Di tengah tuntutan pekerjaan, target organisasi, perubahan kebijakan, dan tekanan pelayanan publik, seorang pegawai tidak cukup hanya memiliki kompetensi. Ia juga membutuhkan kesadaran diri agar mampu bekerja dengan fokus, tenang, bertanggung jawab, dan penuh makna.
Melalui One Minute Awareness (OMA), Coach Naqoy mengajak setiap pegawai menyediakan satu menit untuk berhenti dari rutinitas, menyadari pikiran dan emosinya, lalu kembali bertanya: “Apa tujuan saya? Apa nilai yang ingin saya hadirkan melalui pekerjaan ini?”
OMA membantu pegawai untuk:
Mengelola emosi dan tekanan kerja agar tidak mudah reaktif.
Meningkatkan fokus dan produktivitas dalam menjalankan tugas.
Menumbuhkan integritas, karena setiap keputusan lahir dari kesadaran, bukan sekadar kebiasaan.
Membangun pola pikir positif dan solutif ketika menghadapi masalah.
Menemukan potensi dan talenta terbaik dalam diri.
Membangun kepemimpinan diri, sebelum memimpin orang lain.
Menjadikan pekerjaan bukan sekadar rutinitas, tetapi amanah, pengabdian, dan jalan keberkahan.
Dalam konteks Manajemen Talenta Kementerian Agama, OMA menjadi penting karena talenta terbaik bukan hanya mereka yang memiliki kemampuan tinggi, tetapi mereka yang sadar terhadap kekuatan dirinya, sadar terhadap tanggung jawabnya, dan sadar terhadap kontribusi yang harus diberikan kepada organisasi dan masyarakat.
Peserta yang menemukan makna One Minute Awareness pada akhirnya memiliki satu alasan kuat dalam dirinya: tidak ada alasan untuk berhenti bertumbuh, belajar, berkarya, dan memberikan pelayanan terbaik.
Terima kasih Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan atas kepercayaan kepada Coach Naqoy dalam kegiatan Manajemen Talenta, 20 Agustus 2026.
“Satu menit untuk sadar, satu keputusan untuk berubah, dan satu langkah untuk menjadi manusia di atas rata-rata.”
The7Awareness Leadership — From Good to Great.
.jpg)