Open top menu
TRAINING GRATIS FROM ZERO TO HERO BUKU TERBARU "MY NAME IS NAQOY" BUKU KARYA NANANG QOSIM YUSUF TRAINING ONE MINUTE AWARENESS UNTUK RAKER/RAKOR TRAINING PUBLIC EXECUTIVE THE7AWARENESS DAPATKAN BUKU MY NAME IS NAQOY, HUBUNGI NOMOR YANG TERTERA TRAINING THE7AWARENESS CHARACTER BUILDING THE7AWARENESS CLIENTS KARYA NANANG QOSIM YUSUF KARYA NANANG QOSIM YUSUF KARYA NANANG QOSIM YUSUF KARYA NANANG QOSIM YUSUF KARYA NANANG QOSIM YUSUF KARYA NANANG QOSIM YUSUF KARYA NANANG QOSIM YUSUF KARYA NANANG QOSIM YUSUF KARYA NANANG QOSIM YUSUF
Sunday, March 29, 2020
AFIRMASI  VIRUS CORONA BERHENTI SEBELUM RAMADHAN


Afirmasi bersama
Dengan kedisiplinan dari kita semua Insya Allah kita bisa melewati virus Corona, dan kita berdoa kepada Allah semoga Ramadhan besok Umat Muslim di seluruh dunia bisa melaksanakan puasa ramadhan tanpa ada virus Corona #aamiin


Read more
Garda terdepan melawan virus Corona Oleh :NAQOY


Garda terdepan melawan virus Corona

Oleh :NAQOY



Sejak Virus Corona mewabah di Indonesia, ibarat sebuah peperangan maka garda terdepan disebutkan adalah para tenaga medis yang bahkan harus mengorbankan jiwanya untuk menyelamatkan orang lain. Saya sendiri menyebut sahabat dokter, perawat dan sta
f tenaga kesehatan adalah pahlawan masa depan, karena apa yang mereka perjuangkan adalah untuk sebuah masa depan.

Semalam saya saling menyapa seorang teman melalui WhatsApp dan banyak berdiskusi ikut berkontribusi mengatasi virus Corona, teman saya mengatakan
"Kita harus banyak bersyukur karena tenaga medis lah garda pertama melawan virus Corona" katanya.

Mendengar kalimat tersebut saya tidak langsung setuju. Saya justru mengatakan kepadanya
"Garda terdepan melawan virus Corona adalah masyarakat yang menemukan kesadaran".
Teman saya semakin penasaran "maksudnya?"

"Iya, justru menurut saya para tenaga medis lah sebagai garda terakhir perjuangan melawan Corona, kalau bisa justru kita sebagai masyarakat bisa menekan penularan virus ini sehingga tidak banyak yang dikirim ke RS rujukan virus Corona" saya melanjutkan.

"Masalahnya masyarakat kita belum pada sadar bahkan diminta tinggal dirumah saja masih susah dan tetap tidak menjaga jarak" teman saya mengatakan.

"Oleh karen itulah maka garda terdepan kita adalah kesadaran masyarakat bahwa kita sedang menghadapi musuh nyata yang berat dan tidak terlihat, ketika garda terdepan yaitu masyarakat sadar dan mulai saling menjaga, mengingatkan, memotivasi dan memberikan pencerahan bahwa setiap kita bisa saja tertular maka para tenaga medis tidak kewalahan seperti ini" jawab saya.

"Jadi bener juga yah mas Naqoy, garda terdepan adalah kita dan garda paling ujung dan terakhir adalah tenaga kesehatan" teman saya mulai mengikuti dan mehamami apa yang saya sampaikan.

Ibarat perang Lord of the ring, kitalah pasukan paling depan yang membawa tombak tombak panjang, kalau kita kalah dan meremhkan maka akhirnya musuh menyerang dan masuk ke kawasan kita dan akan berperang dengan pasukan elit terlatih yaitu dokter. Tapi kalau kita kuat dan bisa mengalahkan mereka (virus) tentu saja tidak sebanyak ini pasien Corona di Indonesia.

"Lalu bagaimana membangunkan kesadaran masyarakat mas Naqoy ? " Teman saya penasaran .

"Kesadaran itu ada yang dapatnya langsung cepat dan ada yang dibentuk oleh latihan dan ada juga karena dorongan komunitas" saya menjawab .

"Jadi tidak bisa menyamaratakan bahwa semua masyakarat harus sama memiliki kesadaran terhadap Corona, hanya saja yang sudah menemukan kesadaran diharapkan menjadi penjaga bagi yang lainya, seperti sekarang banyak aktif kordinasi RW RW yang mengontrol warganya, itupun bagian nyata dari memutus penyebaran virus Corona". Saya menjawab.

