Coach Naqoy di BNPT: Menjalin Kebersamaan, Menata Harapan Bersama Keluarga

Coach Naqoy di BNPT
Coach Naqoy bersama peserta
Bersama Direktur BNPT

Jakarta, 8 Oktober 2026 — Coach Naqoy, Dr. Nanang Qosim Yusuf, hadir sebagai pembicara dalam kegiatan Silaturahmi Keluarga di BNPT. Mengangkat tema “Menjalin Kembali Kebersamaan, Menata Harapan, Melangkah Bersama Indonesia”, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan yang menempatkan keluarga, harapan, dan kebersamaan sebagai perhatian utama.

Dalam dokumentasi kegiatan, Coach Naqoy tampak menyampaikan paparan dengan dukungan materi presentasi The7Awareness. Latar panggung menampilkan ilustrasi keluarga dan tema kegiatan yang menegaskan semangat untuk kembali terhubung serta membangun langkah ke depan.

Tema tersebut memiliki makna yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Setiap keluarga membutuhkan kesempatan untuk saling mendengarkan, memahami perubahan, dan memperkuat hubungan melalui perhatian yang nyata.

Menjalin Kembali Kebersamaan

Kebersamaan tumbuh ketika setiap anggota keluarga memiliki ruang untuk didengar dan dihargai. Percakapan sederhana, waktu yang disediakan dengan sungguh-sungguh, serta kesediaan memahami pengalaman orang lain menjadi bagian penting dalam merawat hubungan.

Silaturahmi membuka kesempatan untuk memperbarui kedekatan tersebut. Pertemuan dapat menjadi awal untuk menyampaikan perhatian, memperbaiki komunikasi, dan menemukan kembali hal-hal baik yang menghubungkan satu sama lain.

Dalam keluarga, langkah itu dapat dimulai melalui sapaan yang hangat, pertanyaan yang tulus, dan kesediaan mendengarkan tanpa terburu-buru memberikan penilaian.

Menata Harapan melalui Kesadaran Diri

Menata harapan membutuhkan keberanian untuk melihat keadaan saat ini sekaligus membuka diri terhadap kemungkinan yang lebih baik. Seseorang perlu mengenali hal yang dapat diperbaiki, dukungan yang dibutuhkan, serta langkah yang sanggup dijalankan.

Dalam konteks pengembangan diri, kesadaran menjadi dasar untuk memilih tindakan dengan lebih bertanggung jawab. Kesadaran membantu seseorang memperhatikan cara berpikir, mengelola respons, dan memahami pengaruh perilakunya terhadap keluarga maupun lingkungan.

Harapan kemudian memperoleh bentuk melalui tindakan sederhana: menepati janji, menjalankan tanggung jawab, memperbaiki kebiasaan, dan menjaga komunikasi. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membantu membangun kepercayaan.

Keluarga sebagai Ruang Belajar dan Bertumbuh

Di dalam keluarga, seseorang belajar menghargai perbedaan, menyampaikan pendapat, dan menyelesaikan persoalan bersama. Proses tersebut membutuhkan kesabaran karena setiap anggota keluarga memiliki pengalaman serta kebutuhan yang berbeda.

Hubungan yang hangat tetap memerlukan batasan yang jelas, kesepakatan, dan tanggung jawab. Kasih sayang dapat diwujudkan melalui dukungan sekaligus arahan yang disampaikan dengan penuh penghormatan.

Semangat ini relevan dengan tema Silaturahmi Keluarga: kebersamaan perlu dirawat, harapan perlu ditumbuhkan, dan perjalanan ke depan perlu dijalani dengan kesediaan saling mendukung.

Melangkah Bersama Indonesia

Frasa “Melangkah Bersama Indonesia” memperluas makna kebersamaan dari lingkungan keluarga menuju kehidupan bermasyarakat. Sikap saling menghargai, kepedulian, dan tanggung jawab yang dilatih di rumah menjadi bekal dalam berinteraksi dengan lingkungan yang lebih luas.

Kontribusi dapat dimulai dari hal yang dekat: menjaga hubungan baik dengan tetangga, membantu sesama, menghormati perbedaan, dan menjalankan peran masing-masing dengan jujur.

Kehadiran Coach Naqoy dalam kegiatan Silaturahmi Keluarga di BNPT menjadi bagian dari ruang belajar tentang pengembangan diri dan kebersamaan. Tema kegiatan mengingatkan bahwa menata masa depan membutuhkan hubungan yang dirawat serta tindakan yang dapat dipercaya.

Harapan tumbuh ketika kita bersedia saling mendengarkan. Kebersamaan menguat ketika perhatian diwujudkan dalam tindakan.