Tangerang Selatan — Sebanyak 40 peserta dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Tangerang Selatan mengikuti pelatihan pemberdayaan perempuan dengan pendekatan The7Awareness bersama Coach Dr. Naqoy. Kegiatan ini merupakan bagian dari program CSR Rumah Kesadaran bersama Kota Tangerang Selatan, yang diselenggarakan setiap minggu di Aula Naqoy Center, Serpong.
Mengusung semangat “Perempuan Berdaya, Tangsel Juara”, program ini membuka ruang bagi perempuan untuk belajar, mengenali kemampuan diri, dan mengembangkan keberanian berkarya. Pendampingan secara rutin diharapkan membantu peserta menerjemahkan semangat pelatihan menjadi kebiasaan dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari.
The7Awareness mencakup tujuh kesadaran: Thinking, Silence, Success, Soul, Wisdom, Vision, dan Surrender. Dalam konteks pemberdayaan perempuan, ketujuhnya dapat dipahami dan diterapkan sebagai berikut.
1. Thinking: Kesadaran dalam Berpikir
Thinking mengajak peserta memperhatikan cara berpikir ketika menghadapi persoalan. Perempuan perlu memiliki ruang untuk mengenali potensi, memeriksa anggapan yang membatasi diri, serta mempertimbangkan pilihan berdasarkan keadaan nyata.
Penerapannya dapat dimulai dengan mengubah pertanyaan “Apakah saya mampu?” menjadi “Apa yang perlu saya pelajari agar mampu?” Dengan demikian, keinginan berkembang memiliki arah tindakan yang lebih jelas.
2. Silence: Kesadaran melalui Keheningan
Silence memberi ruang untuk berhenti sejenak dari kesibukan, mendengarkan diri, dan mengenali perasaan sebelum memberikan respons. Jeda ini dapat digunakan untuk berdoa, berefleksi, atau menata kembali perhatian.
Dalam keseharian, peserta dapat meluangkan waktu sebelum mengambil keputusan atau menjawab percakapan yang menegangkan. Tujuannya adalah memberi kesempatan kepada diri sendiri untuk merespons dengan lebih sadar.
3. Success: Kesadaran tentang Keberhasilan
Success mengajak peserta merumuskan keberhasilan yang bermakna sesuai kebutuhan, nilai, dan tahap kehidupannya. Keberhasilan dapat berupa bertambahnya keterampilan, keberanian menyampaikan pendapat, usaha yang mulai berjalan, maupun tanggung jawab yang semakin tertata.
Peserta dapat menetapkan sasaran kecil yang terukur, seperti menyelesaikan satu pelatihan, membuat contoh produk, atau menyusun jadwal belajar. Kemajuan tersebut menjadi pijakan untuk langkah berikutnya.
4. Soul: Kesadaran Jiwa dan Makna Diri
Soul mengarahkan perhatian pada nilai diri, ketulusan niat, dan makna dari aktivitas yang dijalani. Setiap perempuan memiliki pengalaman serta kemampuan yang berharga untuk dikembangkan.
Kesadaran ini dapat diterapkan dengan mengenali kegiatan yang memberi makna, merawat kepedulian kepada sesama, dan tetap memperhatikan kebutuhan diri. Perempuan berhak memiliki kesempatan untuk belajar dan bertumbuh di tengah berbagai perannya.
5. Wisdom: Kesadaran untuk Bertindak Bijaksana
Wisdom mengajak peserta mempertimbangkan akibat dari sebuah keputusan bagi diri sendiri maupun orang lain. Kebijaksanaan melibatkan kesediaan mendengarkan, memahami perbedaan, dan memilih tindakan yang adil serta bertanggung jawab.
Dalam keluarga, organisasi, atau usaha, penerapannya dapat berupa menyelesaikan perbedaan melalui dialog, memeriksa informasi sebelum menyimpulkan, dan menjaga kepercayaan dalam bekerja sama.
6. Vision: Kesadaran tentang Arah Masa Depan
Vision membantu peserta membayangkan masa depan yang ingin dibangun dan menyusun langkah untuk mencapainya. Harapan menjadi lebih terarah ketika disertai prioritas, waktu pelaksanaan, dan dukungan yang dibutuhkan.
Sebagai contoh, peserta yang ingin memulai usaha dapat menentukan keterampilan yang perlu dipelajari, produk yang akan diuji, dan calon pelanggan yang ingin dilayani. Rencana dapat disesuaikan secara bertahap berdasarkan pengalaman.
7. Surrender: Kesadaran Berserah setelah Berikhtiar
Surrender mengajak peserta menjalani usaha dengan sungguh-sungguh, berdoa, dan menyerahkan hasil kepada Allah SWT. Sikap ini berjalan bersama tanggung jawab untuk terus belajar dan mengevaluasi langkah.
Dalam menghadapi hasil yang belum sesuai harapan, peserta tetap dapat mencari dukungan, memperbaiki cara, dan mencoba kembali. Berserah memberi ruang untuk menerima hal yang berada di luar kendali sambil melanjutkan ikhtiar yang masih dapat dilakukan.
Pembelajaran Berkelanjutan untuk Perempuan Berdaya
Ketujuh kesadaran tersebut menjadi bahan refleksi untuk menghubungkan pemahaman diri dengan tindakan nyata. Peserta dapat memulainya melalui satu komitmen sederhana setiap minggu, kemudian meninjau kemajuan dan hambatan yang dihadapi.
Melalui program CSR Rumah Kesadaran bersama Kota Tangerang Selatan, pelatihan rutin ini diharapkan memperluas kesempatan perempuan untuk mengembangkan kemampuan dan membangun dukungan bersama. Keberdayaan tumbuh ketika perempuan memperoleh ruang untuk didengar, akses untuk belajar, serta kesempatan untuk mewujudkan gagasannya.
.jpeg)
.jpeg)


.jpeg)
.jpeg)


