TANGERANG SELATAN — Yayasan Rumah Kesadaran bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang Selatan menghadirkan kegiatan penguatan kapasitas perempuan melalui pembelajaran berbasis kesadaran. Mengusung semangat “Perempuan Berdaya, Tangsel Juara”, kegiatan ini menjadi ruang untuk mengenali potensi diri, menumbuhkan kepercayaan diri, serta memperkuat peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat.
Bertempat di lingkungan Pondok Pesantren An Naqoyah–Naqoy Center, kegiatan menghadirkan Dr. Naqoy dan Dr. Dewi Naqoy. Pembelajaran mengangkat pendekatan The7Awareness dan One Minute Awareness, dengan mengajak peserta mengambil jeda dari kesibukan, memperhatikan kondisi diri, dan merefleksikan langkah perbaikan yang dapat diterapkan dalam keseharian.
Kesadaran Diri sebagai Awal Pemberdayaan
Perempuan menjalankan beragam tanggung jawab, mulai dari mendampingi keluarga hingga berkontribusi dalam pekerjaan dan lingkungan sosial. Di tengah peran tersebut, kesempatan untuk belajar dan memahami kebutuhan diri menjadi bagian penting dari proses pemberdayaan.
Melalui pelatihan perempuan produktif dan kreatif ini, peserta diajak melihat bahwa pengembangan diri dapat dimulai dari tindakan sederhana: mengenali kemampuan, mengelola respons ketika menghadapi persoalan, berkomunikasi dengan lebih baik, serta menyusun tujuan yang realistis.
Kesadaran diri menjadi pijakan untuk mengambil keputusan secara lebih terarah. Dengan memahami potensi dan tantangannya, perempuan diharapkan semakin berani belajar, menyampaikan gagasan, dan mengembangkan keterampilan yang mendukung kemandiriannya.
Pembelajaran yang Dekat dengan Kehidupan
Pendekatan The7Awareness mencakup tujuh kesadaran, yaitu Thinking, Silence, Success, Soul, Wisdom, Vision, dan Surrender. Dalam konteks pemberdayaan perempuan, nilai-nilai tersebut menjadi bahan refleksi untuk membangun cara berpikir yang terbuka, ketenangan dalam merespons keadaan, kepedulian, kebijaksanaan, serta arah hidup yang bermakna.
One Minute Awareness diperkenalkan sebagai latihan mengambil jeda singkat untuk hadir dan memperhatikan diri. Refleksi ini diarahkan agar peserta dapat menyikapi pengalaman sehari-hari dengan lebih sadar, termasuk ketika berkomunikasi dengan pasangan, mendampingi anak, maupun menjalankan tanggung jawab sosial.
Suasana kegiatan memberi ruang bagi peserta untuk menyimak materi dan mengikuti pembelajaran bersama. Dokumentasi memperlihatkan keterlibatan peserta dalam sesi yang dipandu oleh narasumber, sekaligus menggambarkan semangat kolaborasi antara yayasan dan perangkat daerah.
Memperkuat Kolaborasi dalam Tangsel Berdaya
Kolaborasi Yayasan Rumah Kesadaran dan DP3AP2KB Kota Tangerang Selatan sejalan dengan pengembangan Program Tangsel Berdaya, yang menghadirkan kegiatan pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat setiap hari Selasa di Pondok Pesantren An Naqoyah.
Penguatan perempuan dan keluarga menjadi salah satu fokus program, berdampingan dengan pendidikan, pengembangan pemuda, serta pemberdayaan komunitas masjid. Melalui kesinambungan kegiatan, pembelajaran diharapkan dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kebiasaan baik, peningkatan keterampilan, dan kontribusi nyata di lingkungan masing-masing.
Keberhasilan pemberdayaan perlu dilihat dari penerapannya dalam kehidupan. Karena itu, ruang belajar yang berkelanjutan dan dukungan berbagai pihak menjadi penting agar peserta memiliki kesempatan untuk terus berkembang.
Perempuan yang memperoleh ruang untuk belajar dan bertumbuh memiliki kesempatan lebih luas untuk menguatkan dirinya, mendampingi keluarganya, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Semangat inilah yang ingin dirawat melalui kolaborasi menuju Tangerang Selatan yang semakin berdaya.
.png)