Open top menu
Sunday, March 14, 2010


“Kebahagiaan kita diukur oleh seberapa banyak kita memberi dan kenikmatan kita diukur oleh seberapa banyak kita ikhlas dalam memberi”

The7Awareness: 7 Kesadaran hati & Jiwa

menjadi manusia diatas rata-rata

Suatu hari salah satu alumni training saya berkata “Pa Naqoy, saya kehilangan semangat hidup lagi, rasanya semangat saya tidak seperti dulu ketika semuanya sulit” katanya. Maklum saja, sahabat alumni saya ini memiliki omzet perhari 1 Milyar dari bisnis ternak sapinya di Pekanbaru. Lalu ia bertanya kepada saya, apa yang harus ia lakukan untuk mendapatkan makna hidup lagi. Sejenak saya termenung lalu menjawabnya “ layani dan fokuslah kepada memberi”. Sejak itu, kegairahan hidupnya meningkat, karena ternyata pada saat kita ingin member kepada sesama kita maka tugas kita belum selesai, sebaliknya jika kita merasa sudah cukup memberi maka kita akan hilangan semangat lagi dalam hidup ini.

Dalam pandangan The7Awareness, kita semua memiliki motivasi dalam bekerja penuh semangat salah satu penyebabnya adalah karena kita ingin memberi lebih kepada orang-orang yang sangat kita cintai, mereka adalah orang-orang yang hadir pada saat kita sulit maupun senang. Dalam kehidupan kita wajah-wajah meraka selalu hadir, dari orang tua kita yang selalu memberikan yang terbaik kepada kita, pasangan yang kita ingin bahagikan selalu dan keluarga besar kita yaitu anak sampai keponakan kita dan sebagainya. Pertanyaanya adalah bagaimana jika kita telah sampai memberikan semua kepada mereka yang kita cintai? Hal ini bisa menimbulkan kebuntuan motivasi dalam hidup kita. Siapa lagi yang harus kita bantu dan beri.

Hal inilah ditekankan pentingnya kita memberi dan melayani sesama kita tanpa pandang bulu. Hal inipun diingatkan oleh Nabi dalam sebuah haditsnya berbunyi “Barangsiapa menyayangi sesamanya di bumi, maka penghuni langit akan menyayanginya”. Jika motivasi memberi kita hanya lingkup kecil sebatas keluarga besar kita, maka motivasi kitapun hanya sebatas keluarga, sebaliknya jika motivasi kita besar yaitu untuk memberi kepada sesama manusia yang membutuhkan maka akan menimbulkan dampak yang luar biasa.

OMA dalam memberi

Dalam training The7Awareness, untuk menimbulkan kesadaran memberi yang terpenting adalah menemukan One Minute Awareness (OMA) sebuah menit yang mencerahkan dirinya untuk memberi kepada orang lain. Setiap orang memiliki satu menit yang membuat dirinya ingin memberi banyak kepada orang lain, saya memiliki seorang sahabat yang sekarang menjadi salah satu CEO di BUMN. 20 tahun yang lalu katanya OMA itu terjadi, ketika ia masih menjadi pegawai biasa dan seringnya dirinya dikuasai oleh rasa malas dalam bekerja, suatu sore ia diminta pulang ke rumah, ternyata anak pertamanya yang berusia 9 bulan sakit panas, lalu ia bersama istrinya membawa anaknya ke sebuah rumah sakit, ternyata ketika hampir sampai rumah sakit, ia berpikir bahwa rumah sakit pasti biayanya mahal, maka ia memilih sebuah klinik kecil yang tidak jauh dari rumah sakit, maka ia minta supir taxi keluar dari parkir rumah sakit dan menuju klinik tersebut, namun justru pada saat ia dan istrinya akan keluar dari taxi menuju klinik, anak pertamanya yang sedang ia bawa meninggal di pangkuanya.

