Full width home advertisement

Berita

Article

Post Page Advertisement [Top]

















Sesi kedua dari acara Halal bi Halal adalah peluncuran buku ke 14 karya Naqoy adalah No Box Leadership. Sebenarnya buku ini adalah buku ilmiah dari tesis Coach Naqoy di Magister Management-nya dengan judul asli adalah Implementasi No Box Leadership : Studi kasus pada UNPAM. Ketika diubah menjadi buku menjadi NO BOX LEADERSHIP. Moderator acara tersebut adalah Ibu Linda  Asmarani,S.Pdi,I,M.M yang merupakan Alumni The7Awareness dan Kepala sekolah MA Subono Mantofani Tangsel. 

Berikut adalah catatan yang manarik dari Dr.Budhy Munawwar-Rachman tentangm No Box Leadership : 


Kita akan: melihat pandangan tentang evolusi kepemimpinan dalam menghadapi tantangan global yang berubah dengan cepat, menyoroti pentingnya adaptasi, kesadaran diri, dan pendekatan yang lebih inklusif dan spiritual dalam kepemimpinan.

  • Menguraikan tantangan yang dihadapi oleh era VUCA terhadap kepemimpinan dan strategi tradisional.
  • Memperkenalkan konsep “No Box Leadership”(No Box Leadership), yang menekankan gaya kepemimpinan baru dan berorientasi tujuan.

Presentasi ini akan:

  • Menjelaskan pentingnya peran kepemimpinan dalam organisasi dan perusahaan sebelum pandemi.
  • Menyebutkan figur historis yang menjadi role model dalam kepemimpinan.
  • Menggambarkan bagaimana kepemimpinan dengan gaya dan cara lama tidak lagi efektif dalam situasi double disruption dan era VUCA.
  • Menjelaskan bagaimana “No Box Leadership”memberikan solusi nyata bagi para pemimpin.
  • Menyebutkan karya-karya Stephen Covey dan penelitian terkait kepemimpinan lainnya yang mendukung prinsip-prinsip "No Box Leadership."
  • Menjelaskan peran meditasi dan kesadaran diri dalam kepemimpinan efektif.

Diskusi

  • Membahas karakteristik utama dari "Kepemimpinan Tanpa Kotak," seperti kesadaran diri, kejujuran, dan fokus pada kontribusi.
  • Menjelaskan bagaimana kepemimpinan efektif lebih dari sekadar mencapai efektivitas, tapi juga mencapai "keagungan ilahi."

Kesimpulan

  • Menegaskan bahwa pendekatan kepemimpinan tradisional perlu direvisi di era pasca-pandemi.
  • Menyarankan bahwa “No Box Leadership ”bukan hanya teori tetapi juga praktik yang harus diambil bagian oleh setiap individu, terlepas dari jabatan mereka.

 

 

 

Uraian: "No Box Leadership": Tantangan Kepemimpinan dalam Era VUCA

 

  • Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity): Era ini ditandai dengan ketidakstabilan, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas yang tinggi. Era ini memberi tekanan besar pada bisnis dan semua aspek kehidupan.
  • Dampak pada Kepemimpinan Tradisional: Kepemimpinan dan strategi tradisional mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan perubahan yang tidak terkontrol. Metode lama yang pernah efektif kini sering kali tidak lagi relevan atau efisien dalam menghadapi tantangan-tantangan baru yang terus berubah.

Pengenalan Konsep "No Box Leadership"

Definisi "No Box Leadership": Gaya kepemimpinan yang tidak terikat oleh norma-norma atau batasan tradisional. Ini adalah pendekatan yang fleksibel dan adaptif, dirancang untuk mengatasi tantangan era VUCA.

  • Orientasi Tujuan: Gaya kepemimpinan ini menekankan pada pencapaian tujuan yang jelas dan bermakna, bukan hanya sekadar memenuhi tugas atau tanggung jawab rutin.
  • Metode Pendekatan DIKW: Pendekatan yang digunakan dalam “No Box Leadership”melibatkan empat tahap—Data, Informasi, Pengetahuan, dan Kebijaksanaan (DIKW). Ini membantu pemimpin tidak hanya menjadi efektif, tetapi juga mencapai kebesaran yang lebih tinggi dan bermakna.

pentingnya inovasi dalam kepemimpinan untuk mengatasi tantangan yang disajikan oleh era VUCA.

Ini menyoroti perlunya kepemimpinan yang tidak hanya responsif terhadap perubahan tetapi juga proaktif dalam mengantisipasi dan mengarahkan perubahan tersebut untuk mencapai hasil yang positif dan berkelanjutan.

