Tangerang Selatan — Para alumni The7Awareness bertemu dengan Coach Dr. Nanang Qosim Yusuf, yang akrab disapa Coach Naqoy, dan Dr. Dewi Umronih Yusuf di Naqoy Center. Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi sekaligus belajar tentang Parenting The7Awareness, sebuah pendekatan pengasuhan yang menempatkan kesadaran diri sebagai bekal dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Kebersamaan tersebut tergambar dalam foto para alumni bersama Coach Naqoy dan Dr. Dewi Naqoy, dengan latar sejumlah karya buku bertema kesadaran dan pengembangan diri. Momen ini mengingatkan bahwa proses belajar tidak berhenti ketika pelatihan selesai. Nilai yang dipelajari perlu terus dihidupkan dalam hubungan sehari-hari, terutama di dalam keluarga.
Kesadaran Orang Tua sebagai Awal Pengasuhan
Menjadi orang tua merupakan perjalanan belajar yang terus berlangsung. Setiap tahap perkembangan anak menghadirkan kebutuhan dan tantangan yang berbeda. Karena itu, orang tua perlu menyediakan ruang untuk mengevaluasi cara berbicara, mendengarkan, serta merespons perilaku anak.
Dalam semangat Parenting The7Awareness, refleksi dapat dimulai dengan pertanyaan sederhana: apakah kita sudah hadir ketika anak bercerita? Apakah nasihat yang disampaikan membantu anak memahami kesalahannya? Apakah harapan kita memberi ruang bagi kemampuan dan keunikan dirinya?Pertanyaan tersebut mengajak orang tua mengenali pikiran dan emosinya sebelum mengambil tindakan. Kesadaran ini dapat dilatih melalui kebiasaan memberi jeda sebelum merespons, mendengarkan hingga tuntas, dan menyampaikan arahan dengan bahasa yang jelas.
Menghadirkan Cinta melalui Sikap Sehari-hari
Kasih sayang membutuhkan bentuk yang dapat dirasakan anak. Kehadiran, perhatian, dan kesediaan mendengarkan menjadi bagian penting dari hubungan orang tua dan anak.
Dalam keseharian, orang tua dapat membangun kebiasaan sederhana: menyediakan waktu berbincang tanpa gawai, menghargai usaha anak, serta menjelaskan alasan di balik aturan keluarga. Ketika terjadi kesalahan, anak tetap membutuhkan bimbingan dan batasan yang konsisten, disampaikan dengan menghormati martabatnya.
Keteladanan juga memiliki tempat penting. Cara orang tua meminta maaf, menepati janji, dan menyelesaikan perbedaan pendapat menjadi contoh yang dapat dilihat langsung oleh anak. Dengan demikian, pembelajaran karakter hadir melalui pengalaman nyata di rumah.
Silaturahmi yang Menguatkan Semangat Belajar
Pertemuan alumni di Naqoy Center membuka ruang untuk merawat hubungan sekaligus melanjutkan pembelajaran bersama Coach Naqoy dan Dr. Dewi Naqoy. Semangat pengembangan diri yang tumbuh melalui The7Awareness dapat dibawa ke dalam peran sebagai orang tua, pasangan, maupun anggota masyarakat.
Kebersamaan alumni juga menjadi pengingat bahwa perubahan membutuhkan latihan yang berkelanjutan. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten—lebih sabar mendengarkan, lebih berhati-hati memilih kata, dan lebih terbuka menerima masukan—dapat menjadi awal perbaikan hubungan dalam keluarga.
Melalui silaturahmi dan pembelajaran Parenting The7Awareness ini, Naqoy Center menjadi tempat bertemu dan bertumbuh bersama. Harapannya, semangat belajar para alumni terus hadir di rumah masing-masing, sehingga keluarga menjadi ruang yang penuh kasih, memiliki arah, dan memberi kesempatan bagi setiap anggotanya untuk berkembang.
Menjadi orang tua yang sadar dimulai dari kesediaan untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan menghadirkan cinta melalui tindakan sehari-hari.
