Open top menu
Friday, March 27, 2009









Musibah Situ Gintung yang terjadi tanggal 27 Maret pukul 04.00 pagi dini hari membuat kita semua merenung ulang akan kesadaran diri. Kita diingatkan oleh Allah akan makna hidup yang kita cari selama ini,Situ Gintung yang dulunya indah dan kekar, dalam waktu singkat Situ Gintung berubah menjadi tempat yang porak poranda, bahkan menjadi tempat yang menelan korban jiwa, lebih dari 50 orang meninggal dalam kejadian ini. Lokasi yang banyak menelan jiwa, yaitu Poncol adalah tempat titik balik dari perjalanan spiritual Nanang Qosim Yusuf, dalam sejarah kehidupan Penutur Kesadaran Indonesia, Nanang Qosim Yusuf pernah tinggal hampir 5 tahun sebelum menikah setelah lulus kuliah dari UIN Syarif Hidayatullah Ciputat.(1998-2003)
Merasa ikut terpanggil, Nanang Qosim Yusuf dan Dewi Umronih Yusuf (istrinya), malam ini mengunjungi korban di wilayah Poncol Ciputat, bersama dengan para sahabat Nanang Qosim Yusuf ketika ia tinggal di wilayah Poncol terlibat dalam melayani para korban. Tragedi Situ Gintung sendiri merupakan bentuk menyadarkan sesama untuk saling berbagi. Dalam kejadian situ gintung, menurut Nanang Qosim Yusuf minimal ada 7 poin kesadaran manusia antara lain:

1.
Sesuatu yang pasti berarti dekat.Jika kematian adalah pasti, maka sebenarnya kematian kita juga sangatlah dekat. Situ Gintung menyadarkan kita menjadi manusia spitual yang memiliki kemampuan yang peka terhadap kemanusiaan.

2. Jangan pernah merasa "good", terus lakukan perbaikan kapanpun, Situ Gintung yang dulunya indah, kadang kita tidak menjaganya dengan baik. Yang terpenting adalah melakukan perawatan dengan prinsip lebih baik, jangan pernah nyaman.

3.Indahnya kebersamaan, dalam hakikat diri terdalam manusia, kita semua memiliki jiwa sosial yang ingin membahagiakan orang lain. Dalam hidup, yang terpenting bukanlah seberapa banyak kita menerima, namun seberapa banyak kita memberi.

4. Dekati diri kita dengan Allah, kita semua jika ada di wilayah Situ Gintung, merasakan Allah begitu sayang dengan kita, Kita masih diberikan usia dan kesempatan agar kita berubah menjadi manusia diatas rata-rata.

5. Melatih kesabaran, bukan hanya mereka yang sedang ditimpa musibah namun kesabaran juga untuk yang menolong para korban.

6. Ketulusan, para pencari keilhlasan akan muncul pada saat peristiwa Situ Gintung, tanpa dipanggil, tanpa diundang, tanpa diliput namun mereka memberikan yang terbaik untuk sesama.

7. Esok milik mereka yang yakin. Bagi mereka yang yakin bahwa Allah akan memberikan cahaya yang lebih cerah lagi dalam hidupnya, maka kejadian hari ini adalah jembatan panjang menuju gunung impianya, mereka juga percaya bahwa Allah tidak mungkin menguji hamba-Nya, jika hamba-Nya tidak mampu.

Untuk program peduli Situ Gintung, Nanang Qosim Yusuf beserta alumni training T7A mengajak semua alumni untuk membantu korban situ Gintung, semoga mereka yang sedang diuji oleh Allah memiliki keikhlasan dan hati yang tenang. Untuk program peduli Situ Gintung sendiri akan dikordinatori oleh salah satu alumni, bernama Mas Oot. bisa hubungi di Rumah Kesadaran. 021-5401821, atau 08179106468
Tagged
Different Themes
Written by Naqoy

Founder And Master Trainer The 7 Awareness

1 comments

  1. Hello,

    Aku mengajak juga melihat artikel dalam topik serupa:

    Tsunami Kecil di Tangerang

    Ini adalah seruan agar kita membangun masyarakat yang lebih antisipatif dalam bencana.

    Terima kasih...

    Salam,
    D-