Open top menu
Sunday, October 4, 2015

REVOLUSI MENTAL
Oleh : NAQOY (Nanang Qosim Yusuf)
Master Trainer The7Awareness, Founder RUMAH KESADARAN, Pemecah REKOR MURI Sebagai Pembicara Dengan Peserta Terbanyak 18.000 orang, Pengisi program AWARENESS Setiap hari senin jam 16.00-17.00 di Tahfidz TV. Informasi WA 087878289001, HP. 081287475463, Fb.NAQOY, Nanang Qosim Yusuf, Nanang Qosim Yusuf II, Nanang Qosim Yusuf Full, Twitter @Naqoy website. www.rumahkesadaran.com dan www.the7awareness.com


Seringkali keberkahan hidup bukan lagi tujuan bagi masyarakat modern saat i
ni, hanya materi dan UANG. Bahkan ukuran kebahagiaanpun dipersempit hanya sebatas uang (materi), saya setuju bahwa uang itu penting, kaya itu harus hanya saja kitapun harus menyeimbangkan diri bahwa bukan karena itulah kita bahagia, sekali lagi bukan. Bagi saya kebahagiaan itu diukur bukan seberapa banyak kita menerima namun seberapa banyak kita memberi dengan ikhlas dalam hidup ini. Orang yang terbiasa dibagi maka akan terbiasa membuat konsep bahagia jika dirinya mendapatkan bagian sementara orang yang terbiasa memberi maka akan memiliki pandangan bahwa dengan sedekah, menolong, memberi kehidupan akan lebih terasa bahagia.
            Pola pikir memang sangat manjur menuntun seseorang jatuh ke jurang atau terangkat dengan kehidupanya, saya ingin mencontohkan disini, Saya memiliki 2 orang teman yang memiliki pola pikir tentang sedekah, yah, sama-sama lulusan perguruan tinggi dan sama-sama muslim, yang pertama sebutlah namanya Ardi berpikir bahwa kalau sedekah 2,5 % jika ada sisa dari setiap pengeluaran hidupnya, sementara temanya bernama Rian memiliki pandangan bahwa sedekah itu bukan jika ada sisa namun sedekah direncanakan dengan baik sebagai setiap memiliki uang maka dirinya akan mengeluarkan diawal bukan jika ada sisa, mengapa diawal karena setiap orang bisa mengaturnya, hanya saja yang bersungguh-sungguhlah yang akan memenangkanya.  Sukses itu tidak cukup hanya sebatas niat dan kemauan saja namun jauh lebih dari itu semua adalah sukses membutuhkan TINDAKAN NYATA karena setiap TINDAKAN NYATA kita akan membentuk KEBIASAAN, Nah dari Kebiasaan itulah akan terbentuk sebuah pola yang akan membuat kita sukses yang disebut dengan KARAKTER, dari karakter hebat akan memiliki nasib (masa depan) yang indah.
            Bicara tentang KARAKTER, Saya jadi teringat ketika tahun 2015 ini membantu program SDM-Sumber Daya Manusia di beberapa Kementrian, salah satunya adalah Kementrian Hukum dan HAM RI, selama 3 hari setiap pejabat eselonya dilatih dengan program training The7awareness, sebuah terobosan training yang menggali, menukik kesadaran setiap peserta untuk berubah lebih baik, lebih nyata dan lebih hebat dengan menemukan One Minute Awareness (OMA), Program The7Awareness dijadikan sebagai terobosan pelatihan yang mendorong setiap PNS menemukan REVOLUSI MENTAL.  Bagi saya mereka yang berkarakter kuat, hebat dan terus dilatih dipastikan akan menjadi pribadi yang sukses walau memiliki masa lalu yang mungkin saja buruk.
            Seringkali Mental kita dibentuk oleh keadaan yang sama sekali terlintas dalam pikiran ini  tidak memihak kita, mental dibentuk oleh pangalaman yang sulit namun justru disanalah semuanya dimulai, saya mengutip sebuah istilah dalam buku saya pertama THE7AWARENESS bahwa “Kalau pisau diasah oleh batu, manusia diasah oleh manusia-manusia lainya”, bayangkan kalau pisau sedang diasah oleh batu, maka batu akan jika bisa bicara akan menjerit, teriak dan berkata “sudah, cukup, sakit, sakit”, namun setelah diasah maka pisau akan tajam dan berguna. Kehidupan juga sering serupa, maka dalam buku saya ketujuh ONE MINUTE AWARENESS, Saya tulis bahwa “Yang mengasah manusia adalah manusia lainya”, apa maksud dari kalimat ini, mental kita sering dibentuk oleh orang lain yang bisa saja berupa ujian, fitnah, hujatan, kebencian dan ketidakadilan namun mereka yang ikhlas dan menerima akan memiliki mental yang hebat apalagi itu semua dijadikan alasan yang kuat untuk mengubah nasibnya.
            Untuk REVOLUSI MENTAL yang sedang digaungkan oleh Presiden Jokowi, Saya dan tim Rumah Kesadaran dipercaya oleh Kementrian Hukum dan HAM untuk melatih para pejabatnya dari ESELON III sampai Staf, pendekatan 7 KESADARAN yang dimulai dari Awareness of thinking, silence, success, soul, wisdom,vision dan surrender menuntun para PNS di Kemenkumham RI untuk menemukan TITIK BALIKNYA untuk berubah bukan hanya menjadi pribadi yang GOOD namun GREAT.
            MENTAL yang TEREVOLUSI akan slalu menekankan perubahan lebih baik  bukan sebatas merasa cukup baik, istilah saya mereka siap menjadi GREAT, sebuah kepanjangan dari GIAT, RENCANA, EVALUASI, ACTION, TERBUKA. Mereka yang telah menemukan jiwanya akan menjadi pribadi yang Giat, dirinya sadar bahwa hidup harus diisi dengan semangat dan tujuan, kedua adalah pribadi yang terencana, umur yang terus berjalan membuat dirinya memahami bahwa kalau hidup tidak direncanakan semuanya menjadi tidak terarah, ketiga adalah pribadi yang siap melakukan Evaluasi, siap terbuka dengan perubahan, kritikan dan masukan bukan membuatnya mundur namun dijadikan kesempata untuk maju dan sukses.  Keempat adalah ACTION, semua impianya bisa terwujud pada saat dirinya bukan hanya menunggu dan diam saja namun ACTION, Pribadi yang tercerahkan selalu memaksa dirinya berubah bukan dari luar namun dari dalam hatiny, dan yang terakhir adalah TERBUKA, Inilah penutup sebagai jiwa yang tercerahkan, yah istilah sekarang adalah REVOLUSI MENTAL.
            Jika jiwa telah tercerahkan, maka hidup akan menuntun kita bukan hanya menjadi pribadi yang cukup baik saja, namun menjadi pribadi yang luar biasa, seperti sebuah istilah dalam The7awareness, saya menulisknya tahun 2006 bahwa “Orang sukses adalah orang biasa yang memiliki hati luar biasa”.  


Tagged
Different Themes
Written by Naqoy

Founder And Master Trainer The 7 Awareness

0 comments