Open top menu
Wednesday, May 28, 2008

Jemes Redfild dalam novel terkenalnya The Celestine Propecy mengatakan bahwa setiap pertemuan pasti membawa pesan. Nah, pesan positip atau negatif tergantung persepsi dari setiap insan itu sendiri. Hal ini sejalan dengan firman Allah “tidak ada yang sia-sia yang Allah ciptakan”, yang dimaksud dengan ciptaan bukan hanya mahluk saja namun juga sebuah peristiwa, Allah jugalah yang menciptakan peristiwa dalam hidup kita selama ini, dan kitalah yang mengisi peristiwa itu sebenarnya. Lebih lanjut lagi, seperti dalam buku The Heart of 7 Awareness dikatakan, tidak ada yang namanya kebetulan, semua telah telah tersusun sangat rapih dan indah.
Dalam memahami peristiwa, daya nalar manusia terbagi menjadi tiga logika, pertama adalah irasional, sesuatu peristiwa yang tidak masuk akal, tidak bisa dilogikakan dengan kemampuan otak manusia. Banyak dari peristiwa yang telah terjadi dalam hidup kita adalah irasional. Lalu, ada istilah Rasional, sebuah peristiwa yang terjadi dalam hidup kita yang bisa dilogikakan. Namun ada sebuah peristiwa yang tidak bisa dibaca dengan kacamata irasional ataupun rasional, biasanya ini adalah wilayah suprarasional. Kemampuan otak kita belum bisa memahami pada saat ini, namun suatu saat bisa memahami. Contoh dalam suprarasional adalah dalam dunia matematika kita tidak pernah terpikirkan akan ada istilah M1, M2,M3.
Dari sudut pandang tersebut, maka kita sebaiknya jangan terburu-buru untuk menghakimi peritiwa dalam hidup kita, karena hakikatnya peristiwa adalah jembatan antara masa lalu dan masa kini dan tentunya masa depan kita, tidak bisa dipisahkan antara satu dengan lainya. Seorang filosof ”Tidaklah penting sebuah peristiwa dalam hidup anda jika anda tidak bisa memberikan sikap terbaik dari peristiwa tersebut”. Saya setuju dalam hal ini, karena kalau kita bercermin kepada orang-orang sukses yang kita kenal, mereka terkadang mengalami peristiwa yang hampir sama dengan kita, atau dengan teman dekat kita, misalnya adalah kematian orang tua, trauma terhadap penipuan, difitnah, di caci, namun yang membedakan adalah sikap kita terhadap peristiwa itu.
Dalam hal ini, saya mengambil hikmah dari pengalaman hidup Ust. Yusuf Mansur, yang mungkin saja, salah satu dari kita hampir sama memiliki kisah denganya, namun pengalaman hidupnya menjadi titik balik kebangkitan batin spiritualnya hingga hari ini. Ketika saya bertemu denganya, saya melihat ia memang Sang Pembelajar. Belajar dari pengalaman hidupnya dan juga dari orang lain. Pertemuan saya dengan Ust Yusuf Mansur sendiri adalah hasil niat baik, tim saya Sdr. Asrulsani, dialah wasilah dari pertemuan ini, hari senin, 26 mei 2008, ada beberapa pesan mulia yang saya ambil dari diskusi saya denganya. Semoga pesanya juga bisa anda manfaatkan.
1. Talenta yang kita miliki hendaknya terus menerus kita tingkatkan lebih baik lagi, dia berpesan khusunya saya, yang dia anggap seperti adik dan beliau bilang abang, saya jangan berhenti hanya didua buku ini saja, namun terus memberikan kontribusi konkrit yaitu buku setiap tahun. Pesan ini sejalan dengan niat saya, bahwa setiap ulang tahun saya, ada satu buku baru yang saya ciptakan, seperti dituntun, pesan Ust. Yusuf Mansur juga memperkuat afimasi saya.
2. Jangan bekerja sendiri, inipun yang sedang saya bangun di dalam tubuh The7 awareness, saya dan istri beserta tim dan Eo di seluruh Indonesia sedang memperbaiki sistem yang sedang dibangun. Dalam hal ini saya banyak belajar kepada seorang guru keuangan, Robert Kiyosaki bahwa untuk hidup bahagia keuangan harus ada sisitem.dan juga orang yang menjalankan sisitem dengan baik.
3. Jadikan rumah dan keluarga sebagai spirit dalam bekerja. Khusus yang ini sangat cocok sekali. Tahun 2008 ini, saya membuat sistem training dari sebuah rumah kecil namun penuh semangat dan cinta, biasa dipanggil RUMAH KESADARAN, dirumah inilah masa depan saya dibangun. RUMAH KESADARAN adalah rumah yang selalu mengingatkan kita agar selalu sadar akan diri kita, tugas kita, tujuan kita ada di dunia ini dan hendak kemana kita pergi saat ini.

Tiga pesan ini saling berpautan antara satu dengan yang lainya, pesan yang gemilang untuk menjadi OMA (One Minute Awareness) saya khususnya untuk perjalanan panjang training THE 7 AWARENESS. Saya mengucapkan selamat berjuang untuk abang saya, Ust, Yusuf Mansur yang sedang membangun visi mulia dengan timnya, saya yakin dan percaya, apa yang ia cita—citakan akan terkabulkan oleh Allah, dan untuk terakhir kalinya, semoga permintaan beliau agar kami mengisi training kepada SDM Daarul Quran yang beliau pimpin menjadi momentum kebersamaan ini untuk membangun moral-moral pemimpin masa depan yang gemilang. Sebenarnya siapakah pemimpin masa depan kita ?, dalam hati ini bertutrur, pemimpin masa depan adalah anak-anak kecil kita, mari kita ciptakan pemimpin masa depan sekarang juga, begitu kata abang tertua saya.
Tagged
Different Themes
Written by Naqoy

Founder And Master Trainer The 7 Awareness

0 comments