Open top menu
TRAINING GRATIS FROM ZERO TO HERO BUKU TERBARU "MY NAME IS NAQOY" BUKU KARYA NANANG QOSIM YUSUF TRAINING ONE MINUTE AWARENESS UNTUK RAKER/RAKOR TRAINING PUBLIC EXECUTIVE THE7AWARENESS DAPATKAN BUKU MY NAME IS NAQOY, HUBUNGI NOMOR YANG TERTERA TRAINING THE7AWARENESS CHARACTER BUILDING THE7AWARENESS CLIENTS KARYA NANANG QOSIM YUSUF KARYA NANANG QOSIM YUSUF KARYA NANANG QOSIM YUSUF KARYA NANANG QOSIM YUSUF KARYA NANANG QOSIM YUSUF KARYA NANANG QOSIM YUSUF KARYA NANANG QOSIM YUSUF KARYA NANANG QOSIM YUSUF KARYA NANANG QOSIM YUSUF
Thursday, December 8, 2022
no image

Tujuan sebenarnya dari sebuah bisnis, kata Peter Drucker, adalah untuk menciptakan dan mempertahankan pelanggan. Sebagian besar manajer memahami hal ini, tetapi hanya sedikit yang berperilaku seolah-olah mereka melakukannya. Di bawah tekanan pendapatan yang tiada henti, mereka sering merasa terpojok, wajib menghasilkan keuntungan cepat dengan mengorbankan kualitas produk, memangkas layanan, mengenakan biaya yang memberatkan, dan jika tidak, meremehkan pelanggan mereka. Jangka pendek ini mengikis loyalitas, mengurangi nilai yang diciptakan pelanggan untuk perusahaan.


Seharusnya tidak seperti ini. Mendapatkan loyalitas pelanggan adalah kepentingan pemegang saham dan manajemen. Riset saya menunjukkan bahwa pemimpin loyalitas—perusahaan yang berada di puncak industrinya dalam Net Promoter Scores atau peringkat kepuasan selama tiga tahun atau lebih—meningkatkan pendapatan kira-kira 2,5 kali lebih cepat dibandingkan rekan industri mereka dan menghasilkan pengembalian pemegang saham dua hingga lima kali lipat di tahun berikutnya. 10 tahun. Namun perusahaan dan investor terus memprioritaskan pendapatan triwulanan atas hubungan pelanggan, karena tiga alasan utama: Aturan pengungkapan keuangan perusahaan publik dan praktik akuntansi perusahaan memerlukan sedikit atau tidak ada pelaporan tentang nilai pelanggan; sebagian besar perusahaan tidak memiliki kemampuan yang dibutuhkan untuk mengelolanya; dan struktur tradisional organisasi menempatkan prioritas fungsional di atas kebutuhan pelanggan.

Akar masalahnya dapat ditelusuri hingga tahun 1890-an dan lahirnya akuntansi keuangan modern, tetapi situasinya memburuk pada tahun 1970, ketika Milton Friedman memperkenalkan usia keutamaan pemegang saham, yang berpendapat bahwa perusahaan ada untuk memaksimalkan nilai pemegang saham. Sejak saat itu, perusahaan telah menyempurnakan sistem dan praktik canggih untuk mewujudkan janji tersebut. Satu dekade yang lalu, Roger Martin, yang saat itu menjadi dekan Sekolah Manajemen Rotman Universitas Toronto, membalikkan gagasan ini. Dia mendukung "zaman kapitalisme pelanggan" baru di mana perusahaan yang mengutamakan pelanggan akan menciptakan nilai yang lebih besar bagi pemegang saham. Dia tidak mempermasalahkan pernyataan dasar Friedman tetapi menunjukkan bahwa penerapan praktisnya telah salah. Pengejaran buta atas nilai pemegang saham telah beralih terutama ke pengelolaan ekspektasi pendapatan investor.

Hanya sedikit yang bertindak berdasarkan visi Martin. Bahkan jika para pemimpin setuju dengan premisnya, mereka cukup khawatir bahwa memprioritaskan pelanggan dapat mengancam pendapatan jangka pendek, menyebabkan para investor memberontak. Lebih lanjut, teknologi, keterampilan operasional, dan sistem pengukuran kinerja yang dibutuhkan baru lahir. Mengejar strategi seperti itu pada umumnya merupakan proposisi yang berisiko satu dekade lalu. Waktunya tidak tepat.

Namun, sekarang, potongan-potongan yang hilang sudah ada di tempatnya: munculnya alat dan teknologi akuntansi baru, perubahan mendasar dalam cara perusahaan mengatur pekerjaan, dan, mungkin yang paling kritis, realisasi di antara setidaknya beberapa investor bahwa pelanggan adalah sumber utama. dari nilai perusahaan. CEO sendiri mulai mengakui ide ini. Pada bulan Agustus 2019, Business Roundtable, yang mewakili banyak perusahaan AS terbesar, mengeluarkan pernyataan tentang tujuan korporasi di mana para anggota memberikan nilai kepada pelanggan, di antara tujuan lainnya, dengan alasan yang sama dengan menciptakan nilai pemegang saham.


Dalam bekerja dengan ratusan perusahaan dalam berbagai industri selama 30 tahun, saya telah mengidentifikasi empat strategi luas yang diandalkan oleh para pemimpin loyalitas untuk kinerja yang unggul. Para pemimpin tersebut menciptakan sistem untuk mengukur nilai pelanggan dan berinvestasi dalam teknologi pendukung yang diperlukan, menggunakan metode pemikiran desain untuk membangun loyalitas pelanggan, mengatur bisnis berdasarkan kebutuhan pelanggan, dan melibatkan organisasi dan pemangku kepentingan—karyawan, anggota dewan, investor—dalam transformasi. Sebelum kita memeriksa masing-masing, mari kita lihat lebih dekat nilai pelanggan.


Akuntansi untuk Pelanggan

“Nilai pelanggan” memiliki beberapa definisi. Saya menggunakan istilah tersebut untuk mengartikan total nilai seumur hidup dari basis pelanggan perusahaan. Perusahaan dapat meningkatkan nilai ini dengan memperoleh lebih banyak pelanggan, mendapatkan lebih banyak bisnis dari yang sudah ada, mempertahankan mereka lebih lama, membuat pengalaman mereka lebih sederhana (dan seringkali lebih murah untuk disampaikan) melalui peningkatan digital, dan sebagainya. Pemimpin visioner yang berfokus pada pelanggan seperti Jeff Bezos dari Amazon, Jim Sinegal dari Costco, dan Jack Brennan dari Vanguard telah lama memahami pentingnya berkonsentrasi pada nilai pelanggan sebagai aset daripada mengejar keuntungan jangka pendek atau pendapatan triwulanan, dan mereka menjadi abadi. pemimpin loyalitas pelanggan dalam proses. Perlu dicatat bahwa sejumlah besar perusahaan yang memimpin loyalitas mampu melawan tekanan pemegang saham, atau menghindarinya sama sekali, karena dipimpin oleh pendiri, dimiliki oleh pelanggan, atau tidak diperdagangkan secara publik.

Perusahaan dapat menghancurkan nilai pelanggan dengan berbagai cara: Untuk meningkatkan pendapatan, perusahaan perangkat lunak perusahaan terkadang membebankan biaya perubahan kepada pelanggan korporat yang dapat meningkatkan total biaya kepemilikan hingga tiga kali lipat dari tawaran awal. Untuk memangkas biaya tenaga kerja, call center sering memberikan insentif kepada agen untuk meminimalkan waktu penanganan panggilan. Untuk mengurangi biaya operasional, rantai restoran kadang-kadang mengganti bahan makanan beku dan yang sudah dimasak sebagai pengganti makanan segar dan dibuat sesuai pesanan. Keuntungan yang dihasilkan mungkin terlihat bagus pada laporan laba rugi. Taktik semacam itu bahkan dapat menyebabkan pertumbuhan pendapatan jangka pendek. Tapi mereka juga menakut-nakuti calon pelanggan, mendorong pembelotan, dan membuat perusahaan rentan terhadap perburuan oleh pesaing yang berpusat pada pelanggan.



