Ucapan Tulus Dr. Nanang Qosim Yusuf (Naqoy) untuk Promotor dan Co-Promotor Disertasi “No Box Leadership”


Perjalanan menyusun disertasi merupakan proses belajar yang menuntut ketekunan, keterbukaan, dan keberanian untuk terus memperbaiki pemikiran. Di sepanjang perjalanan tersebut, bimbingan para pembimbing memiliki arti yang mendalam.

Dengan penuh rasa hormat dan syukur, saya, Dr. Nanang Qosim Yusuf, S.Pd.I., M.M., M.Psi., CDAI, menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Prof. Dr. rer. pol. Ir. H. Didik Notosudjono, M.Sc., selaku Promotor, serta Dr. H. Hamzah, Dipl. Inf, S.Kom., MM, CSBA, CIQnR, CAMA, CADS, selaku Co-Promotor, atas bimbingan dalam penyusunan disertasi “No Box Leadership”.

Ilmu, arahan, kesabaran, dan perhatian yang Bapak berikan menjadi bagian berharga dalam perjalanan akademik saya. Setiap masukan membantu saya melihat penelitian dengan lebih jernih, menguji gagasan dengan lebih cermat, dan menyampaikan pemikiran secara lebih bertanggung jawab.

Kepada Bapak Prof. Didik Notosudjono, saya menyampaikan penghargaan yang mendalam atas kesediaan membimbing dan memberikan arah dalam pengembangan disertasi ini. Bimbingan Bapak menjadi pengingat bahwa sebuah gagasan perlu dibangun di atas landasan ilmiah yang kuat dan diperjuangkan dengan kesungguhan.

Kepada Bapak Dr. Hamzah, saya mengucapkan terima kasih atas pendampingan, ketelitian, dan masukan yang membantu proses penyempurnaan penelitian. Perhatian Bapak pada proses akademik mengajarkan pentingnya kesabaran dalam memeriksa kembali, memperbaiki, dan menuntaskan setiap tahapan.

Melalui bimbingan Bapak berdua, saya belajar bahwa keterbukaan terhadap kritik merupakan bagian penting dari pertumbuhan seorang peneliti. Ada kalanya pemikiran perlu ditinjau ulang, penjelasan perlu dipertajam, dan kesimpulan perlu dipertimbangkan dengan lebih hati-hati. Di situlah kerendahan hati dan ketekunan mendapat tempatnya.

Disertasi “No Box Leadership” membawa harapan agar gagasan kepemimpinan dapat memberi manfaat bagi pengembangan pendidikan dan organisasi. Bagi saya, harapan tersebut juga merupakan amanah untuk terus belajar serta menghubungkan pemikiran akademik dengan kebutuhan nyata di masyarakat.

Ucapan terima kasih ini lahir dari kesadaran bahwa perjalanan keilmuan selalu melibatkan kemurahan hati orang-orang yang bersedia berbagi pengetahuan dan waktu. Setiap arahan yang Bapak berikan menjadi bekal yang akan saya bawa dalam mengajar, memimpin, dan mengembangkan karya selanjutnya.

Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan Bapak dengan kesehatan, keberkahan, dan kelapangan dalam menjalankan pengabdian. Semoga ilmu yang dibagikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya.

Terima kasih, Bapak Promotor dan Co-Promotor, atas kesediaan mendampingi perjalanan ini. Semoga saya dapat menjaga amanah ilmu tersebut melalui karya dan pengabdian yang bermanfaat.

Dengan hormat dan rasa syukur,




Dr. Nanang Qosim Yusuf, S.Pd.I., M.M., M.Psi., CDAI