampai permintaan dari Ayah mertua untuk berpisah dengan putrinya. Akhirnya Kaka dari Ayah mertua memberikan nasihat kepada saya untuk segera memiliki anak agar mertua memiliki cucu, hanya saja Encang terdiam ketika saya menjawab bahwa cucunya sudah lebih dari 15. Kata-kata penutup Encang Haji "Kalau cucu, sudah  ga bisa mengubah mertua lu, ga ada jalan lain sampai lu sukses dan sebagainyaa tetap saja dia akan benci sama lu". 

Sejak itulah saya mulai berpikir untuk mendapatkan anak kembar, agar hati bapak mertua bahagia dan mulai melupakan kebencian bahkan diganti menjadi cinta. Hanya saja, ketika melakukan konsultasi kepada dokter di RS, kebanyakan dari mereka mengatakan bahwa 'sulit memiliki anak kembar jika tidak memiliki keturunan kembar", sontak saja saya dan istri terdiam, karena sebenarnya kita berdua memang tidak ada keturunan kembar, hanya sebatas keinginan. Mendengarkan nasihat dari dokter bahwa tidak mungkin memiliki anak kembar justru membuat kita berdua semakin yakin bahwa ada jalan istimewa bagaimana mendapatkan anak kembar, saya mulai berpikir bahwa "Jika jalan-jalan dibumi ditutup rapat, maka jalan-jalan dilangit terbuka lebar". 

MELEWATI MASA KRITIS

Saya mulai mempraktikan ilmu The7Awareness sebelum dilatihkan kepada orang lain, menerapkan 3 S selama 21 hari pertama, terus dilanjutkan sampai 3 bulan, terus sampai 1 tahun dan akhirnya impian mendesak itu menjadi nyata. Ketika anak kembar sudah berada diantara kami, benar saja bapak mertua yang tadinya meminta saya untuk berpisah dengan putrinya justru memiliki sifat terbalik seperti menyenangkan dan penuh kasih, bahkan menawarkan solusi untuk tidak mengontrak rumah namun diajak tinggal bersama dengan mereka. 

Kelahiran anak kembar kami yang diberi nama Zaara dan Zyvaa, kalau kita lihat Zaara memiliki arti Bunga yang wangi semerbak sementara Zyvaa memiliki arti kemilau cahaya syurgawi. Keduanya mengharumkan kehidupan saya serta memberikan cahaya kehidupan yang lebih baik, anak kembar identik memiliki postur tubuh yang sama, cantik yang sama, hal ini benar-benar ajaib. Hanya saja dalam mendidik anak kembar , banyak orang tua melakukan hal sama dengan anak yang tidak kembar, padahal mereka bisa memiliki perbedaan dengan upaya mendidik anak-anak kembar identik. 

Ada 3 Tips yang saya amati agar mendidik anak kembar identik sukses dan penuh kebahagiaan,yaitu :

  1. Berhenti membandingkan keduanya, walau secara fisik mereka sama, namun dalam hal kecerdasan, watak, sifat dan tempramen ternyata berbeda, ada yang cenderung melankolis namun sisi lainya ada yang  cenderung plegmatis bahkan bisa koleris atau sanguin. Anak kembar saya juga serupa, walau sama sama di satu sekolah namun dari hasil nilai rapotnya berbeda, ketika  mereka memberitahu tentang ranking yang berbeda saya memilih tersenyum dan semangati mereka sambil mengatakan "Bagus, terus fokus ke impian kamu nak". 
  2. Terus ajarkan kepada anak kembar bahwa walau kembar namun bisa dan boleh berbeda dalam menentukan pilihan dan rasa. Seperti dalam hal makanan saja, Zaara memilih menyukai A sementara Zyvaa bisa berbeda memilih B atau yang lainya. Terlahir kembar bukan justru membelenggu kebebasan dan minatnya. 
  3. Menguatkan ikatan cinta saudara, hal ini saya tanamkan di awal bahwa tidak mungkin Allah ciptakan sia-sia namun sebaliknya menciptakan anak kembar tentu saja memiliki tujuan yang baik dan mulia. 
Kini, masa-masa berat itu telah berlalu, Zaara Zyvaa sekarang sudah berusia 13 tahun dan sedang melanjutkan pendidikanya di Pondok Pesantren UQI Bogor. Perjalanan training The7Awareness sejalan dengan  waktu anak kembar lahir, saya percaya bahwa tidak ada yang kebetulan selama ini, termasuk pertemuan antara kita. 