Mengingat pentingnya nilai pelanggan, para pemimpin harus melacaknya seketat mereka melacak aset utama lainnya, seperti bangunan, mesin, inventaris, dan sekuritas yang dapat dipasarkan. Mereka juga harus mengungkapkannya dalam rilis pendapatan triwulanan dan tahunan mereka dalam format yang konsisten sehingga investor dapat membuat penilaian yang tepat tentang kinerja perusahaan dan bagaimana perbandingannya dengan rekan-rekan industri. Tetapi sebagian besar perusahaan salah percaya bahwa mengukur nilai pelanggan terlalu sulit atau mahal. Mereka terus mengandalkan tradisi akuntansi berusia berabad-abad yang menekankan aset fisik dan keuangan, dan baik laporan laba rugi maupun neraca tidak menawarkan banyak visibilitas ke dalam nilai pelanggan perusahaan. Akan tetapi, ketika investor menyadari pentingnya nilai pelanggan, banyak perusahaan tahap pertumbuhan yang bersiap untuk IPO—sebagian besar berfokus pada memperoleh pelanggan sehingga mereka tidak menguntungkan—sekarang secara eksplisit mengarahkan perhatian investor pada keberhasilan dalam menumbuhkan nilai pelanggan mereka. basis. Tim saya di Bain memeriksa pengajuan pendaftaran S-1 SEC dari 309 perusahaan yang sedang mempersiapkan penawaran saham publik pada tahun 2018. Hampir seperempatnya menyertakan metrik non-GAAP seperti jumlah pelanggan aktif, pelanggan baru yang diperoleh, pembelian per pelanggan, dan pendapatan per kelompok pelanggan baru.

Beberapa perusahaan publik, seperti Costco, AMC Entertainment Holdings, Humana, dan American Express, semakin sering melaporkan berbagai jenis metrik nilai pelanggan. Sebagian besar perusahaan telekomunikasi—termasuk Verizon, AT&T, dan T-Mobile—melakukan hal yang sama. Perusahaan utilitas E.ON melaporkan jumlah pelanggan dari tahun ke tahun dalam keuangan yang diaudit. Laporan tahunan 2018 mencatat penurunan 200.000 pelanggan di Inggris dan peningkatan 100.000 di Jerman, sementara wilayah lain datar. “Sebagai perusahaan yang berfokus pada pelanggan,” kata E.ON, “kami melihat kemampuan kami untuk mendapatkan pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan yang sudah ada sebagai hal yang penting untuk kesuksesan kami.” E.ON mulai melacak metrik loyalitas pada tahun 2013 dan mengungkapkan kinerjanya relatif terhadap pesaing. Raksasa asuransi Allianz telah melakukan itu lebih lama lagi.


Ini adalah permulaan, tetapi karena tidak ada standar atau persyaratan pelaporan nilai pelanggan, investor masih memiliki gambaran yang tidak lengkap. Sebagian kecil perusahaan yang memberikan informasi nilai pelanggan memutuskan sendiri apa yang harus diungkapkan. Selanjutnya, perusahaan dapat menghitung metrik pelanggan secara berbeda atau men-tweak mereka untuk menceritakan kisah yang diinginkan, atau berhenti melaporkannya jika mereka gagal menyelaraskan dengan narasi pilihan perusahaan.


Kami tidak akan benar-benar memasuki era kapitalisme pelanggan sampai badan standar akuntansi keuangan memberlakukan aturan yang memerlukan pengungkapan kesehatan hubungan pelanggan yang andal dan dapat diaudit. Ini telah lama menjadi topik perdebatan di dunia akuntansi. Selama bertahun-tahun Dewan Standar Akuntansi Keuangan, Dewan Standar Akuntansi Internasional, dan lainnya telah berusaha untuk meningkatkan pelaporan aset tidak berwujud termasuk nilai pelanggan. Upaya tersebut secara konsisten menghadapi tantangan terkait metodologi penilaian, perbedaan praktik industri, dan biaya kepatuhan.


Saya mengusulkan pendekatan langsung untuk pengungkapan yang menyederhanakan tugas akuntansi bagi perusahaan dan menempatkan beban penilaian kepada investor.



Read more
Wednesday, December 7, 2022
TRAINING PEMBEKALAN PEGAWAI BPJPH TAHUN 2022






















Sebanyak 200 peserta dari BPJPH berkumpul di Hotel Palace Cianjur untuk mendapatkan pembekalan pegawai untuk mendapatkan semangat di atas rata-rata bersama Pakar Kesadaran Indonesia (Coach NAQOY). Program sendiri berlangsung selama 3 hari sejak tanggal 11 November sampai 13 November 2022. 

JUMAT, 11 NOVEMBER 2022

Hari pertama peserta belajar bagaimana menemukan One Minute Awareness, satu menit yang berharga untuk melahirkan komitmen baru bekerja di atas rata-rata , acara sendiri juga dihadiri oleh Kepala Badan BPJPH  dan para pimpinan di lingkungan BPJPH. Motivasi pegawai BPJPH dalam One Minute Awareness memiliki menfaat diantaranya adalah :
  1. Memberikan semangat baru pegawai BPJPH 
  2. Mendobrak rasa nyaman yang berlebihan dalam bekerja 
  3. Memberikan soft skill sukses di atas rata-rata
  4. Memahami tekanan sebagai modalitas sukses 
  5. Rahasia sukses di atas rata-rata

SABTU , 12 NOVEMBER 2022

Hari kedua dimulai dari pukul 06.00 pagi dengan agenda senam pagi sampai pukul 08.00 Wib, dilanjutkan dengan Outbound The7Awareness . Setelah siang hari acara dilanjutkan dengan materi The7Awareness adalah Awareness of Thinking dan dilanjtkan sampai setelah ashar adalah Awareness of success, agenda malam hari adalah Apreciation of Life dengan materi Awareness of Wisdom dengan pemberian hadiah dan kemenangan sukses. 

MINGGU, 13 NOVEMBER 2022

Hari ketiga adalah hari penting peserta akan mendapatkan materi Awareness of surrender, bagaimana bekerja ikhlas dalam hati. Tepat pukul 13.00 peserta kembali ke tempat masing-masing setelah mendapatkan pembekalan bersama Coach NAQOY, Penulis buku The7Awareness. 

Ingin mengundang Coach Naqoy hub 087878289001, 081287475463
email naqoycenter@gmail.com, www.naqoy.id dan www.rumahkesadaran.com



 

Read more
SAATNYA MENYIAPKAN PERUBAHAN HIDUP SELAMA 21 HARI MEMASUKI TAHUN BARU 2023


SAATNYA MENYIAPKAN PERUBAHAN HIDUP SELAMA 21 HARI MEMASUKI TAHUN BARU 2023

(COACHING LIFE AWARENESS BATCH 128)

 

Tahun baru 2023 hanya tinggal beberapa hari lagi, sebuah Quotes The7Awareness bahwa “Masa depan yang baik adalah milik mereka yang berani melakukan terobosan dan persiapan yang matang”. Kedua hal ini adalah langkah istimewa menuju tahun 2023 yang lebih baik.

 

Bergabunglah dengan ribuan orang yang telah merasakan dan mempraktikan langsung rahasia perubahan diri yang dilatih selama 21 hari bersama Penulis dan Pakar Kesadaran Indonesia (Coach Naqoy).  Kelas bimbingan akan dimulai siang ino tepat pukul 13.00. Selama 21 hari ANDA akan belajar bagaimana OLAH BADAN, OLAH PIKIR, OLAH HATI DAN OLAH JIWA secara bersamaan agar menuju hidup lebih sehat, lebih sukses, lebih bahagia dan lebih siap menuju kemakmuran.

Peserta akan mendapatkan ( Buku 21 days to be Transhuman, Coaching, Training dan Re-peating Learning) selama 21 hari.

Biaya  Rp. 275.000,-

Rek transfer Mandiri atas nama PT. KESADARAN INDONESIA (118-001-004-703-2).

Konfirmasi WA. 087878289001

 

Lihat bagaimana pentingnya panduan 21 hari dalam video terbaru di Metro TV

https://www.youtube.com/watch?v=UWV2LAC-6lg&t=206s

 

 

 


 

Read more
Monday, December 5, 2022
In The Box Leadership, bagian dari No BOX lEADERSHIP WOMAN, COACH NAQOY

 

“Pikiran adalah pelayan yang baik sekaligus majikan yang sangat jahat ”

@naqoy

 



H

Ari-hari dilalui dengan segenap  masalah dan sekaligus keberkahan, pemimpin sejati akan efektif ketika menemukan sebuah tekanan (masalah), masalah yang menurut orang semakin jatuh namun bagi para pemimpin adalah cara cepat untuk belajar. Layaknya sebuah bimbingan belajar kepemimpinan untuk melewati setiap ujian level 1, level 2 dan level berikutnya. Kepemimpinan In The Box, artinya kepemimpinan yang masih dalam kotak-kotak pikiran. Dalam The7Awareness sendiri dijelaskan bahwa pikiran selalu dualitas , jika tidak baik maka akan buruk, mengambil istilah filsafat China adalah Yin Yan.

