Tangerang Selatan — Coach Naqoy, Dr. Nanang Qosim Yusuf, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan “Guru Berdaya–Tangsel Juara”, pelatihan pengembangan kompetensi guru melalui metode One Minute Awareness bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan.
Kegiatan ini menempatkan pengembangan diri pendidik sebagai bagian dari peningkatan kualitas pendidikan. Guru membutuhkan penguasaan materi dan keterampilan mengajar yang disertai kesadaran terhadap sikap, cara berkomunikasi, serta tanggung jawab dalam mendampingi siswa.
Dalam dokumentasi kegiatan, Coach Naqoy tampak menyampaikan paparan dengan dukungan presentasi visual. Kehadirannya melengkapi ruang pembelajaran bersama yang mengangkat semangat membangun guru berdaya dan berkarakter di atas rata-rata.
Kesadaran Diri sebagai Dasar Keteladanan
Guru membawa pengaruh melalui perkataan, keputusan, dan perilaku sehari-hari. Cara menyambut siswa, menanggapi pertanyaan, hingga menyelesaikan perbedaan pendapat menjadi pengalaman yang ikut membentuk suasana belajar.
Karena itu, kesadaran diri memiliki arti penting dalam menjalankan peran pendidik. Guru perlu mengenali kondisi emosinya, mengevaluasi kebiasaan mengajar, dan memahami bagaimana responsnya dapat memengaruhi siswa.
Kesediaan melakukan refleksi membuka peluang perbaikan. Guru dapat meninjau kembali apakah penjelasannya sudah mudah dipahami, apakah setiap siswa memperoleh kesempatan yang adil, dan apakah teguran yang diberikan membantu siswa belajar bertanggung jawab.
One Minute Awareness: Memberi Ruang untuk Menata Respons
Tema One Minute Awareness dalam pelatihan ini membuka pembahasan tentang pentingnya jeda di tengah aktivitas pendidikan. Jeda singkat dapat menjadi kesempatan untuk menata perhatian dan mengingat kembali tujuan mendidik.
Dalam praktik kelas, kesadaran tersebut dapat diterapkan sebelum merespons situasi yang menantang. Ketika siswa belum menyelesaikan tugas, misalnya, guru dapat mencari tahu penyebabnya terlebih dahulu, kemudian memberikan arahan dan menetapkan tindak lanjut yang jelas.
Pendekatan ini tetap membutuhkan ketegasan. Aturan, kesepakatan, dan konsekuensi disampaikan secara konsisten, dengan tetap menjaga martabat peserta didik.
Menjadi Guru di Atas Rata-rata
Semangat menjadi guru di atas rata-rata dapat diwujudkan melalui kualitas pengabdian yang terus diperbaiki. Ukurannya terlihat dalam kesiapan mengajar, integritas, kepedulian, serta kemauan belajar dari pengalaman.
Guru yang menepati janji mengajarkan tanggung jawab. Guru yang mengakui kekeliruan menunjukkan kejujuran. Guru yang menghargai pertanyaan memberi teladan bahwa rasa ingin tahu merupakan bagian berharga dari pembelajaran.
Keteladanan seperti ini dapat dibangun melalui tindakan sederhana yang dilakukan berulang. Dari kebiasaan tersebut, karakter pendidik menjadi sesuatu yang nyata dan dirasakan oleh siswa.
Guru Berdaya Membutuhkan Dukungan Bersama
Pengembangan kompetensi guru perlu ditopang oleh lingkungan yang memberi ruang untuk belajar dan berbagi. Pertemuan antara pendidik, narasumber, dan dinas pendidikan menjadi kesempatan untuk memperkuat perhatian terhadap kebutuhan guru di lapangan.
Semangat “Guru Berdaya–Tangsel Juara” dapat diteruskan melalui diskusi antarguru, refleksi pembelajaran, dan penerapan praktik yang sesuai dengan kondisi sekolah. Dukungan rekan sejawat membantu guru mengevaluasi tantangan serta menemukan langkah perbaikan yang dapat dijalankan.
Tindak lanjut dapat dimulai dari satu komitmen: memperbaiki cara memberikan umpan balik, menyediakan waktu mendengarkan siswa, atau mengevaluasi pembelajaran secara rutin. Pelaksanaannya perlu ditinjau agar perubahan benar-benar mendukung kebutuhan peserta didik.
Kehadiran Coach Naqoy dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menumbuhkan perhatian terhadap hubungan antara kesadaran diri, karakter, dan kompetensi mengajar. Harapannya, semangat belajar bersama dapat berlanjut menjadi praktik pendidikan yang semakin bijaksana dan penuh tanggung jawab.
Guru yang berdaya terus mengembangkan ilmunya, merawat keteladanannya, dan menghadirkan kepedulian dalam setiap proses belajar.