  • Peran Kepemimpinan: Sebelum munculnya pandemi, kepemimpinan sudah diakui sebagai faktor kunci dalam keberhasilan organisasi dan perusahaan. Kepemimpinan yang efektif dianggap penting untuk memotivasi dan menginspirasi anggota tim, serta membimbing arah strategis perusahaan.
  • Dampak Kepemimpinan pada Organisasi: Kepemimpinan bukan hanya mengenai pengambilan keputusan; ini juga tentang menjadi contoh atau 'role model' bagi orang lain dalam organisasi. Kepemimpinan yang efektif membantu membangun budaya perusahaan yang positif dan mendorong kinerja yang lebih baik di seluruh organisasi.

Figur Historis sebagai Role Model dalam Kepemimpinan

  • Soekarno (Indonesia): Diakui karena kepemimpinannya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, Soekarno menunjukkan kepemimpinan yang kuat dalam periode yang penuh gejolak.
  • Mother Theresa: Terkenal karena dedikasinya terhadap kaum miskin dan menderita, Mother Theresa adalah contoh kepemimpinan pelayanan, yang menunjukkan bagaimana empati dan kepedulian dapat mempengaruhi perubahan sosial yang besar.
  • Mahatma Gandhi (India): Ikon global untuk perjuangan non-kekerasan, Gandhi mengajarkan dan menerapkan prinsip kepemimpinan melalui ketenangan dan perlawanan damai terhadap penjajahan.
  • Isaac Newton (Inggris): Meskipun lebih dikenal karena kontribusinya pada fisika, Newton juga memiliki peran dalam memimpin komunitas ilmiah dengan ide-idenya yang inovatif.
  • Kyai Haji Hasyim Asy'ari (Indonesia): Pendiri Nahdlatul Ulama, Hasyim Asy'ari merupakan figur penting dalam kepemimpinan spiritual dan religius di Indonesia, yang mempengaruhi banyak orang melalui pendekatan yang moderat dan inklusif terhadap Islam.
  • KH. Ahmad Dahlan (Indonesia): Pendiri Muhammadiyah, organisasi Islam di Indonesia, Dahlan dikenal karena reformasi pemikiran Islam dan pendidikannya, menunjukkan kepemimpinan dalam pendidikan dan reformasi sosial.

kepemimpinan efektif telah lama menjadi tulang punggung keberhasilan organisasi dan masyarakat, menunjukkan bahwa figur-figur historis yang berpengaruh ini telah meninggalkan warisan yang bertahan lama melalui gaya kepemimpinan mereka yang berbeda.

Ini juga membantu kita memahami bagaimana nilai-nilai kepemimpinan tradisional mulai berubah seiring dengan perubahan kondisi global, terutama dengan tantangan baru yang dibawa oleh era VUCA.

 

Kepemimpinan dalam Situasi Double Disruption dan Era VUCA

  • Double Disruption: Konsep ini merujuk pada dua bentuk gangguan yang terjadi secara bersamaan, seperti disrupsi teknologi dan disrupsi ekonomi atau sosial. Ini menuntut adaptasi yang cepat dan inovatif dari semua tingkat kepemimpinan dalam organisasi.
  • Tidak Efektifnya Gaya dan Cara Lama: metode kepemimpinan tradisional—yang sering kali kaku dan berpusat pada hierarki—tidak lagi memadai dalam menghadapi ketidakpastian dan kompleksitas era VUCA. Kepemimpinan yang bersifat top-down atau yang sangat tergantung pada rencana jangka panjang tanpa fleksibilitas sering kali gagal dalam menanggapi kecepatan dan skala perubahan yang diperlukan.

Solusi “No Box Leadership” bagi Para Pemimpin

  • Definisi "Kepemimpinan Tanpa Kotak": Gaya kepemimpinan ini mengesampingkan pendekatan "dalam kotak" yang terbatas dan memperkenalkan cara berpikir dan bertindak yang lebih dinamis, adaptif, dan responsif terhadap kondisi yang berubah.
  • Solusi Nyata bagi Pemimpin: “No Box Leadership” memungkinkan para pemimpin untuk:
  • Berpikir Secara Strategis: Memanfaatkan pemikiran yang berorientasi masa depan dan adaptif untuk merespons secara proaktif terhadap gangguan, daripada sekedar bereaksi.
  • Menginspirasi Inovasi: Mendorong budaya inovasi di mana ide-ide baru dan eksperimen dianjurkan sebagai respons terhadap perubahan kondisi pasar dan teknologi.
  • Menumbuhkan Keterlibatan Tim: Mengembangkan keterlibatan tim yang lebih dalam dengan memperkuat kepercayaan dan otonomi dalam tim, yang mengarah pada peningkatan motivasi dan produktivitas.
  • Menerapkan Fleksibilitas: Menyesuaikan struktur organisasi dan operasional yang memungkinkan adaptasi yang lebih cepat dan efektif terhadap tantangan baru.

