Full width home advertisement

Berita

Article

Post Page Advertisement [Top]


Sebenarnya saya menyoroti kasus seperti pedhepokan Kanjeng Dimas dan yang lainya sejak 10 tahun yang lalu, dua tahun sebelum buku pertama saya lahir The7awareness, dalam istilah saya dan tulisan saya adalah fenemona 'New Age", sebuah terobosan yang menawarkan kedamaian hidup dengan pola-pola spiritual tanpa dibungkus agama, New Age menjadi harapan baru bagi mereka yang tidak mau kaku dengan panduan kebahagiaan yang ditawarkan oleh syariat agama seperti sholat dll, mereka seringkali melogikakan sudah terlalu dekat bahkan sangat dekat dengan Tuhan sehingga tidak membutuhkan jalan-jalan manual (syariat) seperti itu, mereka membayangkan bagaikan memiliki akses khusus yang disebut jalan TOL. Nah, disinilah titik jurang antara mereka yang mengklaim dekat dengan Tuhan dan tidak membutuhkan jalan-jalan biasa. Bagi mereka yang tetap dijalan agama dg jalan syariat seperti menjalankan sholat, puasa dll percaya bahwa proses ini tidak mungkin dan tidak boleh dilewati,Disinilah peran para Ulama dan Pesantren yang sangat berarti bagi negeri ini, bahkan dicatat dan direkam dalam sejarah bagaimana revolusi jihad santri dulu untuk memperjuangkan negeri agar mendapatkan kemerdekaan RI yang kita nikmati saat ini.

Hanya saja istilah santri ini kemudian diplesetkan oleh Dimas Taat Pribadi, saya sendiri sebagai santri dari Pondok Pesantren Munjul Astanajapura Cirebon ikut protes bahwa istilah santri yang Dimas Taat Pribadi katakan bukanlah santri yang seperti dilewati oleh mereka yang mondok di pesantren. Istilah-istilah agama yang dengan tujuan duniawi saya melihat harus disikapi oleh pihak yang berwajib, sehingga kemurniaan ajaran agama tidak mudah dinistakan oleh para oknum yang menggunakan simbol agama namun sebenarnya sama sekali tidak ada Tuhan dihatinya, hatinya ada satu Tuhan yaitu Uang (Duit).
Kegelisahan manusia -manusia modern yang memiliki banyak harta namun tetap tidak memiliki Nafs muthmainah membuat mereka mudah tergoda oleh iming-iming kenikmatan sesat, dari mulai penggadaan uang, narkoba sampai sex bebas. Inilah fenomena dari krisisnya manusia modern yang selalu mencari pintu damai, padahal apa yang mereka cari semua telah tersedia dalam kitab suci Al-Quran sebagai pegangan dan petunjuk kehidupan ini, bahkan Role modelnya telah nyata ada yaitu Nabi Muhammad SAW, hanya saja lagi-lagi manusia seringkali tidak pernah puas bahkan mencari sesuatu yang baru yang seolah-olah meyakinkan namun sebenarnya adalah ilusi.
Jika Padhepokan seperti Kanjeng Dimaspun ditutup tidak ada jaminan bahwa gejala ini akan berakhir, selama manusia modern memiliki krisis dalam jiwanya maka tawaran-tawaran duniawi selalu datang menggoda manusia untuk melupakan hakikat dirinya sendiri, manusia lupa bahwa dalam kualitas tanah lempungnya manusia adalah tercipta dari nur Ilahi yang suci dan murni.
____________________________________
GABUNG YUK DI TRAINING THE7AWARENESS MELATIH JIWA YANG TENANG ANGKATAN 80 TGL 21-23 OKTOBER 2016 DI JAKARTA. Hub 081905666479, 081287475463, WA. 087878289001

PROFIL TERBARU NAQOY (MASTER TRAINER THE 7 AWARENESS)

Bottom Ad [Post Page]