Setiap orang tua tentu ingin memberikan yang terbaik bagi anaknya. Di tengah kesibukan dan tanggung jawab sehari-hari, keinginan tersebut perlu diwujudkan melalui kehadiran yang hangat, kesediaan mendengarkan, serta cara berkomunikasi yang membuat anak merasa dihargai.
Mengangkat pentingnya kesadaran dalam pengasuhan, Naqoy Center menghadirkan seminar “Parenting Berkesadaran: Menjadi Orang Tua yang Dirindukan” bersama Coach Naqoy dan Dr. Dewi Naqoy. Kegiatan ini akan diselenggarakan pada Sabtu, 17 Oktober 2026, pukul 13.00–16.00 WIB, di Aula Naqoy Point Center, Buaran, Serpong, Tangerang Selatan.
Seminar ini mengajak ayah dan bunda meluangkan waktu untuk belajar, merefleksikan pola pengasuhan, serta membangun hubungan yang lebih dekat dengan anak.
Rumah yang Menerima, Hati yang Memahami
Pesan utama dalam kegiatan ini terangkum dalam kalimat:
“Anak membutuhkan rumah yang menerima, telinga yang mendengar, dan hati yang memahami.”
Rumah menjadi tempat yang dirindukan ketika anak merasa aman untuk bercerita, bertanya, dan mengakui kesalahan. Kehangatan tersebut tumbuh melalui interaksi sehari-hari: sapaan yang penuh perhatian, waktu untuk mendengarkan, dan teguran yang tetap menjaga harga diri anak.
Parenting berkesadaran mengajak orang tua mengenali pikiran, emosi, serta responsnya ketika mendampingi anak. Kesadaran ini memberikan ruang untuk memilih sikap yang lebih tepat, terutama saat menghadapi perbedaan pendapat atau perilaku yang perlu diarahkan.
Menerima anak tetap berjalan bersama pemberian batasan yang jelas. Kasih sayang dan ketegasan dapat hadir dalam satu proses pengasuhan yang menghormati anak sekaligus mengajarkan tanggung jawab.
Tiga Fokus Parenting Berkesadaran
Dalam seminar ini, terdapat tiga fokus utama yang diangkat sesuai tema kegiatan.
1. Mengelola emosi dalam pengasuhan
Kelelahan, kekhawatiran, dan tekanan pekerjaan dapat memengaruhi cara orang tua merespons anak. Mengenali keadaan diri membantu ayah dan bunda mengambil jeda sebelum berbicara atau bertindak.
Jeda tersebut dapat menjadi kesempatan untuk menenangkan diri, memahami situasi, lalu menyampaikan arahan dengan lebih jelas. Orang tua pun dapat memberi contoh bahwa emosi perlu dikenali dan dikelola secara bertanggung jawab.
2. Membangun komunikasi penuh kasih
Komunikasi yang hangat dimulai dari kesediaan mendengarkan. Anak perlu mendapat kesempatan untuk menyampaikan perasaan dan pengalamannya sebelum orang tua memberikan penilaian atau nasihat.
Pertanyaan sederhana seperti, “Apa yang membuatmu sedih hari ini?” atau “Bagian mana yang terasa sulit?” dapat membuka percakapan. Dari sana, orang tua dan anak dapat bersama-sama memahami persoalan serta mencari langkah penyelesaiannya.
3. Menghadirkan keteladanan dalam keluarga
Nilai-nilai keluarga menjadi lebih nyata ketika terlihat dalam perilaku sehari-hari. Kejujuran, kedisiplinan, kesabaran, dan rasa hormat dapat dicontohkan melalui tindakan yang dekat dengan kehidupan anak.
Menepati janji, meminta maaf ketika keliru, menghargai pasangan, dan menjalankan tanggung jawab merupakan bagian dari keteladanan tersebut. Orang tua juga dapat menunjukkan bahwa belajar memperbaiki diri adalah proses yang berlangsung sepanjang kehidupan.
Belajar Menjadi Orang Tua yang Dirindukan
Menjadi orang tua yang dirindukan merupakan perjalanan membangun kedekatan melalui perhatian yang konsisten. Ada waktu untuk mendengarkan, keberanian untuk mengevaluasi diri, dan kesediaan memperbaiki hubungan setelah terjadi kesalahpahaman.
Melalui seminar bersama Coach Naqoy dan Dr. Dewi Naqoy, peserta diajak menumbuhkan kesadaran bahwa pengasuhan juga merupakan ruang belajar bagi orang tua. Setiap perjumpaan dengan anak menjadi kesempatan untuk menghadirkan kasih sayang, arahan, dan teladan.
Kegiatan ini relevan bagi ayah, bunda, calon orang tua, serta pendidik yang ingin memperkaya pemahaman tentang hubungan keluarga dan pendampingan anak.
Jadwal dan Informasi Pendaftaran
Mari hadir bersama pasangan dan luangkan waktu untuk bertumbuh sebagai orang tua. Kehadiran yang penuh perhatian hari ini dapat menjadi kenangan hangat yang dibawa anak sepanjang perjalanan hidupnya.
Menjadi orang tua yang dirindukan dimulai dari kesediaan untuk hadir, mendengar, dan terus belajar mencintai dengan sadar.