Kepemimpinan level pikiran ini akan mudah terpengaruh oleh keadaan, dalam Grand Theory The7Awareness disebutkan sebagai pemimpin dalam kerangkeng. Dalam The7Awareness dijelaskan ciri dari level pikiran bagi seorang pemimpin diantaranya adalah

1.     Mudah terpengaruh oleh keadaaan

Stimulus adalah hal yang sering terjadi oleh setiap orang, hanya saja bagaimana seseorang memberikan respon terhadap setiap stimulus itulah yang akan membedakan diatas rata-rata atau sebaatas rata-rata . Perjalanan menemani suami tercinta bertugas dari Calon pegawai (awal menikah) sampai menjadi Camat, Wakil Walikota dan Walikota adalah bukan hal yang mudah dan ringan, banyaknya “stimulus” yang diarahkan kepada Ibu Hj Tini dan Drs.H.Benyamin Davnie dalam bentuk hoax, fitnah bahkan ketidaksukaaan adalah hal yang harus diterima oleh keduanya namun keduanya menjalani dengan senyuman terbaik .

                  Tentu saja jika kepemimpinan diri Hj Tini masih sebatas level (mind), akan mudah terbawa kedalam suasana hati yang reaktif bukan proaktif. Namun kepemimpinan dirinya menunjukan bahwa level dirinya adalah bukan hanya sebatas disini namun jauh lebih mulia dan layak, ketika banyak hoax dan fitnah buruk padanya, melawanya dengan “senyum dan keheningan dan bekerja lebih keras dari sebelumnya.

2.      Memiliki niat yang baik namun sering runtuh di tengah jalan, Orang-orangyaang masih di level pertama ini , sering kita temui adalah orang -orang yang memiliki banyak rencana namun tidak diselesaikan sampai akhir, seringkali hanya memulai namun tidak samoai tuntas, bekerja keras dan cerdas adalah karakternya namun kerjanya tidak tuntas.

Sebagai ketua PKK Kota Tangsel Hj Tini Indrayanthi merasa bertanggung jawab untuk program-program yang dilakukan harus dituntaskan, Pekerjaan jika ditunda bagaikan tumpukan baju yang tidak dicucim hanya akan menumpuk dan menumpuk. Memiliki program kerja yang jelas, terukur dan bisa dijalankan oleh para anggota PKK di Kota Tangsel.  Walau tidak semua program bisa dijalankan dengan sempurna, maka solusinya adalah membuat skala prioritas, manakah yang akan didahulukan dan penting dan manakah yang penting namun tidak harus segera dilakukan.

3.     Tergantung siapa yang membisikan, kepemimpinan dalam diri dibagian pertama ini akan mudah tergantung kepada siapakah yang membisikan ke dalam dirinya, pengaruh lingkungan, teman dan orang-orang yang berada disekitarnya akan menjadkan sebagai landasan keputusan yang diambil.Dalam mengambil keputusan seringkali memilih yang aman dan nyaman , semangat melalukan terobosan relatif minim .

Kepemimpinan No Box Hj Tini Indrayanthi menunjukan hal yang berbeda, melakukan terobosan-terobosan yang seringkali dianggap unik, dan berbeda adalah hal yang tidak lazim namun baginya lebik baik dicoba daripada sama sekali hanya sebatas niat dan angan-angan, seperti contohnya adalah PKK MART , terobosan untuk mengumpulkan produk-produk terbaik UMKM binaan PKK Kota Tangsel.

 

 

4.     Lemahnya komitmen, sebuah kepemimpinan bisa dianggap efektif pada saat memiliki komitmen terhadap apa yang direncanakan dan diusulkan, dalam The7Awareness dijelaskan dibagian pertama “Awareness of thinking” bahwa ketika seseorang memiliki impian mulia dan cita-cita besar, maka akan selalu mengalami ujian dan tekanan sehingga akhirnya melunturkan komitmen dirinya terhadap mimpi tersebut.

Bagi Hj Tini Indrayanthi komitmen dirinya sebagai ibu dan istri aakan dijaga sebaik mungkin untuk mendorong anak-anak sukses dalam pendidikan dan usahanya dan bagi suami memiliki karir yang cemerlang. Komitmen itu telah menjadi “One Minute Awareness” sehingga melejitkan komitmen yang tinggi dalam melanglah dari satu langkah ke langkah berikutnya. Mengambil istilah dalam The Heart of 7 Awareness “ Sekali jarum besi saya tanjapkan dibumi, pantang Tarik kembali”.

5.     Mudah fokus kepada kegagalan, kepemimpinan level pikiran seringkali terjenak oleh persepsi pikiranya sendiri bahwa kegagalan adalah dirinya, hal ini berdampak kepada antusiasme dan pelayanan yang menurun. Kepemimpinan dalam diri sendiri adaalah bagian dari ‘skill of life” yang berguna untuk melatih pemetaan ketika ada persoalan bahwa masalah yang datang hakikatnya selalu dengan solusinya.

Kepemimpinan No Box Hj Tini Indrayanthi memiliki kesadaran tertinggi bahwa setiap fokus akan melahirkan energy, ketika seseorang fokus kepada masalah dan kegagalan akan memberikan dampak langsug kepada dirinya bahwa dirinya tidak layak dan frustasi namun sebaliknya ketika fokus hal-hal yang positif dan manfaat akan melahirkan daya ungkit dari mental positif yang ajaib.

6.      Meminta imbalan dari  apa yang diberikan, semakin mudah menuntut orang lain dengan jabatan dirinya, jabatan seperti mata uang yang memiliki 2  wajah, terkadang ikhlas dan terkadang menuntut  dengam berbagai pola. Ketika seseorang melayani orang lain dan menuntut orang lain yang dilayani memberikan imbalan kepadanya akan menjatuhkan dirinya sebagai manusia . Sisi kemuliaan manusia adalah ketika bisa mengangkat dan mensukseskan orang lain, bukan sebaliknya.

Apa yang dilakukan oleh dirinya sebagai ketua PKK TANGSEL adalah memberikan kesempatan para anggota PKK untuk berpikir lebih maju dan sukses dalam segala usaha. Terbukti para pengurus PKK Se Tangsel diberikan pembekalan training “PUBLIC Speaking” yang dilaksanakan selama 2 hari di Aula Naqoy Center. Para ibu-ibu PKK memahami kekuatan dari The power of words, Amazing of intonation dan Micarcle of body language.

Dalam kepemimpinan “No Box” Hj Tini Indrayanthi menilai bahwa ketika dirinya memberikan pendidikan yang terbaik untuk para anggota PKK dan tidak mengharapkan imbalan apapun dari mereka adalah kebahagiaan batin yang tidak bisa dibayar dengan uang (materi). Dirinya percaya bahwa ketika pikiran dan hati para anggota PKK telah tercerahkan maka akan mudah membawa organisasi ini berjalan dengan damai bahagia dan sukses menjalankan program-program hebatnya.

7.     Transaksional dalam menjalankan program, ketika PKK bisa dijadikan wadah untuk nilai transaksional tentu akan membuat organisasi ini mengalami tekanan dari dalam, namun ketika PKK dijakan sebagai lading untuk amal dan berbuat baik untuk maju bersama, maka PKK akan terangkat oleh ketulusan dari para anggotanya. Kepemimpinan level ini bukan digerakan dari hati namun sebatas pengetahuan yang logis dan sesaat, sementara dengan anggaran yang tidak banyak namun kegiatan penggerak PKK sangat banyak disinilah dibutuhkan pemimpin yang  tidak terjebak oleh transaksional namun justru pemimpin yan menjalani dengan berkolaborasi dan berbagi semangat sesama dinas di Kota Tangsel.

Kepemimpinan In Box  seringkali memfokuskan hanya sebatas menjalankan seebatas yang direncanakan, ketika dalam proses menjalakankan bertemu dengan persoalan maka akan berhenti dan mencoba di program yang lainya dan akan mengulangi yang sama ketika menemukan hambatan. Kreativitas dan Inovasi masih terlalu minim, keberanian lebih kecil dibandingkan keraguan atau bahkan ketakutan. Menjalankan program masih hanya sebatas SOP, tidak kurang dan tidak lebih. Memilih untuk menghindari masalah dibandingkan berhadapan dengan masalah walau yang diperjuangkan adalah hal benar. Hal yang nyata akhirnya karakteristik dirinya belum tumbuh namun sebaliknya tumbuh bersama dengan orang-orang sekitarnya, akan berbeda dengan kepemimpinan No BOX nantinya dimana dirinya memiliki kekuatan dan pengaruh kuat dalam mengambil jalan keputusan terpenting di masa yang akan datang.