 

Read more
Martha Riawan Putra Utama : KINERJA PERBANKAN DITENGAH PANDEMI


 Martha Riawan Putra Utama : Mahasiswa Program Pasca Sarjana Universitas Pamulang

Pandemi Covid-19 telah menyebar ke 210 negara, termasuk Indonesia. Akibatnya, hampir semua sektor mengalami kontraksi, termasuk perbankan. Namun, perbankan adalah dianggap cukup mampu bertahan dari badai dampak berdasarkan krisis sebelumnya. Pandemi Covid-19 memberikan dampak  signifikan  terhadap  perkembangan ekonomi . Pandemi Covid-19 adalah tantangan  bagi  dunia  bisnis, termasuk  industri  jasa  keuangan  seperti perbankan.  Berdasarkan  data  statistik perbankan  Nasional pada  April  2021, jumlah jaringan kantor Bank Umum adalah 29.780 cabang yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia yang didominasi oleh Pulau Jawa. Sejalan dengan wilayah terbanyak  ditemukan  Covid-19  yaitu  di  pulau  Jawa. Ini menunjukkan bahwa  sebagian  besar  kantor Bank Umum berada di zona merah.

 

Sektor perbankan merupakan salah satu tumpuan untuk pemulihan ekonomi Nasional dengan melakukan rangsangan dan stimulus pada pertumbuhan sektor umkm melalui pemeberian kredit modal kerja yang menurun bahkan tidak tumbuh karena dampak pandemi Covid-19. Permintaan kredit yang menurun ini menjadi salah satu perhatian pemerintah saat ini. Hal tersebut diungkapkan serupa oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Ibu Sri Mulyani Indrawati saat menjadi salah satu panelis dalam acara High-Level Seminar on Banking Supervisory and Regulatory in a Post-Pandemic World yang diselenggarakan secara virtual pada Senin (16/11).

Walaupun bauran kebijakan fiskal dan moneter telah dilakukan dengan cara pemberian injeksi dana pada sektor perbankan serta pemberian fasilitas penjaminan kredit , (BI) menyatakan telah menambah likuiditas ke perbankan sebesar Rp819,99 triliun sejak tahun 2020. Namun ternyata permintaan kredit pada perbankan masih rendah. Selain itu, perbankan juga masih berhati-hati dalam memberikan kredit karena mereka memproyeksikan perekonomian yang masih belum membaik.

Dalam usaha untuk memulihkan permintaan kredit perbankan, maka hal ini erat kaitannya juga dengan upaya untuk memulihkan permintaan riil konsumsi di masyarakat. Usaha untuk memulihkan kembali permintaan riil dilakukan pemerintah melalui berbagai skema yang ada pada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) diantaranya adalah dengan program jaminan sosial dan bantuan sosial untuk mempertahankan konsumsi masyarakat, penyederhanaan proses dalam pemberian fasilitas baik subsidi maupun insentif bagi para pelaku UMKM, serta penempatan dana pada perbankan untuk menjaga likuiditasnya.

Sejumlah bank di dalam negeri sudah mengeluarkan kebijakan dan aturan relaksasi atau keringanan kredit kepada perusahaan yang terdampak pandemi corona (COVID-19). Kebijakan dan aturan tersebut telah  sesuai dengan arahan dari OJK yang hanya memberikan keringanan pada perusahaan yang memiliki plafond kredit di bawah Rp 10 miliar. Keringanan ini berupa restruktur fasilitas kredit baik dalam bentuk perpanjngan jangka waktu maupun keringanan suku bunga kredit. Tapi pada realitanya plafond pinjaman yang ditas Rp 10 miliar banyak yang terdampak sehingga bank juga melakukan relaksasi atau restruktur.

Beberapa bank yang sudah mengeluarkan kebijakan kredit diantaranya Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI, Bank Panin Indonesia, Permata Bank, BTPN, Bank KB Bukopin, Bank BCA, Bank DBS, Bank Index dan Bank Ganesha.

OJK telah menyampaikan dalam siaran persnya No.72/DHMS/OJK/X/202 bahwa realisasi restrukturisasi kredit sektor perbankan per tanggal 28 September 2020 sebesar Rp904,3 Triliun untuk 7,5 juta debitur. Sementara NPL di bulan September 2020 sebesar 3,15% menurun dari bulan sebelumnya sebesar 3,22%. Untuk menjaga prinsip kehati-hatian, bank juga telah membentuk Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) yang dalam 6 bulan terakhir menunjukkan kenaikan.

OJK senantiasa mencermati dinamika dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga kestabilan di sektor jasa keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Read more
Friday, July 23, 2021
PENGAJIAN THE7AWARENESS  AHAD SUBUH, 25 JULI 2021



 

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 

Salam sehat dan sadar selalu sahabat Naqoy

Insya Allah kita akan jumpa kembali dalam pengajian The7Awareness langsung bersama Penulis buku The7Awareness NAQOY.

