Selama tiga hari, saya sedang memberikan training The 7 Awareness yang diadakan oleh salah satu EO The 7 Awareness. Kebanyakan peserta kali ini datang dari 2 BUMN yaitu PLN dan TASPEN. Kedua isntansi tersebut bukan pertama kali mengikuti training T7A. Sudah hampir ratusan dari kedua BUMN ini mengikuti sebelumnya, PLN khususnya telah mengirim perwakilan para menjernya dari seluruh Indonesia. Lain dengan PLN, sementara TASPEN mengirim peserta tidak terlalu banyak, akan tetapi mengikuti training dalam bentuk IN-HOUSE TRAINING yang diadakan di tempat mereka sendiri. Menurut mereka, training The 7 Awareness adalah training yang benar-benar mengajak setiap peserta untuk bangkit dari kondisi biasa menjadi manusia diatas rata-rata. Tidak hanya teori, training The 7 Awareness juga mengajarkan langkah kongrit bagaimana kita menjadi manusia yang mampu berpikir jernih, memiliki hati yang sehat dan jiwa yang ikhlas. Menurut salah satu peserta dari PLN bernama Allen”Training ini membuat saya seperti baru dibangunkan dari tidur panjang, rasanya saya ingin lari terus lebih cepat,tidak akan membuang waktu lagi” katanya. Sementara menurut Pa Polin, dari TASPEN mengatakan bahwa “Training ini menyadarkan saya bahwa Tuhan selalu ada, jika selama ini saya sering takut, cemas, was-was, sekarang semuanya hilang, semuanya telah berubah menjadi satu kata keyakinan, meski saya beda agama dengan Pa Naqoy namun apa yang diajarkan Pa Naqoy menyadarkan saya tentang ruhani saya, saya menyadari bahwa islam begitu indah”. Training kali ini, bukan hanya didominasi oleh laki-laki, banyak ibu-ibu muda dan tua ikut didalamnya, salah satu komentar Ibu Dewi, seorang menejer dari PLN Cilegon mengatakan bahwa : Training The 7 Awareness adalah training yang menjadi titik balik dalam hidup saya, saya senang dan bersyukur telah dikirim oleh PLN mengikuti training ini, bukunyapun saya berikan lebih kepada banyak atasan dan teman-teman saya”.