Untuk mengenali No Box Leadeship, langkah awal adalah memahami bagian awal yaitu In The Box Leadership yang bisa jadi diantara kita masih berada disekitarnya, apakah kita saat ini memiliki jabatan atau tidak, hakikat kita tetap saja adalah pemimpin yang harus memberikan teladan yang baik dan positif kepada orang lain. Semakin mudah memimpin diri sendiri akan mudah memimpin orang lain, perjalanan panjang dari Hj Tini Indrayanthi memilih No Box Leadership adalah bentuk dari respon molekul dalam tubuhnya karena sudah terdidik, terlatih dan memparktikan langsung langkah-lamglah yang efektif dan menuju jalan keagungan.

 

Read more
Sunday, December 4, 2022
no box leadership woman, hj Tini Indrayathi , coavh Naqoy , bagian kedua

 One Minute Awareness

“Setiap tekanan melahirkan 2 pilihan ,

pertama tenggelam dan kedua naik ke permukaan”

@naqoy

 

S

ejak kecil sudah terbiasa ditinggal sang ayah yang merupakan pelaut , sehingga setiap persoalan yang ada dalam rumah tangga banyak diselesaikan dengan kekuatan super woman sang Mami. Memiliki Mamih dari Jawa membuat Tini kecil diajarkan tentang cara-cara hidup orang jawa dengan segudang filosofisnya. Diantaranya adalah sebagai berikut “Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan”
Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri. Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu, hal ini sudah diajarkan oleh Mami tentang bagaimana “berpikir dan berjiwa besar” sejak kecil. Selain itu juga ada pepatah lainya seperti  “Aja Adigang, Adigung, Adiguna” Jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti. Sang Mami memahami bahwa kerendahan hati adalah modal sukses bagi siapapun karan disayang oleh Tuhan.

            Filsafat jawa yang juga penting agar anaknya terus berada dalam kebaikan dan keberkahan disampaikan dalam filsafat Jawa yaitu “ Sura Dira Jaya Jayaningrat, Lebur Dening Pangastutisegala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar. Kalak nasihat-nasihat penting dari Mamih menjadi jangkar kuat bagi dirinya ketika melewati masalah. Ketenangan, kelembutan dan kasih sayang tampak jelas dari wajahnya, hal ini sangat terkait dengan kearifan diri yang diajarkan oleh Mamih kepada dirinya. Sebuah kemenangan bagi Mamihnya bukan ketika melawan namun justru ketika kita bisa menerimanya kekurangan dengan rasa syukur.

            Mengingat filosifis Mamih (orang tua) Hj Tini Indrayanthi  serupa dalam asmosfir The7Awareness “Awareness of Soul”,  dikisahkan terjadi dialog antara matahari dan goa, kurang lebih terjadi dialog seperti ini

            “ Matahari, enak kamu yah hidupnya” Gua mengawali

            “Maksudnya enak gmn?’ kata Mahatahari

            “Kamu, ga seperti saya tidap hari dalam kegelapan” gua melanjutkan

            “Sekali-kali menggantikan posisi saya disini”, dengan jelas gua mengatakan

            “Baiklah saya kesana” katanya

Akhirnya Matahari memasuki tempat yang selama ini dikeluhkan oleh Gua, lalu gua terdiam dan kemudian tersipu malu mengatakan kepada Matahari

            “Saya malu” kata Gua

            “Tunjukan dimana kegelapan itu berada, karena setiap sudut tampak terang benderang” kata Matahari.

            Itulah gambaran dalam kesadaran keempat dari 7 Kesadaran hati dan Jiwa Menjadi Manusia di atas rata-rata, ketika jiwa seseorang kuat dan besar maka akan sulit orang bisa menghancurkan dirinya dengan berbagai fitnah, hujatan dan cacian akan tetapi sebaliknya ketika jiwa seseorang lemah dan kerdil bagaikan sebuah gua yang mudah tertutup kegalapan hatinya. Tanpa disadari setiap hari dirinya sedang  menggelapkan diri dengan  keserakahan yang dibuat atas nama kebenaran namun sebenarnya atas nama “ego”nya yang terdalam.

            Nurani dan Dzulmani, keduanya saling bertolak bekalang antara satu dengan yang lainya, ketika seseorang dikuasai oleh ‘Nurani’ maka akan ada rasa malu ketika akan berbuat buruk, akan membuang rasa malas yang berlebihan serta kemauan belajar yang tinggi. Sementara Dzulmani justru menyukai kemunafikan dan kefasikan bahkan kekufuran. Dzulmani yang terus menerus diperbesar maka akan membuat seseorang terjatuh dalam ‘nafs amarah”.

            Bagi Mamih , (Ibunda Hj Tini), seseorang yang menjaga hatinya agar selalu dalam ‘nurani” akan sekuat karang, walau ada ombak sebesar gunung, dirinya memiliki kekuatan kedalam, Inilah yang digunakan oleh filosofis jiwa bagi Hj Tini dari sang ibunda. Perjalanan membangun karir ASN bersama suami tercinta (Drs.H.Benyamin Davnie) tidaklah semudah membalikan tangan, namun semua persoalan bisa dilewati dengan kekuatan hati yang tenang dan senyum kemenangan.

            Dalam One Minute Awareness, dijelaskan bahwa setiap orang untuk sukses memiliki rumus yaitu T X I X P X K, diambil dari Grand Theory The7Awareness versi Gramedia yang diterbitkan tahun 2008, yaitu Tekanan X Impian X Percaya  X Konsisten. Seseorang yang semakin banyak tekanan akan memiliki 2 pilihan yaitu One Minute Awareness (OMA) dan One Minute Non Sense , seseorang yang menemukan One Minute Awareness akan menjadikan tekanan sebagai jalan sukses, sementara seseorang yang menemukan One Minute Non Sense akan menjadikan tekanan sebagai jalan buntu menuju masa depan.

            Bu Hj Tini memulai karir di Kementerian perhubungan ditempatkan di Sekolah Penerbangan Curug Kab Tangerang, posisi kantor sangat dekat dengan rumah tinggal dirinya ketika belum berumah tangga, cita-citanya adalah mencari pekerjaan lebih awal untuk bisa membantu keluarga, setelah lulus sekolah sekretaris dirinya langsung mendaftarkan diri sebagai ASN, ketika memilih menerima ajakan menikah Drs.H.Benyamin Davnie (teman sekolah) dirinya adalah pegawai di Kementerian Perhubungan ,  setelah menikah dan memiliki anak , dirinya harus memilih antara karir sebagai pegawai di Sekolah penerbangan atau menjadi Ibu rumah tangga untuk anak anaknya kelak.

            Disinilah cinta dan pengorbanan itu dimulai, ketika karir yang tinggi harus dikorbankan atas nama cinta keluarga (anak dan suami), Ibu Hj Tini memilih untuk mengundurkan diri ketika menejadi Sekretaris Direktur di Sekolah Penerbangan tersebut, ini menjadi One Minute Awareness bagi dirinya, bahwa nomer satu adalah keluarga, karir adalah nomer berikutnya, ketika memilih menjadi ibu rumah tangga disanalah bagian rumus kedua dalam The7Awareness berjalan yaitu IMPIAN.

            Cita-citanya adalah bagaimana anak-anaknya sukses dan suaminya memiliki karir yang baik, Suami memulai karir dari Calon pegawai di Kab Tangerang, namun ketekunan suami dan doa istri yang bersungguh-sungguh membuat perjalanan karir suami semakin baik, Tepat ketika Drs.H.Benyamin Davnie menjadi Camat di Kota Tangerang membuat dirinya lebih baik memutuskan mengundurkan diri agar bisa menemani suami dalam tugas, sebuah perubahan kebiasaan yang biasanya super sibuk dengan semua aktivitas perkantoran diganti menyiapkan persiapan suami bekerja dan anak anak yang semakin dewasa.

                     


Bagian penting dalam One Minute Awareness adalah percaya diri yang tinggi, tentu saja jauh berbeda antara sebuah kepercayaan diri dengan kesombongan. Percaya diri yang tinggi adalah bentuk kesadaran diri seseorang tentang dirinya memiliki banyak kemampuan yang bisa dikembangkan menjadi maju, bagi Hj. Tini sendiri percaya diri adalah modal penting menatap masa depan yang lebih pasti. Walau terlahir dari keluarga yang bukan kaya raya namun sejak kecil dibentuk kepercayaan diri yang tinggi dalam bekerja dan menjaga mimpi yang kuat, dirinya bagaikan sebuah busur yang ditarik dengan sekuat tenaga namun pada akhirnya akan dilepas secepat mungkin menuju impianya.

