Open top menu
Sunday, January 10, 2010




Rumah Kesadaran (Jakarta). Dalam Training The7Awareness ditekankan perlunya kita menghormati dan menyayangi orang tua kita (Ibu dan Ayah). Dikisahkan dalam sebuah cerita yang diambil dari buku The Heart of 7 Awareness tentang sebuah keluarga bahagia pada awalnya, namun tidak lama keluarga muda ini mengalami sebuah musibah, kepala rumah tangga yakni sang suami yang bekerja di perusahaan luar negeri dengan bayaran sangat tinggi meninggal dunia. Sementara sang istri hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa. Mereka berdua memiliki anak laki-laki yang berusia satu tahun. Selama hampir 4 tahun setelah kematian suaminya, sang istri tidak pernah bekerja, sehingga tabungan sisa lama kelamaan habis sama sekali. Suatu malam, ketika selesai salat isya, sang ibu menetap anak laki-lakinya lalu bertanya "Kelak kau ingin menjadi apa nak". Sang anak yang polos menjawab:" Ade ingin menjadi Pilot". Mendengar jawaban spontan dari anaknya, air mata sang ibu tersentuh dan menangis, malam itu sang Ibu menemukan OMA dan berjanji bahwa ia akan memberikan yang terbaik kepada anak satu-satunya. Sejak itu sang ibu menjadis eorang pedagang sayur keliling di sebuah kampung tetangganya.

Tanpa terasa, ternyata sang ibu ini telah menjadi tukang sayur selama hampir 15 tahun, sehingga sang anaknya harus masuk sebuah perguruan tinggi, betapa bahagianya sang ibu ketika mendengar anaknya masuk sebuah perguruan tinggi, ibu ini semakin rajin bekerja demi sang anak yang ia cintai. Suatu hari sang ibu mendengar kabar bahwa anaknya sedang berpacaran dengan seorang pelacur, hatinya tertekun dan sedih, ia ingin menyadarkan anaknya, maka ia menuju ke kota tersebut, lalu bertemu anak laki-lakinya sambil berkata "Nak, mhn tinggalkan perempuan itu nak, fokuslah ke belajar kamu nak" kata sang ibu. Namun sang anak justru memaki kita dengan lantang dan berkata " Sayalah yang menentukan hidup saya Bu, bukan ibu, saya mahasiswa". Mendengar jawaban dari sang anak , sang ibupun pergi dengan kecewa.

Beberapa jam setelah memohon kepada anaknya, sang ibu akhirnya mendatangi tempat pelacur dan berkata " Wahai perempuan yang baik, bisakah kau jauhi anak laki-laki saya, dialah masa depan saya" katanya. Namun sang perempuan itu menjawab" Anak ibulah yang mendekati saya, nasehati dia saja bukan saya" katanya. Mendengar jawaban dari sang pelacur, sang ibu akhirnya pulang dengan lunglai ke rumahnya.

Esoknya, ketika anak laki-laki ini mendatangi pacarnya, sang pelacur mengatakan kepada anak ibu ini bahwa ibunya datang dan memaki dirinya, meenghina dan merencakan memisahkan dirinya dengan anak laki-laki tersebut. Mendengar cerita yang dibuat oleh pelacur tersebut, anak laki-laki ibu ini marah dan kecewa sekali dengan ibunya. Detik itu juga ia pulang dengan rencana menasehati ibunya untuk tidak ikut campur dengan hubunganya. Lalu sang anak laki-laki sampai dirumah ibunya tengah malam, ternyata rumah telah dikunci, namun ia melihat sang ibu sedang tertidur tergeletak di ruang tamu karena kelelahan. Emosi anak laki-laki ini terus bergejolak, ia mencoba masuk lewat jendela dan ia berhasil mendobrak jendela, dengan amarah yang tinggi, lalu ia ambil pisau didapur dan dengan perasaan benci dan marah ia menusukan pisu itu berkali-kali di perut sang ibu " Crah, crah" darahpun keluar dari sang ibu, lalu ibu ini teriak meminta tolong dan betapa kagetnya sang ibu ketika membuka mata ternyata anak yang ia cintai melakukan ini. Teriakan ibu ini membuat warga penasaran dan mendatangi rumah ibu yang sudah tua ini, warga datang menggedor pintu, sementara anak laki-lakinya masih tetap diatas tubuh ibunya sambil menangis dan sadar bahwa ia telah melakukan kesalahan besar dalam hidupnya, wargapun sebagian mengamuk dan akan mendobrak pintu, apa yang ibu ini katakan kepada anaknya" Nak, larilah. Tinggalkan ibu, selamatkan dirimu dari warga", lalu sang anak lari meninggalkan ibunya yang akhirnya meninggal.

Cerita yang diambil dari buku kedua Nanang Qosim Yusuf inimenyadarkan kita semua tentang ibu kita. Jika anak laki-laki tadi melukai ibunya dengan pisau, jangan-jangan kita lebih melukai ibu kita, lebih tajam dan lama yaitu dengan kata-kata dan perbuatan kita. Bagaimana dengan anda? Semoga kita semua seperti pesan dalam training T7A bahwa orang tua adalah mukjizat untuk kesuksesan kita semua. Selagi masih ada ibu kita, ayo berikan yang terbaik,karena kita akan kehilangan sekali ketika ibu kita telah tiada. Saya juga percaya, andapun memiliki OMA dengan ibu tercinta anda, berbagilah dengan kami di training The7Awareness atau hub rumah kesadaran.021-5401821,081905666479
Tagged
Different Themes
Written by Naqoy

Founder And Master Trainer The 7 Awareness

0 comments