Open top menu
Monday, February 22, 2010




Kisah ini berhubungan dengan training The7Awareness dibentuk, pada tahun 2006 tepatnya bulan april tanggal 21 di Pasar raya Grande Blok M, buku pertama saya keluar, diterbitkana pertama kali oleh Grasindo, pada malam peluncuranya alhamdulillah terjual lebih dari 2000 buku, ketika itu saya masih seorang dosen di UIN Syarif Hidayatullah dan Universitas Paramadina. Bicara kampus Paramadina, saya jadi ingat orang tua angkat saya yang meninggal seblum melihat buku pertama saya, namanya Dra.Psi.Pamugari Widyastuti, perkenalan saya dengan beliau ketika beliau diminta membantu memberikan training di Mesjid Fathullah, dan saya masih menjadi seorang penjaga sepatu di Mesjid tersebut, jika Ibu Rani A DEWI (sekarang pendiri Yayasan Indonesa Bahagia) yang memberikan beasiswa bulanan, Ibu Pam adalah yang selalu membimbing saya semua hal termasuk mengajari bagaimana saya memiliki bahasa tubuh yang tepat, bahkan suatu hari ia berkata sambil makan di rumahnya, daerah Jl.Dipenogoro Menteng " Naqoy, suatu hari kamu akan jadi orang besar, maka cara makan kamu harus seperti orang besar", saya masih ingat sekali ketika saya salah menggunakan pisau dan garpu untuk memakan ala Eropa, beliau memang berkelas interbasional, waktu itu, saya berkelas kampungan ala Cirebonan.

Dibuku pertama saya, ada tulisan ucapan terima kasih untuk alm(Ibu Pam), pada tahun 2007 awal training T7A pertama kali dibuka untuk umum, meskipun sebelum ada nama T7A, training saya sudah memiliki alumni 3000 orang lebih sebelumnya (2004-2006), hanya saja, nama training saya dulu adalah CONTEMPLATION. Cikal bakal training T7A sebenarnya dimulai dari training CONTEMPLATION yang sering saya adakan di Lembah Pinus atau Lembah Hijau Ciloto Puncak Bogor. Alhamdulilah sekarang dengan izin Allah, rasanya sulit saya bisa menjalankan training ini dengan cepat sekali, kalau bukan karena kasih sayang Allah kepada saya untuk menyebarkan semangat training ini.

Sejak membangun training T7A, Dalam manajemen saya bertemu dengan orang-orang yang luar biasa, maksud saya bukan hanya orang-orang positif, namun juga orang-orang yang mengaku mau membantu saya, namun ujungnya adalah hanya memanfaatkan saya, salah satu contohnya adalah ada menejer saya yang membawa kabur uang training saya, dan ada juga alumni yang mempatenkan training T7A atas nama dia lalu saya harus membayar puluhan juta pada dia, ada juga eo yang memeras saya dan lain-lain, mungkin karena dimata mereka saya lulusan fakultas agama, bisa dimanfaatkan, namun saya percaya mereka seperti itu karena dimata mereka saya adalah tipe orang yang terlalu baik, bukan baik. Saya jadi ingat pesan salah satu mentor saya Prof.Dr.Nasaruudin Umar, untuk di manajemen,jangan terlalu baik Naqoy, tapi cukup baik saja kepada orang. haaaa, saya jadi termenung memikirkan kata-katanya.

Saya belajar banyak tentang ikhlas dan memaafkan mereka, orang-orang yang mendholimi saya dalam membangun training T7A, Pernah seorang Guru Spiritual saya berkata " NAQOY, KAMU SEDANG DIUJI OLEH ILMU KAMU SENDIRI". Kata-kata itu membuat saya tersenyum dan berkata TERIMA KASIH YA ALLAH ATAS SEMUANYA.

Apa yang saya miliki, dapatkan sebuah hasil yang bukan biasa, saya percaya bukan semata-mata saya hebat maka saya bisa, namun setiap pagi sebelum berangkat sekolah, anak saya yang kembar Zaara dan Zyvaa berdoa dikamarnya dipimpin oleh Bundanya, berkata

TERIMA KASIH YA ALLAH AYAH SEHAT
TERIMA KASIH YA ALLAH AYAH KUAT
TERIMA KASIH YA ALLAH AYAH BERGUNA
TERIMA KASIH YA ALLAH AYAH KAYA
TERIMA KASIH YA ALLAH AYAH BERMANFAAT
TERIMA KASIH YA ALLAH AYAH SUKSES
TERIMA KASIH YA ALLAH AYAH MENANG

sambil mendengar doa mereka kepada Allah SWT, saya menangis sendiri sambil berkata, jangan-jangan bukan karena kerja keras saya saja, The7Awareness terbangun, mungkin Allah membuka pintu hatinya, ketika ada anak kembar yang mendoakan untuk ayahnya dengan ikhlas dan tulus.

Love Hamesya



NQY
Tagged
Different Themes
Written by Naqoy

Founder And Master Trainer The 7 Awareness

0 comments