Setelah memiliki percaya diri yang kuat dirinya mulai melanjutkan dengan Konsisten, dalam keheningan malam dirinya membangunkan diri untuk sholat malam (tahajud) memohon dimudahkan segala urusan untuk anak-anak dan suaminya tercinta, dirinya menyadari bahwa ketekunan adalah bentuk dari cinta yang nyata, semakin besar cinta seseorang maka semakin konsisten dalam ibadah, dalam bekerja dan dalam melayani. 

Read more
BUKU NO BOX LEADERSHIP WOMAN BAGIAN PERTAMA, COACH NAQOY

 Pohon kearifan


 


“Bagian yang paling mulia dari sebuah pohon adalah akar, karena akar rela di tumpuk oleh tanah walau rela mencari air dan makan sangat jauh namun ketika pohon sudah berbuah yan dipuji oleh biah dan daun-daunya”

@naqoy

             Ada pertanyaan yang mendasar , ketika materi The7Awareness bab kelima yaitu “Awareness of Wisdom” yaitu “Apa yang paling mulia dari sebuah pohon? ”, jawabanya adalah akar. Kepemimpinan sejati bagaikan sebuah akar, rela mencari sumber kehidupan berupa air dan makan namun rela ditekan, ditumpuk oleh tanah , bahkan tidak hanya sampai disana, setelah ditumpuk lalu diinjak dan dianggap tidak ada sama sekali, coba saja kita merenung, pernahkah diantara kita ketika melihat sebuah pohon yang berbuah wangi dan ranum lalu memuji “Eh akarnya bagus yah, eh akarnya luar biasa”, namun yang dipuji  adalah  buah.

             Pada hari ibu di Tangsel , sebagai warga yang tinggal di Keluharan Buaran Serpong Tangsel ingin memberikan hadiah penting untuk Kota Tangsel yaitu Buku yang terinspirasi dari perjalanan yang kuat seorang istri dan ibu yang hebat yaitu Ibu Hj Tini Indrayanthi, dalam pandangan teori The7Awareness dijelaskan beliau adalah pemimpin yang kepemimpinanya menggunakan kekuatan akar. Buah dari akar itu adalah anak-anak sukses dan suami tercinta, namun setiap ibu dalam hatinya hanya ingin melihat dan mendukung anak-anaknya suskes dan suaminya semakin maju.

Buah-buah dari Pohon kearifan Hj Tini Indrayanthi adalah kesuksesan anak-anak hebatnya yaitu Anissa Amandasari, Erlangga Yudhanugraha, Rinaldi Indra Fadillah, Bimo Masaji, dan Kania Khairunnisa dan suami tercinta Hj Tini Indrayanthi. Kini anak-anaknya memiliki karir masing-masing dibidangnya, bagi ayah bundanya anak-anak memiliki kesempatan untuk berkarir sesuai bidangnya masing-masing.

Pohon yang kuat memiliki 11 akar yang menunjang ke dalam tanah sangat tajam, kesebalah akar itu adalah (1). Kejujuran sejati, (2). Mengenal diri sendiri, (3). Fokus kepada kontribusi, (4). Pengalaman spiritual, (5). Membangkitkan yang terbaik dalam diri sendiri dan orang lain, (6). Terbuka dengan perubahan, (7). Punya selera humor yang tinggi,(8). Visioner, (9). Bekeja efisien, (10). Disiplin yang tinggi (11). Keseimbangan hidup.

Akar pertama dalam kepemimpinan No Box Leadership Woman adalah kejujuran sejati, ini adalah pembentukan karakter utama dalam sebuah keluarga. Tradisi turun temurun biasanya diwarisi oleh seorang ibu kepada anak-anaknya, bahwa kejujuran adalah segalanya. Hal yang sama adalah yang dilakukan oleh Mamih kepada Ibu Hj Tini dan diteruskan kepada kelima anaknya, bagi Ibu Hj Tini kunci keberhasilan anak-anaknya kedepan adalah menomersatukan anak-anaknya dalam hati yang penuh kejujuran sejati.

Akar kedua adalah mengenal diri sendiri, dalam The7Awareness dijelaskan bahwa “ketika seseorang mengenal orang lain menemukan pencerahan, namun ketika mengenal diri sendiri adalah kesadaran”. Setiap kesadaran diri akan menuntun seseorang menjadi yang terbaik, proses pengenalan diri yang dialami oleh Hj Tini Indrayanthi tentu saja melalui sentuhan “storytelling” sang Mamih ketika Ayahnya sedang melakukan perjalanan di laut sebagai Pelaut. Ibunya yang memang mementingkan peranan agama dalam pendidikan keluarga juga mewajibkan anak-anaknya untuk belajar agama di sekolah agama yang dilakukan sekitar rumah tinggal ibunya. Semakin menyadari jati diri sendiri, maka akan semakin mudah seseorang dalam belajar agama. Tentu saja peran agama adalah sebagai petunjuk terbaik bagi dirinya dalam menjalani kehidupan nyata yang penuh dengan kejutan-kejutan yang seringkali tidak disadari dari awal.

Akar ketiga dari Pohon kearifan adalah (3). Fokus kepada kontribusi, Hj Tini Indrayanthi memahami bahwa semakin banyak memberi akan semakin bahagia, namun sebaliknya semakin banyak menuntut hanya akan semakin menyesakan jiwa. Terkadang alam semesta ini mulai bersinergi dengan manusia yang terbuka bukan yang tertutup. Dalam kehidupan kita dijelaskan bahwa manusia di atas rata-rata selalu berpikir tentang apa yang bisa saya berikan bukan apa yang bisa saya dapatkan. Sementara yang keempat adalah (4). Memiliki pengalaman spiritual yang tinggi, spiritual bukan hanya berarti agama namun spiritual adalah kesadaran beragama Hj Tini yang semakin tinggi dengan semakin dekat kepada Ilahi. Terkadang spiritualitas seseorang semakin tinggi pada saat akan kehilangan orang-orang yang dicintai karena dalam setiap kematian ada peluang untuk kebangkitan dan dalam setiap jiwa yang bangkit ada kesadaran sebuah perubahan besar dan nyata.

Akar kelima  dari pohon kearifan adalah (5). Membangkitkan diri sendiri dan orang lain, semakin orang-orang dekat padanya, maka orang semakin memiliki motivasi perubahan nyata. Terkadang kita berjumpa dengan orang-orang yang pintar sekali bahkan ketika kita berada di sekelilingnya justru diri ini semakin kecil dan merasa kurang percaya diri. (6). Terbuka dengan perubahan adalah karakteristik dari kepemimpinan ditas rata-rata, dlama diri Hj Tini menerima masukan adalah hal penting, jiwanya memiliki kelapaan hati yang besar pada saat ada orang lain memberikan koreksi, kritikan, Terkadang kemampuan kepemimpinan seseorang terukur bagaimana ketika kritikan diberikan kepadanya, ada yang mersponya dengan menularkan kebencian dan ada yang membawanya dengan kelembutan dan kasih sayang.

Sebagai ketua PKK Kota Tangsel dan istri Walikota Tangsel Drs H.Benyamin Davnie  dirinya merasa perlu mendengarkan banyak orang terutama orang-orang yang seringkali memiliki cara pandang yang berbeda, ketika ruang dialog terbuka lebar maka perbedaan yang terasa besar akan menjadi kecil. Hal yang sama juga ketika Hj Tini Benyamin Davnie mendengarkan anak-anaknya untuk menentukan pilihan dalam berkarir. Hal ini ditunjukan dengan tidak ada satu anaknya yang menjadi PNS walaupun sekarang Ayahnya adalah Walikota Tangerang Selatan. Bagi Drs.H.Benyamin Davnie dan Hj Tini Indrayanthi anak-anak memiliki kesempatan dalam semua bidang untuk sukses, dalam segala bidang, kepercayaan kedua orang tua kepada anak-anaknya adalah modal sukses di waktu yang akan datang.

Akar yang kedelapan (8) adalah humoris, memiliki selera humor yang tinggi dalam hubungan sosial bermasyarakat adalah bagian penting dalam The7Awareness , Hj Tini sendiri menyukai obrolan yang menyenangkan dan penuh humor, terlihat dalam acara-acara formal dan non formal sering tampak tertawa bersama pengurus PKK lainya, rahasia terlihat awet muda adalah jiwa yang penuh rasa humor. Kepemimpinan No Box mengupayakan bagaimana bisa mengendalikan sebuah stess dengan terapi tertawa. Dalam pelatihan The7Awareness sendiri di bagian keenam yakni ‘Awareness of vision” ada sebuah terapi tertawa bagi setiap peserta.

