Dr. Dewi Naqoy Bersama Dinas Pendidikan Tangsel Menguatkan Karakter Guru di Atas Rata-rata


Dr Dewi Naqoy sedang menjadi pembicara

Dr Dewi Naqoy lulusan Doktoral Uninus Bandung

Antusiasme para kepala sekolah
sambutan kasi pendidikan kota Tangsel

Kelik Mubiyanto, S.H., M.Pd. .

Tangerang Selatan — Dr. Dewi Umronih Yusuf, M.Pd., yang dikenal sebagai Dr. Dewi Naqoy, hadir dalam kegiatan pengembangan kompetensi guru bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan. Mengusung semangat “Guru Berdaya – Tangsel Juara”, kegiatan ini mengangkat pelatihan melalui metode One Minute Awareness sebagai ruang untuk memperkuat kesadaran diri dan karakter pendidik.

Dalam dokumentasi kegiatan, Dr. Dewi Naqoy tampak menyampaikan paparan di hadapan peserta. Pertemuan ini membawa perhatian pada dimensi penting dalam pendidikan: kualitas pribadi guru yang hadir setiap hari di ruang kelas, mendampingi siswa, dan memberikan teladan melalui perilakunya.

Penguatan karakter guru merupakan proses berkelanjutan. Pengetahuan dan keterampilan mengajar perlu berjalan bersama integritas, empati, kedisiplinan, serta kesediaan untuk terus belajar.

Guru di Atas Rata-rata Dimulai dari Kesadaran Diri

Semangat menjadi guru di atas rata-rata dapat dimaknai sebagai komitmen memberikan kualitas terbaik dalam mendidik. Komitmen tersebut terlihat dari persiapan pembelajaran, cara memperlakukan siswa, serta tanggung jawab terhadap perkembangan mereka.

Guru yang berkesadaran bersedia mengenali keadaan dirinya sebelum merespons situasi di kelas. Ia memperhatikan apakah kelelahan memengaruhi nada bicaranya, apakah penilaiannya sudah adil, dan apakah siswa memperoleh kesempatan untuk menyampaikan kesulitan.

Refleksi seperti ini membantu guru mengevaluasi praktik mengajarnya. Kesediaan memperbaiki diri menjadi dasar untuk membangun hubungan pendidikan yang lebih hangat dan bertanggung jawab.

One Minute Awareness sebagai Ruang Refleksi

Metode One Minute Awareness yang tercantum dalam tema pelatihan memberi titik masuk untuk membicarakan pentingnya jeda dan perhatian dalam menjalankan peran pendidik.

Dalam keseharian sekolah, jeda singkat dapat digunakan guru untuk menata niat, mengenali emosi, dan memusatkan kembali perhatian pada tujuan pembelajaran. Sebelum memasuki kelas, misalnya, guru dapat merefleksikan pertanyaan: “Apa yang dibutuhkan siswa hari ini?” dan “Sikap apa yang ingin saya teladankan?”

Kesadaran tersebut perlu diteruskan menjadi tindakan. Guru dapat memilih untuk bertanya sebelum menyimpulkan, mendengarkan sebelum menegur, dan memberikan arahan dengan bahasa yang jelas serta menghargai siswa.

Karakter Guru Terlihat dalam Tindakan Sehari-hari

Pembentukan karakter pendidik berlangsung melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten. Beberapa wujudnya antara lain:

  • Integritas: jujur dalam penilaian, menepati kesepakatan, dan bertanggung jawab terhadap tugas.

  • Empati: berusaha memahami latar belakang serta kesulitan belajar siswa.

  • Pengelolaan emosi: menyampaikan teguran secara proporsional tanpa mempermalukan.

  • Keteladanan: menunjukkan disiplin, kesantunan, dan kesediaan meminta maaf ketika keliru.

  • Semangat belajar: terbuka terhadap masukan dan memperbaiki metode pembelajaran.

Nilai-nilai tersebut membuat pesan pendidikan lebih nyata. Siswa melihat bagaimana guru menjalankan prinsip yang diajarkannya, termasuk ketika menghadapi perbedaan pendapat dan tantangan di kelas.

Membangun Kelas yang Menghargai Potensi Siswa

Setiap siswa memiliki kemampuan, pengalaman, dan kecepatan belajar yang berbeda. Pendidik perlu menyediakan ruang agar siswa berani bertanya, mencoba, dan memperbaiki kesalahannya.

Kelas yang menghargai siswa tetap memiliki aturan serta batasan yang jelas. Guru menjelaskan harapan, menerapkan kesepakatan secara adil, dan memberikan umpan balik yang membantu siswa memahami langkah perbaikannya.

Dalam konteks ini, karakter guru berperan penting. Kesabaran dan ketegasan yang disertai kepedulian menjadi bekal untuk mendampingi siswa menuju kemandirian dan tanggung jawab.

Kolaborasi untuk Pendidikan Tangsel yang Lebih Baik

Keterlibatan Dr. Dewi Naqoy bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan menunjukkan adanya ruang kolaborasi dalam pengembangan kompetensi dan karakter pendidik.

Semangat “Guru Berdaya – Tangsel Juara” dapat diteruskan melalui praktik di sekolah: refleksi pembelajaran, berbagi pengalaman antarguru, dan evaluasi terhadap cara mendampingi siswa. Dengan tindak lanjut yang konsisten, pembelajaran dari pelatihan memiliki kesempatan untuk menjadi kebiasaan kerja yang bermakna.

Guru yang berdaya memiliki kemauan dan dukungan untuk terus bertumbuh. Dari proses itulah lahir keteladanan yang dapat dirasakan oleh siswa, keluarga, dan lingkungan sekolah.

Menjadi guru di atas rata-rata dimulai dari kesadaran untuk memperbaiki diri, lalu diwujudkan melalui ilmu, kasih sayang, dan tanggung jawab dalam mendidik. Mengundang buat sekolah hub 081905666479, 087878289001