Sidang Tertutup Doktoral di Universitas Pakuan: Syukur, Ilmu, dan Cinta Keluarga (Coach Naqoy)

Coach Naqoy dan para profesor
Suasana tegang sidang terturtup
Tema Ujian tertutup Disertasi Coach Naqoy
Penelitian Coach Naqoy
Uji hasil
Buku dari disertasi Coach Naqoy


Bogor, 16 Oktober 2026 — Nanang Qosim Yusuf, yang dikenal sebagai Coach Naqoy, menjalani ujian sidang tertutup doktoral di lantai 3 Gedung Pascasarjana Universitas Pakuan. Momen ini menjadi tahapan penting dalam perjalanan akademik yang dibangun melalui ketekunan, bimbingan para guru, serta doa dan dukungan keluarga.

Dengan penuh rasa syukur kepada Allah SWT, Coach Naqoy menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada promotor, co-promotor, ketua sidang, serta para penguji yang telah memberikan arahan dan masukan bagi penyempurnaan disertasi:

Prof. Dr. rer. pol. Ir. Didik Notosudjono, M.Sc., IPU, ASEAN Eng., APEC Eng., selaku Promotor.

Dr. Hamzah Bustomi, S.Si., M.M., selaku Co-Promotor.

Dr. Nancy Yusnita, S.E., M.M., selaku Ketua Sidang.

Prof. Dr. Sumaryoto, selaku Penguji Luar.

Prof. Dr.-Ing. Soewarto Hardhienata, selaku Penguji Disertasi.

Bimbingan, pertanyaan kritis, dan saran dari para akademisi menjadi bekal berharga untuk memperkuat kualitas penelitian. Proses ini juga mengajarkan pentingnya keterbukaan terhadap koreksi, ketelitian dalam berpikir, dan tanggung jawab dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.

Ucapan terima kasih secara khusus turut disampaikan kepada Prof. Eri Sarimanah, Wakil Rektor Universitas Pakuan, atas dukungan dan perhatian yang diberikan dalam perjalanan akademik ini.

Di balik setiap tahapan yang dilalui, keluarga memiliki tempat yang begitu istimewa. Bagi Coach Naqoy, cinta dan dukungan keluarga menjadi kekuatan untuk terus melangkah, termasuk ketika proses belajar menuntut waktu, tenaga, dan kesabaran.

Rasa terima kasih yang mendalam dipersembahkan kepada istri tercinta, Dr. Dewi Umronih Yusuf, serta putri kembar tersayang, Zaara dan Zyvaa. Kehadiran mereka memberi makna pada setiap perjuangan dan mengingatkan bahwa pencapaian akademik selalu memiliki cerita tentang orang-orang yang setia mendampingi.

“Semua prestasi ini, tanpa cinta dan dukungan keluarga, rasanya mustahil. Love you, Hamesya, Dr. Dewi Umronih Yusuf, serta putri kembar tersayang, Zaara dan Zyvaa.”

Sidang tertutup ini menjadi pengingat bahwa perjalanan menuntut ilmu membutuhkan kecerdasan sekaligus kerendahan hati. Setiap masukan adalah kesempatan untuk bertumbuh, dan setiap dukungan adalah amanah untuk menghasilkan karya yang bermanfaat.

Semoga seluruh bimbingan para guru menjadi amal jariyah, doa keluarga senantiasa menguatkan langkah, dan ilmu yang diperjuangkan membawa manfaat bagi pendidikan serta masyarakat luas.