Akar kesembilan (9) dalam Kepemimpinan No Box adalah efesiensi, sebagai seorang ibu yang mendiri dalam mengelola anggaran keluarga tentu saja “kepemimpinan dalam hal keuangan” sangat penting, dalam hal anggaran sendiri ketika ada barang yang dirasa tidak dibutuhkan maka tidak akan membeli untuk mengeluarkan uang dikarenakan gengsi. Akan tetapi berbeda ketika uang digunakan untuk umat yaitu sedekah, maka ini adalah hal yang utama, bahkan dalam menjalankan PKK Kota Tangsel dirinya harus berpikir bukan hanya sebatas ‘Out of the box”, namun sampai di level “No Box” agar tetap setiap kegiatan PKK berjalan walau dengan anggaran terbatas.

Hal yang terlihat dari jiwa kepemimpinan Hj Tini Indrayanthi adalah kedisipinan yang tinggi, dalam beberapa kegiatan dan acara sering dirinya datang lebih awal dibandingkan peserta atau anggota lainya. Bagian ke (10) dalam kepemimpinan yang berbasis akar adalah disiplin. Hal ini juga di aplikasikan di keluarga, kelima anaknya dilatih upaya dalam kedisplinan yang tinggi sesuai dengan kaadarnya masing-masing. Pemimpin yang disiplin akan memberikan teladan kepada anggotanya dalam banyak hal, ketika seorang pemimpin meruntuhkan mental positif di hadapan timnya salah satunya dengan tidak menunjukan kualitas disiplin yang tinggi.

Bagian kesebelas adalah keseimbangan hidup (11), jalan sukses yang dibangun bersama suaminya (Drs.H.Benyamin Davnie) adalah hidup yang seimbang antara dunia dan ahirat. Hj. Tini Juga sangat aktif dalam kegiatan keagaaman yang ada di Kota Tangsel, jika hidup hanya berat urusan dunia, maka akan mudah terlena dan terbawa dalam kesedihan, istilah The7Awareness adalah S-T-S yaitu Syndrom Toxic Success, ketika seseorang yang hanya berat dalam dunia maka diriya akan mudah terjebak dalam kehampaan dan kegelisahan tanpa ujung. Sebaliknya, ketika terlalu berat kepada akhirat dan meninggalkan dunia akan menyebabkan seseorang menjadi fanatic buta dan menyalahkan semua instrument yang berhubungan dengan dunia dan keduniaan.

Kesebalas akar ini seperti layaknya akar kehidupan yang meresap mencari kehidupan dan merasakan kebahagiaan bukan hanya sebatas pujian dari manusia namun dirinya telah menemukan “Unconditional Happiness: Bahagia tanpa syarat”, sebuah rasa bahagia yang bukan diukur oleh kebahagiaan badani namun sebuah kebahagiaan nafsani, di Hari ibu tentu saja setiap ibu-ibu dimanapun mereka adalah pemimpin seperti akar, yang rela ikhlas mencari rezeki untuk anak anaknya dan tidak mengharapkan pujian dari anak-aanaknya, maka sudah sepantasnya bahwa 22 Desember sendiri diperingati sebagai hari ibu .

 

Sejarah Hari Ibu 22 Desember

 

            Peringatan Hari Ibu di negeri ini sebenarnya sudah diterapkan sejak era pemerintahan Presiden Sukarno. Namun, sejarah tanggal 22 Desember yang kemudian ditetapkan sebagai tanggal Hari Ibu sebenarnya bermula jauh sebelumnya. Penetapan 22 Desember sebagai peringatan Hari Ibu mengacu pada pelaksanaan Kongres Perempuan Indonesia I yang dihelat tanggal 22-25 Desember 1928, atau hanya beberapa pekan setelah Kongres Pemuda II yang menghasilkan Sumpah Pemuda.

Dikutip dari buku Biografi Tokoh Kongres Perempuan Indonesia Pertama (1991) yang ditulis Suratmin dan Sri Sutjiatiningsih, kongres tersebut dilangsungkan di Yogyakarta, tepatnya di Ndalem Joyodipuran. Sekarang, gedung itu digunakan sebagai Kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional yang terletak di Jalan Brigjen Katamso, Yogyakarta. Kongres Perempuan Indonesia I yang berlangsung pada masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda itu diikuti oleh tidak kurang dari 600 perempuan dari puluhan perhimpunan wanita yang terlibat. Mereka berasal dari berbagai macam latar belakang suku, agama, pekerjaan, juga usia.

Susan Blackburn dalam buku Kongres Perempuan Pertama (2007) mencatat, sejumlah organisasi perempuan yang terlibat antara lain Wanita Oetomo, Poetri Indonesia, Wanita Katolik, Aisyiyah, Wanita Moeljo, Darmo Laksmi, Wanita Taman Siswa, juga sayap perempuan dari berbagai organisasi pergerakan seperti Sarekat Islam, Jong Java, Jong Islamieten Bond, dan lain-lain. Selain itu, para perwakilan dari perhimpunan pergerakan, partai politik, maupun organisasi pemuda juga datang ke Kongres Perempuan Indonesia perdana ini, termasuk wakil dari Boedi Oetomo, Sarekat Islam, Muhammadiyah, Partai Nasional Indonesia (PNI), Jong Java, Jong Madoera, Jong Islamieten Bond, dan seterusnya.

Slamet Muljana dalam buku Kesadaran Nasional: Dari Kolonialisme sampai Kemerdekaan (2008), memaparkan dua tahun setelah kongres pertama itu, kaum perempuan di Indonesia itu menyatakan bahwa gerakan wanita adalah bagian dari pergerakan nasional. Dengan kata lain, perempuan wajib ikut serta memperjuangkan martabat nusa dan bangsa. Tanggal hari pertama Kongres Perempuan Indonesia I pada 22 Desember 1928 inilah yang kemudian menjadi acuan bagi pemerintah RI untuk menetapkan peringatan Hari Ibu, yang diresmikan oleh Presiden Sukarno melalui Dekrit Presiden RI No.316 Tahun 1953.

 

Perancis

Tidak hanya di Indonesia saja, di berbagai belahan dunia lain juga memiliki Hari Ibu dengan tradisi yang bermacam-macam pula. Berikut ini beberapa di antaranya:
Perancis Hari Ibu di Perancis dirayakan setiap tanggal 26 Mei. Peringatan ini dilakukan untuk menghormati para istri yang ditinggal gugur suaminya dalam Perang Dunia I. Dulu, beberapa walikota di Perancis menganugerahi medali khusus untuk para ibu terpilih. Sedangkan untuk saat ini, Hari Ibu dirayakan dengan memberikan hadiah dan kue berbentuk bunga kepada ibu.

 

 

 

Jepang

Jepang Di Jepang, Hari Ibu diperingati setiap tanggal 12 Mei. Biasanya, diadakan lomba menggambar ibu bagi anak-anak. Karya pemenang lomba akan dipamerkan di seluruh negeri. Cara lain yang sering dilakukan adalah memberikan bunga anyelir berwarna merah dengan tulisan “Selamat Hari Ibu” dengan huruf Kanji. Inggris Hari Ibu di Inggris dikenal dengan istilah Mothering Sunday, dirayakan setiap hari Minggu tiga pekan sebelum Paskah yang biasanya jatuh antara pertengahan Maret dan awal April. Mothering Sunday menjadi momen berkumpul bagi ibu dengan anak-anaknya. Biasanya, para perantauan akan pulang ke rumah untuk merayakan Hari Ibu ini.

 

Inggris

 

Inggris Hari Ibu di Inggris dikenal dengan istilah Mothering Sunday, dirayakan setiap hari Minggu tiga pekan sebelum Paskah yang biasanya jatuh antara pertengahan Maret dan awal April. Mothering Sunday menjadi momen berkumpul bagi ibu dengan anak-anaknya. Biasanya, para perantauan akan pulang ke rumah untuk merayakan Hari Ibu ini

Jauh sebelum ditetapkan Hari Ibu pada tanggal 22 Desember 2022, 15 abad yang lalu Nabi Muhammad Saw telah memberikan garis besar orang-orang sukses yaitu dengan memuliakan ibu lebih utama daripada seorang ayah. Ibu memiliki kekuatan yang terkadang tidak hanya sebatas ‘pikiran” dengan pengetahuan logis saja, namun seorang ibu memiliki kekuatan pengetahuan intuitif. Kekuatan inilah yang dibentuk oleh mata hati yang terlatih dengan kebaikan dan kemuliaan dengan membersihkan hati.  Dalam Islam, posisi perempuan dimuliakan bahkan paada saat dunia masih merendahkan posisi perempuan direndahkan, islam mengangkat derajat seorang istri, seorang ibu dan seorang anak perempuan.