Sejak kematian anak pertamanya ia akhirnya putuskan harus membayar mahal kesalahannya pada anaknya dengan cara memberi atau menolong anak-anak kecil yang sedang sakit, sampai sekarang. Kematian anaknya adalah OMA baginya, sebuah titik balik yang merupakan teguran dari Allah untuknya agar berubah. Setiap orang sebanrnya memiliki OMA dalam memberi, hanya saja ada yang sudah menggalinya ada yang sama sekali tidak menggali kekuatan OMA dalam diri kita.

Jika kita telah memiliki Satu Menit Yang Mencerahkan (OMA), maka tugas berikutnya adalah BM (Berpikir Memberi)-BTM(Bertindak Memberi) dan MI(Memberi Ikhlas). Semua berawal dari berpikir, jika kita sering berpikir apa yang bisa saya berikan kepada orang yang sedang membutuhkan, maka Allah akan membukakan jalan untuk anda memberi kepadanya dengan cara yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Rumus yang berhubungan dengan memberi adalah Gema kehidupan, seperti halnya anda teriak di tebing-tebing sebuah pegunungan, maka ketika kita teriak “ Saya lelah” maka akan mentul kepada kita ‘lelah, lah, lah,lah’ berkali-kali, kehidupan juga serupa jika anda memberi banyak maka akan mendapatkan lebih banyak lagi, jika anda mengurangi banyak maka anda juga akan mengalami kerugian berkali-kali dalam hidup anda, karena pada hakikatnya pada saat kita memberi, orang yang paling membutuhkan adalah diri kita sendiri.

Setelah berpikir memberi langlah berikutnya adalah bertindak memberi, jangan tunda atau menunggu untuk memberi, setiap saat anda bisa memberi atau membantu sesama anda, karena saya percaya tidak ada yang namanya kebetulan dalam hidup ini, semuanya adalah terencana dengan indah dan baik. Setiap anda menunda untuk memberi, maka anda juga menunda pintu-pintu rizki anda sendiri. Untuk terkahir kalinya adalah memberi dengan ikhlas. Inilah bagian terpenting dalam hidup kita. Jika kita memberi banyak namun tidak dengan tulus ikhlas maka terkadang kita selalu ingin dibalas oleh orang yang kita bantu atau beri, sebaliknya jika kita ikhlas dalam memberi maka akan muncul kebahagiaan sekaligus kenikmatan dalam hidup kita, mau tunggu apa lagi, ayo lakukan segera, dari yang terdekat anda. Sebagai penutup, saya sering mengingatkan tentang makna kebahagiaan kepada banyak orang dengan kalimat ini

“Mau bahagia sehari pergilah memancing

Mau bahagia satu bulan, menikahlah lagi

Mau bahagia satu tahun, mintalah warisan

Dan mau bahagia selamanya, cintai dan sayangilah orang lain”

Profil Singkat Rumah Kesadaran

Nanang Qosim Yusuf adalah pendiri sekaligus penulis buku The7Awareness. Trainingnya telah digunakan sebagai panduan untuk menjadi manusia diatas rata-rata. PERTAMINA, PLN, TASPEN, ELNUSA, BUMI PUTRA, TELKOM, DPRD, dan perusahaan lainya telah menemukan kesadaran. Saat ini alumninya telah mencapai 30.000 orang lebih yang tersebar di seluruh dunia. Pada tahun 2009, tepatnya bulan april Naqoy (Nanang Qosim Yusuf) mendapatkan rekor MURI sebagai pembicara dengan peserta terbanyak 18.000 orang yang mengikuti trainingnya selama dua hari. Bersama timnya Nanang Qosim Yusuf sedang mempersiapkan sebuah sekolah (Pesantren) Kesadaran 3 tahun yang akan datang. Untuk informasi hub RUMAH KESADARAN (021-5401821, 081905666479) web : www.rumahkesadaran.com atau www.naqoy.blogspot.com, email: the7awareness@rumahkesadaran.com.

Tagged
Different Themes
Written by Naqoy

Founder And Master Trainer The 7 Awareness

0 comments