Open top menu
Tuesday, December 15, 2015

PNS MOJOKERTO
Setelah sholat subuh sejenak menikmati pemandangan indah di Mojokerto, Hotel Raden Wijaya Mojokerto bukan hotel bertingkat tinggi yang banyak lantai, saya sendiri di lantai 2 ruang SUPER VIP seringkali saya merenung sejenak tentang nasib dan takdir, seperti yang belum lama ditanyakan oleh salah satu peserta pelatihan d
ari Kota Tangerang Selatan yang belum lama diadakan "Apa bedanya Nasib dengan Takdir", Saya ingin mencontohkan bahwa takdir sesuatu yang tidak bisa dirubah sementara nasib adalah sesuatu yang bisa dirubah.
Saya memiliki ayah seorang tukang becak adalah takdir, saya tidak bisa marah dan komplain, satu satunya jalan adalah saya menerimanya dengan ikhlas dan penuh syukur. Ketika saya ikhlas maka muncul kekuatan yang bahkan sering sulit kita bayangkan.
Sementara saya ingin suatu saat bapak tidak menarik becak lagi adalah nasib, dengan kerja keras, ketekunan, mau belajar terus dan rendah hati dalam bersikap akan mendorong kita memiliki nasib yang lebih baik.
Nasib baik dimulai dari bagaimana cara berpikir, ketika berpikir positif akan menuntun kita memiliki tindakan yang positif, setiap tindakan yang positif akan membentuk karakter, disanalah pentingnya sebuah karakter hebat untuk mengubah nasib yang hebat.
Saya sendiri memformulasikan dalam buku 21days tobe transhuman, buku 21 hari membangun karakterm diatas rata-rata. Semangat inilah yang saya akan bagikan kepada para PNS Mojokerto untuk melatih mereka menemukan One Minute Awareness.
Mojokerto, 16 Desember 2015
Tagged
Different Themes
Written by Naqoy

Founder And Master Trainer The 7 Awareness

0 comments