Selamat hari ibu, saya mendoakan semoga Ibu-ibu di Kota Tangsel terus menjadi cahaya bagi hati anak-anaknya dan menjadi pemandu bagi pasanganya dalam menjalankan amanah dalam karirnya, ketenangan hati seorang istri akan memberikan dampak positif  kepada suaminya dalam menjalankan usaha atau pekerjaanya sehari-hari. Ketika ibu telah dimuliakan dan memuliakan dirinya dalam segala aspek maka sebuah bangsa akan semakin kuat dan mulia. Selamat hari ibu, selamat hari ibu untuk Ibu Hj Tini Benyamin Davnie.

Read more
Thursday, December 1, 2022
no image


Dewi Umronih Yusuf

Email: dewishah@gmail.com

 

PENDAHULUAN

Proyek Kemanusiaan merupakan salah satu bentuk BKP MBKM yang membuka kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar secara langsung dari dunia nyata dengan mempraktikkan “experiential learning”. Program yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa mengembangkan kegiatan kemanusiaan, baik secara mandiri maupun melalui yayasan atau organisasi kemanusiaan. Agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan lancar, terencana, dan terukur, petunjuk teknis yang menguraikan proses dan peran setiap pihak sangat diperlukan. Oleh karena itu, Petunjuk Teknis Proyek Kemanusiaan ini disusun sebagai pedoman pelaksanaan bagi berbagai pihak.

Kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MB-KM) merupakan salah salah satu kebijakan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Salah satu program dari kebijakan MB-KM adalah hak belajar tiga semester di luar program studi yang bertujuan meningkatkan kompetensi lulusan, baik soft skills maupun hard skills, agar lebih siap dan relevan dengan kebutuhan zaman, menyiapkan lulusan sebagai pemimpin masa depan bangsa yang unggul, dan siap menjadi pemimpin dengan semangat kebangsaan yang tinggi. Salah satu bentuk kegiatan pembelajaran sesuai dengan Permendikbud No. 3 Tahun 2020 Pasal 15 ayat 1 dapat dilakukan di dalam program studi dan di luar program studi meliputi 8 program salah satunya adalah Proyek Kemanusiaan.

Proyek Kemanusiaan merupakan program yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa mengembangkan kegiatan kemanusiaan secara mandiri yang dibuktikan dengan penjelasan atau proposal kegiatan kemanusiaan. Proyek Kemanusian dapat berbentuk kegiatan sosial untuk sebuah yayasan atau organisasi kemanusiaan yang disetujui Perguruan Tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.

Berbagai Bentuk Kegiatan Pembelajaran (BKP) sesuai dengan Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 Pasal 15 ayat 1 dapat dilakukan di dalam program studi, yakni magang/praktik kerja di Industri atau tempat kerja lainnya, melaksanakan proyek pengabdian kepada masyarakat di desa, mengajar di satuan pendidikan, mengikuti pertukaran mahasiswa, melakukan penelitian, melakukan kegiatan kewirausahaan, membuat studi/proyek independen, dan mengikuti program kemanusiaan.

Semua kegiatan MB-KM harus dilaksanakan dengan bimbingan dari dosen. Kampus merdeka diharapkan dapat memberikan pengalaman kontekstual lapangan yang akan meningkatkan kompetensi mahasiswa secara utuh, siap kerja, atau menciptakan lapangan kerja baru di bidang kesehatan.  Proyek kemanusiaan bidang kesahatan memberikan kesempata kepada mahasiswa untuk melatih sikap empati, simpati, kerjasama, menghargai perbedaaan serta kecerdasan spiritual . Mahasiswa seperti memiliki laboratorium sosial kemanusiaan untuk berbagi dengan mengenali kebutuhan manusia secara keseluruhan.

 

METODE PENELITIAN

Sebanyak 58 responden menjawab melalui google form dari mahasiswa  Program Studi Sarjana Kebidanan dan Kesehatan Masyarakat BPI Jakarta. Responden menjawab sekitar proyek kemenusiaan yang dilakukan, Adapun proyek kemanusiaan berhubungan dengan sikap sosial dan spiritual mahasiswa dengan mempelajari fenomena di masyarakat secara menyeluruh. Penelitian sendiri dilakukan dengan metode kualitatif dengan melakukan pendalaman kepada responden dalam dunia  kesehatan yang dirasakan langsung oleh masyarakat yang tidak mampu. Penelitian ini bertujuan ingin memahami bagaimana minat mahasiswa kepada proyek kemanusiaan yang sudah berjalan selama ini.

 

 

 

 

 

PEMBAHASAN

 

Program proyek kemanusiaan adalah program pelibatan mahasiswa dalam kegiatan kemanusiaan yang bersifat sukarela dalam jangka waktu yang singkat (satu atau dua semester). Mahasiswa terlibat dalam kegiatan proyek kemanusiaan baik secara mandiri maupun mengikuti lembaga-lembaga nasional atau internasional yang melakukan kegiatan kemanusiaan di Indonesia. Mengingat banyaknya bencana yang telah terjadi di Indonesia, baik bencana yang disebabkan oleh alam seperti gempa bumi, erupsi gunung berapi, tsunami, bencana hidrologi, dsb, maupun bencana yang disebabkan adanya konflik sosial. Mahasiswa yang memiliki jiwa muda didorong terlibat dalam berbagai bentuk proyek kemanusiaan melalui program-program yang bersifat preventif maupun kuratif, sehingga diharapkan dapat membantu pemerintah Indonesia yang telah memberikan perhatian serius terhadap dampak kemanusiaan

Guna menyiapkan mahasiswa yang mampu untuk beradaptasi dengan perubahan sosial, budaya, dunia kerja dan kemajuan teknologi yang sangat cepat, keterampilan mahasiswa harus dipersiapkan agar lebih peka terhadap tuntutan zaman. Proses Link and match ini tidak hanya berhubungan dengan DUDI (Dunia Industri Dunia Usaha), namun juga dengan masa depan yang berubah dengan cepat. Perguruan tinggi harus mampu merancang dan menerapkan proses pembelajaran yang inovatif agar mahasiswa dapat mencapai hasil belajar yang mencakup aspek afektif, kognitif dan psikomotor secara tepat dan relevan. Kebijakan MB-KM diharapkan menjadi jawaban atas permintaan tuntutan zaman yang terus berkembang. Kampus Merdeka merupakan bentuk pembelajaran yang otonom dan fleksibel di perguruan tinggi yang bertujuan untuk menciptakan budaya kreatif dan inovatif guna memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa yang bermacam-macam.

Proyek kemanusiaan ini merupakan salah satu bentuk BKP MB-KM melalui model pembelajaran yang menekankan pada pengalaman langsung atau disebut dengan experiential learning dari permasalahan-permasalahan yang nyata dan sesuai dengan konteks masyarakat. Pada Proyek Kemanusiaan, mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengikuti dan mengembangkan kegiatan kemanusiaan baik secara mandiri atau bergabung dengan yayasan dan organisasi kemanusiaan. Guna menjadikan proyek kemanusiaan yang dilaksanakan mahasiswa berjalan sistematis dan efektif, maka diperlukan petunjuk teknis mengenai tata laksana dalam Proyek Kemanusiaan. Oleh sebab itu, modul proyek kemanusiaan ini disusun sebagai pedoman dalam pelaksanaan kegiatan bagi pihak-pihak yang terlibat.

Proyek Kemanusiaan merupakan program yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa mengembangkan kegiatan kemanusiaan secara mandiri yang dibuktikan dengan penjelasan atau proposal kegiatan kemanusiaan. Proyek Kemanusian dapat berbentuk kegiatan sosial untuk sebuah yayasan atau organisasi kemanusiaan yang disetujui Perguruan Tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.

Proyek Kemanusiaan merupakan program yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa mengembangkan kegiatan kemanusiaan secara mandiri yang dibuktikan dengan penjelasan atau proposal kegiatan kemanusiaan . Proyek kemanusiaan dapat berbentuk kegiatan sosial   untuk sebuah Yayasan atau organisasi kemanusiaan yang disetujui Perguruan Tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.

Adapun proyek kemanusiaan sendiri terbagi 2 yaitu (1). Proyek Kemanusiaan Skema Kemitraan , Proyek Kemanusiaan Skema Kemitraan yakni kegiatan yang dilakukan dengan cara mahasiswa melamar menjadi volunteer pada mitra yayasan atau organisasi kemanusiaan yang disetujui Institut Teknologi Indonesia , baik di dalam maupun luar negeri. (2). Proyek Kemanusiaan Skema Tanggap Darurat Proyek Kemanusiaan Skema Tanggap Darurat, yakni kegiatan yang dilakukan dengan cara mahasiswa, terjun langsung melaksanakan Proyek Kemanusiaan tanggap darurat bencana.

