Open top menu
Thursday, September 11, 2008


Pesantren kilat..!? yah mungkin nama ini sudah tidak asing bagi telinga kita, malah mungkin kita sudah sering mengikutinya. Dari mulai shalat berjamaah, tadarrus al-qur’an, kajian keagamaan, kiamullail, diskusi, games, sampai dengan out bond segala. Yah pernak-pernik Ramadan itulah yang menjadi agenda sebagian besar masjid-masjid ataupun mushalla dalam mengisi kegiatan ramadan. Namun pertanyaannya kegiatan rutin yang tiap tahun di laksanakan tersebut seberapa jauh berdampak pada peserta? Jangan-jangan itu hanya sebuah agenda formal belaka, berlomba-lomba antara masjid yang satu dan yang lainnya dalam mengisi kegiatan Ramadan. Para peserta baik yang anak-anak ataupun yang orang tua mengisinya tidak lebih dari sekedar refreshing, hiburan, "dari pada BeTe di rumah".
Tidak ada yang salah dengan pesantren Ramadan walaupun sangat singkat (rata-rata 2 hari) pesantren Ramadan sedikit banyak mewarnai kegiatan Ramadan dengan positif, mereka sudah berusaha untuk membangun sebuah kegiatan positif dengan harapan ada perubahan dalam diri peserta yang mengikutinya.
Tidak demikian dengan yang dilakukan Rumah Kesadaran Indonesia, yah pesantren Ramadan yang di gelar kali ini benar-benar special. Bagaimana tidak, pesantren yang di beri nama dengan Awareness of Ramadan ini sangat berbeda dengan pesantren kilat pada umumnya baik materinya maupun metodenya.
Kenapa berbeda?
Pesantren kilat fersi Rumah Kesadaran ini di lakukan di luar kota tepatnya di kota cimelati, lido, Sukabumi, Jawa Barat, di Villa-nya Pak Ishadi SK (Presdir TransTV), tgl 20-21 (dua hari 1 malam) sabtu-minggu, september 2008. Peserta akan di jemput di lokasi yang disepakati bersama. Pesertanya juga sangat terbatas maksimal hanya 30 orang.
selain materinya yang sangat khusus, acara ini langsung di gembleng orang yang sedang naik daun siapa lagi kalau bukan penulis buku awareness of ramadan bpk. Nanang Qosim Yusuf (mas naqoy) sang Penutur Kesadaran Indonesia, juga oleh Ibunda Prof. Dr. Hj. Ismah Salman Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah.
Para peserta akan dibimbing bagaimana puasa kita kali ini benar-benar bisa bermakna seperti yang dimaksud Ramadan itu sendiri bulan yang penuh berkah, maghfirah, bulan yang penuh dengan kemuliaan, dengan menggunakan metode Psikologi Transpersonal 3T.
Tafakkur (contemplation/merenung tentang diri sendiri), mari kita merenung bagaimana kita dalam 11 bulan yang lalu, atau bahkan tahun2 sebelumnya, jangan-jangan ada kejadian-kejadian yang membuat kita kecewa, sakit hati, bahkan dendam yang tersimpan yang terbawa sampai Ramadan kali ini, disini kita akan dituntun untuk melepaskan semua itu.
yang kedua adalah tadabbur (extrospection/merenung keluar), bukan hanya perenungan kedalam diri yang penting, tapi perenungan keluar juga sangat penting, ada orang lain disekitar kita, ada hewan disekitar kita, ada tumbuhan disekitar kita, ada alam disekitar kita, lalu bagaimana seharusnya kita berinteraksi yang seimbang dengan mereka, sehingga terjadi keindahan yang luar biasa.
Dan t yang ketiga adalah Tasyakkur (apretiation of life/merayakan syukur dengan perbuatan) syukur tidak cukup hanya dengan terimakasih dan Alhamdulillah saja, syukur adalah kita merayakan dengan hati yang ihlas apapun yang terjadi dengan kita, semua adalah indah bukan lagi baik, jika sudah demikian maka benarlah dia mendapat kemenangan dengan idul fitrinya.
Dalam awareness of Ramadan (juga dalam The Heart of 7 Awareness) disebutkan bahwa ternyata manusia pada dasarnya lahir dalam kebahagiaan, dante menyebutnya sbg pardiso, namun krena kelemahannya manusia akhirnya harus jatuh kealam kesengsaraan atau purgatorio, namun jika manusia itu mampu menyadari dan berbuat baik, maka ia akan kembali kealam kebahagiaan yang kekal yaitu inferno. Seperti contoh nabi Adam ketika di syurga, karena kelemahannya dia akhirnya tergoda, diturunkan ke bumi kemudian bertaubat, dan akhirnya kembali ke kebahagiaan sejati. Kita juga sama, ketika di kandungan atau alam kebahagiaan (rahim), dialam ini semua manusia benar-benar nyaman, bahagia. Pada saat kita lahir kita masuki alam dunia atau alam kelemahan, di alam dunia ini kelemahan-kelemahan kita terjadi, namun dari 12 bulan dalam setahun, ada satu bulan yang Allah kasih untuk manusia yaitu bulan Ramadan sbg alam purgatorio (pengampunan), kelak ketika kita mampu menjadi diri yang baik, muttaqin, insya Allah kelak kita masuk kealam inferno syurga yang abadi.
Itulah sepenggal materi yang akan didapatkan peserta awareness of Ramadan, selain itu ada juga sesi Buka Bersama Anak Yatim dan duafa, kemudian menyumbang pembangunan masjid setempat.
Berbeda bukan..?
Bismillah, Pengen tau serunya, segera daftarkan diri anda ke 021 53672943 atau 081905666479 Peserta terbatas!!!
Tagged
Different Themes
Written by Naqoy

Founder And Master Trainer The 7 Awareness

1 comments

  1. aa'rafiq says:

    Ramadhan sebagai bulan ampunan/forgatorio,bisa dibaca lengkap dibuku Cak Nur 30 sajian Bulan ramadhan, insyaallah akan didapati istilah yang komplit.