 

Silahkan bergabung di Zoom subuh besok tepat pukul 04.50 Wib, adapun link zoom dibawah ini:

 

https://us02web.zoom.us/j/89451616314?pwd=TEZIZ3VMUWVkYXlFUFhLa0dkSmwzdz09

Meeting ID: 894 5161 6314

Passcode: NGAJINAQOY

 

Silahkan konfirmasi ke WA. 087878289001

Atau bisa melalui Telegram di https://t.me/joinchat/KMCtHhsxhUzPM5yjedithQ

 

Boleh ajak keluarga, teman dan pegawai kantor , free untuk umum.

Silahkan jika ingin menyimak pengajian minggu lalu di link Youtube ini https://www.youtube.com/watch?v=gDEKRi3V77g&t=8s (like, komen dan subcribe ).

 

 

Sampai jumpa subuh nanti, insya Allah berkah semuanya.

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

 

 

 

NAQOY CENTER

 


 

Read more
Nia Latifah :Anugerah COVID-19 bagi Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas II A Jakarta

Pandemi COVID-19 kian marak di Negeri Tirai Bambu sejak akhir tahun 2019. Hingga tiba gilirannya Indonesia menjadi salah satu Negara yang terpapar virus COVID-19 ini. Sejak Maret 2020, COVID-19 menjadi wajah baru bagi Indonesia. Seluruh aktivitas kehidupan masyarakat diselaraskan dengan kebijakan pemerintah yang baru, dengan maksud pencegahan penyebaran COVID-19. Hal tersebut juga berdampak bagi warga binaan Lapas Perempuan Kelas II A Jakarta.

Lapas menjadi “rumah” ke-2 bagi para warga binaan. Kehangatan dan keharmonisan adalah hal yang didambakan bagi seluruh warga binaan. Meski mereka adalah “orang yang salah” di mata masyarakat, namun mereka tetap manusia yang hak asasinya ditanggung oleh Negara. Sebelum pandemi ada, berbagai kegiatan dilaksanakan di Lapas ini. Mulai dari pengembangan diri (life skill), kegiatan keagamaan, hingga kegiatan yang melibatkan anggota keluarga, seperti bazar.

Sejak pandemi berlangsung, kegiatan tersebut dibatasi. Karena sistem kebijakan di Lapas ini perlu menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah selama pandemi ini berlangsung. Sehingga, kegiatan pengembangan diri atau kegiatan keagamaan benar-benar dibatasi. Bahkan kunjungan bagi keluarga warga binaan pun ditiadakan, yang biasanya kunjungan ini dilakukan 3 kali dalam seminggu.

Momen-momen tersebut masih dihentikan. Warga binaan terpaksa memendam rindu dengan keluarganya demi mengikuti anjuran dari pemerintah. Walaupun sebenarnya Lapas sudah menyediakan wadah untuk bertemu melalui video call, namun perjumpaan secara nyata adalah hal yang tidak dapat diwakilkan. Dalam video call, warga binaan tidak dapat saling memeluk atau berjabat tanggan untuk melepas rindu. 

Walau demikian, pandemi tidak selamanya menjadi hal yang buruk bagi mereka. Disisi lain, pandemi menjadi anugerah bagi sebagaian warga binaan. Karena adanya anjuran untuk menjaga jarak dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran COVID-19, KEMENKUMHAM mengeluarkan kebijakan untuk membebaskan warga binaan dengan Asimilasi dan Integrasi.

Pembabasan masal pun dilakukan, tidak hanya di Lapas Perempuan Kelas II A Jakarta, tapi juga di hampir seluruh Lapas di Indonesia. Karena adanya pengurangan jumlah warga binaan, ruang-ruang lapas menjadi lebih luas dari sebelumnya, termasuk “kamar tidur”. Sebelum pandemi, kamar yang ukurannya hanya sekitar 5 x 3 meter itu, diisi sekitar 26 hingga 30 warga binaan. Jadi, mereka hanya memiliki ruang seukuran badan saja dalam kamar tersebut. Sejak pandemi, kamar hanya diisi oleh 12 atau maksimal 16 orang warga binaan, kamar menjadi lebih luas.

Selain itu, selama pandemi ini kesehatan warga binaan semakin diperhatikan. Seluruh pertugas Lapas semakin sigap apabila ada salah satu dari warga binaan yang sakit. Fasilitas kesehatan pun semakin ditingkatkan. Pemberian vitamin dan pengecekkan kesehatan yang dilakukan oleh petugas kesehatan, menjadi salah satu rutinitas baru bagi warga binaan. Banyak hal positif yang terjadi di Lapas Perempuan Kelas II A Jakarta setelah adanya pandemi COVID-19 ini. Karena sifatnya positif, harapannya hal ini tetap diterapkan meski pandemi sudah berlalu.


 

Read more