Penelitian yang dilakukan kepada 58 mahasiswa Program Studi Kebidanan dan Kesehatan Masyarakat BPI Jakarta menjawab 83,3 % minat terhadap proyek kemanusiaan  dengan jumlah 48 orang. Adapun alasan yang paling diminati adalah :

(1). Membantu warga yang membutuhkan, ini menjadi penting untuk mahasiswa akan peran penting dirinya di masyarakat. Semakin mahasiswa dikenalkan dengan membentu masyarakat lebih awal akan mengasah kemampuan kecerdasan emosi dan spiritual. Bagi mereka mahasiswa yang mengikuti proyek kemanusiaan akan lebih peduli kepada sesama dan mudah tersentuh hatinya untuk menolong orang lain.

(2). Menambah ilmu dan wawasan, Mahasiswa semakin bertambah ilmunya dengan bergabung dalam proyek kemanusiaan. Ada interaksi sosial yang sangat aktif , mendorong kolaborasi sosial leboh cepat, Ketika mahasiswa berbagi ilmu kepada masyarakat yang sulit maka secara otomatis ilmunya akan semakin bertambah dengan cepat . Ilmu yang didapatkan dalam hal ini bukan hanya sebatas pengetahuan secara logis namun juga pengetahuan secara intuitif.

 (3). Menciptakan hubungan manusia lebih baik . Proyek kemanusiaan yang dilakukan akan  membuat manusia  menjadi lebih mulia dengan manusia lainya. Semakin lebih cepat berinteraksi dengan masyarakat umum akan membuat mahasiswa memiliki kepekaan sosial dan moral. Hubungan manusia semakin menjadi lebih baik pada saat setiap manusia memberikan kontribusi nyata untuk manusia lainya lainya. Dalam teori The7Awareness disebutkan bahwa “Kalau pisau di asah oleh batu, manusia di asah oleh manusia lainya”.

(4). Membangun jiwa sosial, keberhasilan seseorang tidak hanya diukur oleh seberapa pintar dirinya ketika berada di sekolah namun sebuah kemampun dalam mengelola kecerdasan sosial. Jiwa sosial seseorang akan menjadi kuat pada saat berhubungan langsung dengan masyarakat secara nyata. Hubungan manusia dengan manusia lainya semakin kuat pada saat terbangun kematangan secara keceradasn sosial di masyarakat.

(5). Mencetak kemaandirian , proyek sosial yang terjadi melatih mahasiswa memiliki kemandirin dalam berpikir dan bertindak . Melihat langsung upaya mengambil keputusan yang cepat dalam menyelesaikan masalah adalah hal nyata yang harus diambil bersama. Insan-insan mandarin terbentuk ketika terjadi kontak sosial dengan masyarakat yang lebih membutuhkan seperti halnya mahasiswa yang memberikan pendamingan kesehatan di masyarakat.

6). Melahirkan kompetensi antar mahasiswa,  Hal ini sangat penting, ketika sesama mahasiswa berlatih untuk saling mengeluarkan kemampuan dirinya yang terpendalam. Hal ini seperti ungkapan “Turun gunung”, mahasiswa tidak hanya mempelajari pelajaran di kampus namun meeka dilatih mengambil keputusan dan melewati masa kritis dan sulit ketika bertemu dengan harapan, cita-cita namun tidak pernah menjadi nyata.

(7).  Membangun kesadaran sosial bermasyarakat yang melahirkan empati dan simpati. Inilah bagian penting dari keceradasan sosial, moral dan spiritual. Ketiga keceradasan tersebut disampaikan scara langsung pada saat mahasiswa bertemu dengan masyarakat yang memiliki latar belakang yang berbeda, setiap orang yang dilayani dalam proyek kemanusiaan melahirkan “one minute awareness” dalam kehidupan mahasiswa untuk memiliki daya juang sukses dalam pendidikan.

Sementara 10 mahasiswa memilih tidak tertarik dengan prosentase 17, 7 % , alasan utama dari mereka adalah karena tidak mengenal dan memahami tentang tujuan proyek kemanusiaan, alasan yang kedua adalah rasa nyaman yang berlebihan  dan yang terkhir adalah tidak siap terhadap keadaan yang tidak pasti. Mahasiswa yang memilih untuk tidak tertarik dalam proyek kemanusiaan disebabkan karena mahasiswa sendiri belum pernah terjun langsung dalam program proyek kemanusiaan. Responden yang memilih minat terhadap proyek kemanusiaan diantaranya adalaah mereka telah pernah mengikuti proyek kemanusiaan di waktu sebelumnya sehingga manfaat dari adanya proyek kemanusiaan telah diterima lebih dahulu.

Responden yang tidak tertarik dengan Proyek Kemanusiaan bisa disimpulkan masih mengalami informasi yang minim sehingga cenderung menolak, ketika diberikan pemahaman dengan jelas akan membuat  mahasiswa Program Studi Kebidanan dan Kesehatan Masyarakat BPI akan lebih dekat dan lebih memahami kebutuhan masyarakat dalam dunia kesahatan masyarakat secara prima. Proyek Kemanusiaan melahirkan motivasi dan kesadaran diri bagi mahasiswa untuk memberikan yang terbaik dalam dunia nyata.

 

KESIMPULAN DAN SARAN

 

KESIMPULAN

Atas dasar permasalahan-permasalah yang dipaparkan pada pembahasan disimpulkan bahwa untuk meningkatkan minat terhadap Proyek Kemanusiaan  dibutuhkan langkah-langkah yang terukur diantaranya adalah sebagai berikut:

1.      Membangun kerjasama lebih luas dengan masyarakat sekitar kampus sehingga kontribusi nayata kampus dalam proyek kemanusiaan menjadi lebih terasa manfaatnya.

2.      Semakin banyak menempatkan mahasiswa di dalam proyek kemanusiaan yang berada di daerah-daerah tertentu dalam bidang kebidanan dan layanan kesehatan masyarakat dengan diberikan target dan evaluasi yang terukur agar setiap tahun lebih baik dalam program Proyek Kemanusiaan.

3.      Membuat loka karya dengan mengundang nara sumber Alumni  kampus yang telah mengikuti proyek Kemanusiaan yang mengalami kehidupan lebih baik dengan jaringan proyek kemanusiaan.

4.      Membuat pelatihan motivasi kepada mahasiswa sehingga memiliki motivasi yang tinggi dalam melayani orang lain secara suka rela. Pelatihan ini sangat penting agar kesadaran berbagi dan melayani tumbuh lebih cepat dan kuat di hati mahasiswa.

SARAN

 Oleh karena itu kami juga memberikan saran berupa : (1). Mendorong program studi untuk memberi kemudahan dalam bantuan dana proyek kemanusiaa lebih banyak dari sebelumnya (2). Melibatkan peran masyakarat lebih banyak lagi dalam melakukan kerjasama dengan pihak kampus untuk mendorong lebih banyak lagi mahasiswa mengenal program Proyek Kemanusiaan secara baik (3). Dukungaan pihak dosen ikut menyampaikan dalam perkulihan pentingya proyek kemanusiaan bagi mahasiswa agar lebih cepat berinteraksi dengan masyarakat dalam dunia kesehatan.

 

DAFTAR PUSTAKA

Baharuddin Lopa, 1996, Al quran dan Hak-Hak Asasi Manusia, Yogyakarta,
Penerbit PT Dana Bhakti Prima Yasa

A. M, Sadirman, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta: RajaGrafindo
Persada, 2010

Munandar, Utami, Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat, Jakarta: Rineka
Cipta, 2009

Nawawi, Hadari, Hakekat Manusia Menurut Islam, Surabaya: Al-Ikhlas, 1993.

 

Sarwono, Sarlito.W. 2001.Psikologi Sosial: Psikologi Kelompok dan
PsikologiTerapan. Jakarta: Balai Pustaka

Sarwono, Sarlito.W. 2003. Teori-Teori Psikologi Sosial. Jakarta: PT. Raja

                     Grafindo Persada

Purwanto, Ngalim, Psikologi Pendidikan, Bandung : Remaja Karya, 1996.

Sadeli, Sukanda, Bimbingan Akhlak yang Mulia, Jakarta: Yayasan Pendidikan
Islam Amal Sholeh, t.th

Yusuf, N. Q. (2013). The 7 Awareness. 7 The awareness of the heart and soul of being human is above    average, Gramedia Pustaka Utama.

Yusuf, N. Q. (2013). One Minute Awareness. One minute that changes fate, discover the leverage of success, run as fast as a nimble deer,Gramedia Pustaka Utama.

Yusuf, N. Q. (2008). The Heart of Awareness. 7 Awareness of the heart and soul of being human above average,  Hikmah.

 

 

 

Read more