perubahan dalam paradigma kepemimpinan tidak hanya penting tetapi vital dalam menghadapi realitas global yang terus berubah. “No Box Leadership” ditawarkan sebagai pendekatan yang dapat secara substansial meningkatkan kemampuan organisasi untuk bertahan dan berkembang dalam kondisi yang penuh tantangan ini, menggarisbawahi pentingnya meninggalkan metode lama dan mengadopsi pendekatan yang lebih holistik dan inklusif dalam kepemimpinan.

Karya-karya Stephen Covey dan “No Box Leadership”

Stephen Covey: Sebagai penulis terkenal dengan karyanya seperti "The 7 Habits of Highly Effective People", Covey telah mempengaruhi pemikiran tentang kepemimpinan proaktif dan berbasis prinsip. Dalam konteks "Kepemimpinan Tanpa Kotak", karyanya mendukung gagasan bahwa pemimpin yang efektif perlu lebih dari sekadar mengelola dan mengarahkan; mereka perlu menginspirasi dan memotivasi melalui contoh dan prinsip-prinsip yang kuat.

 

Pengembangan Hipotesis: Berdasarkan teori-teori Covey, hipotesis bahwa kepemimpinan yang transcends metode tradisional (yaitu, "No Box Leadership") lebih mampu mengatasi tantangan era VUCA. Kepemimpinan ini tidak hanya tentang mengarahkan tapi juga tentang memungkinkan setiap individu dalam organisasi untuk menjadi pemimpin dalam kapasitasnya sendiri.

Meditasi dan Kesadaran Diri dalam Kepemimpinan Efektif

Meditasi dan Kepemimpinan: Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa meditasi membantu meningkatkan kesadaran diri, yang merupakan kualitas kunci untuk kepemimpinan efektif. Kesadaran diri memungkinkan pemimpin untuk mengenali emosi dan bias mereka sendiri, yang dapat membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih objektif dan efektif.

 

Peran Kesadaran Diri: Dengan kesadaran diri yang tinggi, pemimpin dapat lebih baik dalam mengelola stres, merespon dengan lebih tenang dalam situasi krisis, dan menjaga fokus pada tujuan jangka panjang sambil mengatasi tantangan jangka pendek. Ini sangat penting dalam lingkungan yang tidak stabil dan tidak pasti seperti yang dijelaskan dalam era VUCA.

 

Penelitian oleh Jeff Geno dan Robin Sharma mengeksplorasi hubungan antara meditasi, kesadaran diri, dan kepemimpinan efektif. Kedua peneliti menemukan bahwa kebiasaan meditasi dan momen refleksi pribadi memperkuat kemampuan pemimpin untuk bertindak dengan kejernihan dan kompas moral yang lebih besar.

Menggabungkan prinsip-prinsip Covey dan praktik meditasi dalam kepemimpinan dapat menghasilkan gaya kepemimpinan yang lebih adaptif dan responsif, yang sangat dibutuhkan dalam situasi yang terus berubah. Dengan demikian, “No Box Leadership”tidak hanya menjadi strategi tetapi juga pendekatan holistik yang mengintegrasikan pemahaman mendalam tentang diri sendiri dan orang lain untuk mengarahkan organisasi ke arah yang lebih positif dan berkelanjutan.

 

Itulah review yang sangat luar biasa dari Pakar Filsafat Islam Dr.Budhy Munawwar -Rachman mengenai buku yang dianggapnya adalah hal baru dan istimewa, bagi dirinya Naqoy telah menemukan hal baru yang belum pernah ada sebelumnya. Dirinya percaya bahwa pengalaman Naqoy menjadi konsultan di BUMN dan pendalaman spiritualnya menjadikanya menemukan transformasi kepemimpinan yang kita sebelumnya hanya mengenal Out of The Box sekarang adalah No Box. 

----------------------------------------------------------------
Untuk diskusi dan training No BOX 
NAQOY CENTER : 087878289001, Email naqoycenter@gmail.com
 

PROFIL TERBARU NAQOY (MASTER TRAINER THE 7 AWARENESS)

Bottom Ad [Post Page]