Jadi, mari saling menjaga, saya percaya dengan saling menjaga dan kompak maka virus Corona akan kewalahan melawan kita, jangan sebaliknya belum apa-apa justru kita ribut oleh hal hal yang tidak penting".
Read more
Friday, March 27, 2020
Sebuah rahasia terungkap Tentang virus Corona adalah Thanos.

Sebuah rahasia terungkap
Tentang virus Corona adalah Thanos.
Oleh NAQOY


Virus Corona tentu memiliki dampak yang tidak terlihat awalnya namun sekarang kita menyaksikannya benar benar nyata terutama dalam hal anjlognya ekonomi baik perorangan atau sebuah negara namun jika kita mau merenung sedikit saja ternyata Corona pugan hanya satu pesan ilahiyah untuk mahluk di bumi yaitu Persatuan.
nya dampak positif seperti dampak perpecahan dan permusuhan hilang , semua kekuatan bersatu untuk mengalahkan, layaknya film Avanger melawan Thanos. Jangan jan
Iran vs Amerika , China vs Amerika , Pakistan vs India, Jepang vs China. Ketika Jepang memulangkan warganya dari Wuhan China pertama kali tentang Corona pertama kali, diinformasikan bahwa Jepang membawa Ribuan masker untuk China dalam sambutanya bahwa permusuhan tidak ada nilainya dengan kemanusiaan.
Kini semuanya memiliki satu musuh yaitu Corona, akhirnya kebencian bisa saja menjadi cinta diantara kita oleh Corona, layaknya Thanos yang sekali klik aja semua dunia hancur, pada ujungnya Avanger bisa mengalahkan Thanos ketika merasa menyatukan energi dan fokus.
Yah Avanger bahkan harus Beratus kali mengatur strategi mengalahkan Thanos, jadi sikap meremehkan virus tentu saja bagian dari sedang mempertontonkan kematian sia sia yang bukan karena wabah namun karena keteledoran dan sikap meremehkan musuh.
Fokus pada solusi dan kita semua disiplin terhadap solusi itu adalah hal yang harus diambil oleh pemerintah dan kita sebagai warga akan mengikuti aturan tersebut.
Berhentilah menyalahkan siapa?, Karena negara sehebat Amerika pun tidak siap ketika virus datang, terbukti APD di Rumah sakit Amerika mulai kehabisan dll, tentu saja setiap kejadian termasuk virus ini pada ujungnya akan membagi dua hal apakah kita bisa jadikan virus Corona sebagai One Minute Awareness atau sebaliknya One Minute Non sense.
Love
Naqoy Point Center.
Read more
Wednesday, March 25, 2020
APAKAH KITA SIAP LOCKDOWN ATAU KITA TINGKATKAN KESADARAN MENGHADAPI VIRU...




Lockdown adalah istilah keren hari ini, karena banyak negara menggunakan istilah tersebut, tapi apakah dampak lockdown tersebut semudah memetikan tangan 'thanos" tentu saja tidak. Mungkin itulah yang dipikirkan oleh Predisen Jokowi mengapa tidak memilih opsi Lockdown. Kita simak yuk apakah NAQOY setuju lockdown atau ada opsi lainya. 
Read more
PROFIL NAQOY-NANANG QOSIM YUSUF

Namanya sekakin berkibar ketika mendapatkan Rekor MURI sebagai Motivator dengan peserta terbanyak 18.000 di Istora Senayan tanggal 26-27 September 2009 lalu. 

Rekor sebelumnya dimiliki oleh Andre Wongso sebagai pembicara dengan peserta 13.000 orang pada tahun 2003, sementara Naqoy berhasil mengumpulkan peserta sampai 18.000 orang di Istora Senayan. Pria yang dulunya adalah penjaga sepatu dan marbot di masjid fathullah UIN Jakarta kini menjadi salah satu nara sumber yang laris diminta oleh perusahaan baik BUMN maupun luar negeri. Buku-bukunya sudah banyak beredar dari The7Awareness, One Minute Awareness dan 21 days tobe transhuman, awal tahun 2020 buku terbarunya bejudul "Unconditional Happiness" telah banyak dinanti oleh para pengemarnya. Ingin mengundang Naqoy hub 081905666479, 081287475463
Read more
Saturday, March 21, 2020
HANYA ADA SATU ALASAN UNTUK VIRUS CORONA BY :#NAQOY

Tidak ada yang namanya kebetulan, bagi saya dan juga bagi anda yang meyakini. Allah selalu mempersiapkan dengan indah, rapih dan luar biasa, bahkan karena luar biasanya terkadang kemampuan otak kita tidak bisa menangkapnya. 

Seperti halnya virus Corona yang juga dikenal Covid-19, dari awal menjadi wabah sekitar China terutama daerah Wuhan, lalu
bergeser ke Eropa, Timur Tengah, Amerika dan Asia.

Uniknya ketika Wuhan menginformasikan  dunia bahwa virus Corona di Wuhan mulai turun drastis bahkan rumah sakit darurat yang dibuat dadakan di Wuhan kembali kosong, para tenaga medis kembali ke kota masing-masing dengan penuh heroik dan luar biasa menginspirasi. Namun   di Itali virus ini sedang mencapai puncaknya.

