Studium Generale FTIK UIN SMH Banten Bersama Coach Naqoy: Membangun Kesadaran untuk Menjadi Mahasiswa di Atas Rata-Rata

Dekan dan Wadek FITK UIN Banten bersama Coach Naqoy
Prof Subhan memberikan sambutan
Para wakil dekan FITK UIN Banten bersama Coach Naqoy
Dekan dan Coach Naqoy
Coach Naqoy dan para peserta
Coach Naqoy dan Para mahasiswi 



Coach Naqoy dan para mahasiswa FITK UIN Banten
Coach Naqoy melatih para mahasiswa bicara di hadapan ratusan peserta 
Mahasiswa FITK UIN Banten bersama Coach Naqoy
Mahasiswa bertanya kepada Coach Naqoy
Ratusan mahasiswa mendapatkan motivasi dari coach naqoy
Para peserta antusias bertanya kepada Coach Naqoy
Motivator Coach Naqoy sedang mendengarkan pertanyaan peserta

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten menghadirkan Coach Naqoy dalam Studium Generale Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027. Mengusung tema “Menemukan One Minute Awareness untuk Menjadi Mahasiswa FTIK di Atas Rata-Rata”, kegiatan ini mengangkat pentingnya kesadaran diri sebagai landasan pengembangan potensi mahasiswa dan pembentukan karakter calon pendidik.

Dr. Nanang Qosim Yusuf, S.Pd.I., M.M., M.Psi., CDAI, yang dikenal sebagai Coach Naqoy, menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut. Dokumentasi acara memperlihatkan suasana kebersamaan di panggung Studium Generale, dengan latar tema yang menempatkan kesadaran sebagai bagian penting dari perjalanan pendidikan.

Bagi mahasiswa, memasuki semester perkuliahan merupakan kesempatan untuk menata kembali tujuan dan kebiasaan belajar. Tugas akademik, aktivitas organisasi, serta persiapan masa depan membutuhkan kemampuan menentukan prioritas. Dalam konteks inilah tema One Minute Awareness memiliki relevansi: mengajak mahasiswa menyediakan ruang untuk mengenali diri dan memahami arah tindakannya.

Jeda singkat untuk berefleksi dapat diisi dengan pertanyaan sederhana: untuk apa saya belajar, apa yang perlu saya perbaiki, dan kontribusi apa yang ingin saya berikan? Pertanyaan tersebut membantu menghubungkan kegiatan sehari-hari dengan tujuan yang lebih bermakna.

Menjadi mahasiswa di atas rata-rata dapat dimaknai sebagai kesungguhan mengembangkan kemampuan sekaligus menjaga integritas. Nilai akademik perlu berjalan bersama kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian. Keunggulan tumbuh ketika mahasiswa bersedia belajar secara konsisten serta memperbaiki diri setelah menghadapi kesulitan.

Bagi mahasiswa FTIK, proses ini berkaitan erat dengan peran sebagai calon pendidik. Seorang guru perlu memahami materi, mampu berkomunikasi, dan peka terhadap kebutuhan peserta didik. Kesediaan mendengarkan, kesabaran menghadapi perbedaan, serta keteladanan dalam tindakan merupakan bekal yang dapat dilatih sejak masa kuliah.

Penerapannya dimulai melalui kebiasaan yang konkret: mempersiapkan diri sebelum mengikuti perkuliahan, menyelesaikan tugas dengan jujur, menghargai pendapat orang lain, dan menepati komitmen dalam kerja kelompok. Saat menghadapi kegagalan, mahasiswa juga dapat belajar mengevaluasi proses dan mencari bantuan yang diperlukan.

Tema Studium Generale ini sekaligus membuka ruang untuk memaknai pendidikan sebagai proses membentuk pribadi yang bermanfaat. Pengetahuan yang diperoleh di kampus akan semakin bernilai ketika digunakan untuk membantu orang lain, menjawab persoalan di lingkungan sekitar, dan menghadirkan pembelajaran yang lebih baik.

Kehadiran Coach Naqoy dalam kegiatan FTIK UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten diharapkan menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa untuk menjalani pendidikan dengan tujuan yang jelas. Inspirasi dari forum akademik perlu diteruskan melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara berkelanjutan.

Kesadaran menjadi langkah awal, kedisiplinan menjaga perjalanan, dan kontribusi memberi makna pada pencapaian. Dari kampus, tumbuh calon pendidik yang siap belajar, memberi teladan, dan membawa manfaat bagi masyarakat.