Dalam sehari di Itali seperti diberitakan di CNN meninggal 800 orang, sudah lebih dari 4000 orang di Itali meninggal karena virus Covid-19.Berbeda dengan Indonesia yang angka-angkanya juga mulai naik setiap harinya, pertanggal hari ini, minggu, 22 maret 2020 di Detik.com diinformasikan sebanyak 450 kasus positif virus Corona, sementara yang meninggal 38 dan yang sembuh sebanyak 20 orang. 

Jika Malaysia memilih Lockdown indonesia memilih tidak, pemerintah mengerahkan semua sumber daya untuk melawan virus Covid-19 ini. Jika melihat perkembangan virus yang sudah mencapai angka menakutkan banyak orang yang akhirnya berpikir ini semuanya akan terus membesar dan tidak akan ada ujungnya. 

Saya menjawab "tidak", justru virus Corona ini bisa berakhir jika kita memiliki kesungguhan dalam semua pihak. Jika Virus ini dijadikan sebagai One Minute Awareness, maka kita semua sepakat hanya ada 1 alasan untuk virus ini "tidak ada alasan". Dalam Buku One Minute Awareness dijelaskan bahwa "Orang gagal punya ribuan alasan, sementara orang sukses hanya ada 1 alasan yaitu tidak ada alasan". 

Siapa saja yang harus ada 1 alasan :

1. Pemerintah, demi menyelesaikan dengan cepat virus ini maka apapun caranya dan bagaimanapun cara melawanya pemerintah hanya ada 1 alasan yaitu tidak ada alasan. Pemerintah pusat, provinsi dan daerah fokus kepada bagaimana menyelamatkan masyarakatnya dari virus ini, ambil keputusan yang tegas dan terukur seperti larangan warga keluar rumah jika keluar akan ada denda hukuman, baik penjara maupun  keluar uang berjuta-juta sehingga warga akan diam dirumah sesuai perintah. 

2. Masyarakat, demi berhentinya wabah virus Copid 19 maka kita sebagai masyarakat untuk tetap dirumah selama 14 hari dan selalu menggunakan APD jika harus keluar dari rumah seperti belanja kebutuhan pokok dll. Jangan meremahkan, ingat hanya ada satu alasan.  Jangan banyak alasan yang akhirnya kerumunan dan pertokoan masih ramai, ingatlah bahwa virus ini adalah musuh bersama, seperti layaknya perang hanya saja kita tidak tahu dimanakah musuh itu berada. Semakin masyarakat patuh tinggal di rumah, itu berarti kita juga meringankan tim medis dan membiarkan yang berhak ke RS adalah mereka yang benar-benar layak diberikan pengobatan seperti orang yang sudah tua dan terkena virus atau mereka yang memiliki penyakit pernapasan sebelum virus ini ada. 

3. Tim Medis. Inilah para pejuang masa depan, mereka bukan hanya pejuang kesehatan namun mereka adalah panglima tertinggi menghadapi virus corona, seperti halnya ikrar janji para dokter dan tim medis lainya, saya percaya mereka juga fokus hanya 1 alasan yaitu tidak ada alasan. Saya sendiri mengenal para dokter sejak kerjasama training The7Awareness dengan PERSI-PERHIMPUNAN RS INDONESIA yang diketuai oleh Dr.Kuntcoro AP,M.Kes. Mereka para dokter memiliki intergitas tinggi dan komitmen kepada negeri tidak usah diragukan, saya percaya mereka bisa melewati masa berat ini, saya mendoakan yang wafat menangani Corona menjadi syahid dalam kematianya. 

4. Tim Keamanan, karena ini adalah perang maka tim keamanan negeri dari Tentara, Polisi dan serta satpol PP juga melakukan pengawasan baik terhadap orang luar negeri yang masuk ke Indonesia maupun orang Indonesia yang masih belum sadar bahaya virus Corona. Edukasi melalui mobil jalan mapun mendatangi kerumunan dan diarahkan menjadi hal yang melelahkan namun menjadi ibadah dikemudian hari buat mereka. 

Jika negeri sedang darurat oleh virus maka semua pihak dipanggil untuk berperang bersama sesuai kemampuan dan kapasitasnya. Perjuangan saya adalah menahan diri saya dan keluarga untuk tidak keluar rumah sebisa mungkin serta memberikan motivasi kepada masyarakat tentang hal-hal yang berhubungan dengan virus Covid 19, mungkin anda seorang dokter tentu saja berbeda bentuk jihad melawan virus ini. 

Bersama-sama kita bisa, jika Wuhan bisa, maka Indonesia juga bisa melewati semua ini dengan kebersamaan yang dibungkus kesungguhan dan kedisiplinan. 

Read more